{"id":11252,"date":"2019-07-19T00:00:00","date_gmt":"2019-07-19T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2019\/07\/19\/membuat-api-sederhana-dengan-nodejs-dan-expressjs\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:27","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:27","slug":"membuat-api-sederhana-dengan-nodejs-dan-expressjs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2019\/07\/19\/membuat-api-sederhana-dengan-nodejs-dan-expressjs\/","title":{"rendered":"Membuat API sederhana dengan NodeJS dan ExpressJS"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/lud4OaUCP4Q\">Featured Image<\/a> by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@maxchen2k\">Max Chen<\/a>.<\/p>\n<p>NodeJS adalah salah satu teknologi baru yang dapat digunakan untuk membuat sebuah aplikasi (Frontend, Backend, API, dll). Yang mengesankan adalah NodeJS menggunakan JavaScript sebagai bahasa pemrogramannya, yang biasanya hanya digunakan untuk development bagian Frontend saja. Sampai saat ini, NodeJS adalah salah satu teknologi yang paling banyak digunakan oleh para web developer. Apalagi dengan banyaknya library yang dapat dipakai untuk mempermudah proses development.<\/p>\n<p>Sedangkan ExpressJS adalah sebuah framework dari NodeJS. Dengan ExpressJS, kita dapat mempersingkat waktu untuk memulai proses development dan juga memudahkan kita dalam pembuatan sebuah aplikasi NodeJS. ExpressJS sudah menyiapkan sistem routing, file static, middleware, database integration dan juga sistem templating nya. Mari kita mulai.<\/p>\n<h3>1. Install NodeJS<\/h3>\n<p>Untuk menginstall NodeJS, kamu perlu mendownloadnya terlebih dahulu di website <a href=\"https:\/\/nodejs.org\/en\/\">https:\/\/nodejs.org\/en\/<\/a>, sebaiknya pilih yang versi stable (Recommended for most users). Jika sudah terdownload silahkan install terlebih dahulu NodeJS nya. Jika sudah terinstall, cara cek apakah NodeJS sudah terinstall atau belum, bisa dilakukan dengan cara membuka aplikasi <strong>Terminal<\/strong> atau <strong>Command Prompt<\/strong> pada komputer yang kamu gunakan. Lalu ketik kode berikut:<\/p>\n<pre>npm -v\r\nnode -v<\/pre>\n<p>Jika pada Terminal keluar versi dari NPM dan NodeJS nya, berarti NodeJS sudah terinstall di komputer kamu.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-6821\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screen-Shot-2020-01-06-at-9.26.23-AM.png\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"420\" \/><\/p>\n<h3>2. Buat Proyek Baru<\/h3>\n<p>Langkah selanjutnya adalah membuat proyek baru. Cara nya kamu buat folder baru, kamu bisa beri nama dengan <strong>latihan-nodejs <\/strong>misalnya dan\u00a0simpan di tempat yang mudah untuk kamu cari kembali. Setelah itu buat file baru di dalam folder tersebut dan beri nama dengan <strong>package.json<\/strong>. Sebenarnya ada beberapa cara pada NodeJS untuk menginisialisasi file <strong>package.json<\/strong>. Di sini kita akan menggunakan cara yang mudah dulu saja.<\/p>\n<p>Pada file tersebut ketik kode berikut:<\/p>\n<pre>{\r\n\u00a0 \"name\": \"latihan-nodejs\",\r\n\u00a0 \"version\": \"1.0.0\",\r\n\u00a0 \"description\": \"Latihan membuat API menggunakan NodeJS dan ExpressJS.\",\r\n\u00a0 \"main\": \"app.js\",\r\n\u00a0 \"scripts\": {\r\n\u00a0 \u00a0 \"test\": \"echo \"Error: No test specified.\" &amp;&amp; exit 1\"\r\n\u00a0 },\r\n\u00a0 \"author\": \"FR\",\r\n\u00a0 \"license\": \"ISC\"\r\n}<\/pre>\n<p>Pada file package.json, kita perlu mendeskripsikan nama aplikasi kita (<strong>name<\/strong>), <strong>version (<\/strong>versi<strong>)<\/strong>, <strong>description (<\/strong>deskripsi<strong>)<\/strong>, <strong>main<\/strong> atau entry point dari aplikasi kita. Terdapat juga <strong>scripts<\/strong> yang dapat digunakan untuk menjalankan task yang sifatnya berulang. Selain itu ada <strong>author<\/strong>, <strong>license<\/strong>, <strong class=\"ho ia\">dependencies <\/strong>dan<strong class=\"ho ia\"> devDependencies.\u00a0<\/strong>Perlu kamu ingat bahwa pada NodeJS, file package.json sangat penting karena file tersebut yang mendeskripsikan gambaran aplikasi kamu, siapa penulisnya, serta library apa saja yang digunakan oleh aplikasi tersebut.<\/p>\n<h3>3. Install ExpressJS<\/h3>\n<p>Selanjutnya adalah kita perlu menginstall ExpressJS terlebih dahulu. Cara nya adalah dengan membuka Terminal atau Command Prompt dan arahkan lokasi ke folder proyek yang sedang kamu kerjakan (<strong>latihan-nodejs<\/strong>). Lalu ketikan perintah berikut pada <strong>Terminal<\/strong> atau <strong>Command Prompt<\/strong> tersebut:<\/p>\n<pre>npm install express --save<\/pre>\n<p>Setelah selesai menginstall, akan muncul folder baru dengan nama <strong>node_modules<\/strong>. Folder tersebut berisi library yang kita install. Selain itu, library yang kita install pun tercatat pada file <strong>package.json<\/strong>. Sehingga ketika kamu ingin mengirimkan aplikasi NodeJS kamu kepada temen atau orang lain, kamu cukup memberikan kode dan file <strong>package.json<\/strong> kamu. Orang yang menerima kode dan file package.json cukup ketik kode <strong>npm install<\/strong> pada Terminal atau Command Prompt untuk menginstall library yang digunakan oleh aplikasi yang kamu buat.<\/p>\n<h3>4. Buat Aplikasi<\/h3>\n<p>Selanjutnya adalah membuat kode aplikasinya, cara nya buat file baru dengan nama<strong> app.js,<\/strong> nama yang sudah didaftarkan pada file <strong>package.json<\/strong> sebagai main file atau entry point. Lalu ketik kode berikut:<\/p>\n<pre class=\"if ig ih ii ij ik il im\"><span id=\"66d7\" class=\"in io ar bj ip b ca iq ir r is\" data-selectable-paragraph=\"\">var express = require(\"express\");\r\nvar app = express();\r\n\r\n<\/span><span id=\"2ccd\" class=\"in io ar bj ip b ca ja jb jc jd je ir r is\" data-selectable-paragraph=\"\">app.listen(3000, () =&gt; {\r\n\u00a0 console.log(\"Server running on port 3000\");\r\n});<\/span><\/pre>\n<p>Dengan kode tersebut, kamu sudah berhasil membuat sebuah server Express namun belum dapat digunakan. Nantinya, server dapat diakses dengan alamat <strong>http:\/\/localhost:3000<\/strong>. Sekarang kita akan menambahkan beberapa kode untuk membuat API sederhana, silahkan tambahkan kode berikut:<\/p>\n<pre><span id=\"66d7\" class=\"in io ar bj ip b ca iq ir r is\" data-selectable-paragraph=\"\">var express = require(\"express\");\r\nvar app = express();<\/span>\r\n\r\n<span style=\"font-size: 14px\">app.get(\"\/url\", (req, res, next) =&gt; {<\/span>\r\n<span style=\"font-size: 14px\">\u00a0 res.json([\"Tony\", \"Lisa\", \"Michael\", \"Ginger\", \"Food\"]);<\/span><\/pre>\n<div>});<\/div>\n<pre>\r\n<span id=\"2ccd\" class=\"in io ar bj ip b ca ja jb jc jd je ir r is\" data-selectable-paragraph=\"\">app.listen(3000, () =&gt; {\r\n\u00a0 console.log(\"Server running on port 3000\");\r\n});<\/span><\/pre>\n<p>Jika sudah, sekarang buka Terminal atau Command Prompt kamu lalu ketik kode &#8220;<strong>node app.js<\/strong>&#8220;. Setelah itu buka browser kamu dan ketik alamat &#8220;<strong>http:\/\/localhost:3000\/url<\/strong>&#8220;, akan terlihat data yang ditampilkan oleh API dari kode yang telah kita buat sebelumnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-6827\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Screen-Shot-2020-01-06-at-10.20.52-AM-768x189.png\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"189\" \/><\/p>\n<p>Sampai sini kamu sudah berhasil membuat API menggunakan NodeJS dan ExpressJS. Mudah bukan?<\/p>\n<p>Sampai jumpa di artikel selanjutnya.<\/p>\n<p>Referensi:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/medium.com\/@onejohi\/building-a-simple-rest-api-with-nodejs-and-express-da6273ed7ca9\">https:\/\/medium.com\/@onejohi\/building-a-simple-rest-api-with-nodejs-and-express-da6273ed7ca9<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Featured Image by Max Chen. NodeJS adalah salah satu teknologi baru yang dapat digunakan untuk membuat sebuah aplikasi (Frontend, Backend, API, dll). Yang mengesankan adalah NodeJS menggunakan JavaScript sebagai bahasa pemrogramannya, yang biasanya hanya digunakan untuk development bagian Frontend saja. Sampai saat ini, NodeJS adalah salah satu teknologi yang paling banyak digunakan oleh para web [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":11253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11252","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11252"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11964,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11252\/revisions\/11964"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}