{"id":11102,"date":"2020-12-31T00:00:00","date_gmt":"2020-12-31T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/31\/7-tips-to-help-improve-your-web-typography-skills\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:15","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:15","slug":"7-tips-to-help-improve-your-web-typography-skills","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/31\/7-tips-to-help-improve-your-web-typography-skills\/","title":{"rendered":"7 tips to help improve your web Typography skills"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pemahaman yang baik tentang typografi (lebih dari citra &amp; warna menurut saya) sangat penting dalam mendesain <i>Uls<\/i> yang kuat. Mengapa demikian? Karena sebagian besar dari apa yang Anda lihat di <i>web<\/i> adalah berbasis konten, jadi dalam memiliki pemahaman tentang typografi dapat memungkinkan Anda untuk tetap mempertahankan perhatian pembaca, memberikan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik serta memperkuat makna teks dari bacaan yang diberikan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p2\"><span class=\"s1\">Dengan artikel ini, menunjukkan kepada Anda beberapa cara yang tidak hanya akan memberi Anda pemahaman yang lebih baik, tetapi juga membuat Anda lebih percaya diri saat bekerja dengan jenis proyek baru Anda berikutnya.<\/span><\/p>\n<h4><span class=\"s1\">1. Gunakan skala jenis untuk menentukan satu set ukuran jenis huruf yang harmonis.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8402 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_rgXa9BZdPkXkhx1c8It2OQ-609x342.png\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Menggunakan skala jenis untuk menentukan satu set ukuran <i>font<\/i> dengan mudah, praktis tanpa ada pikiran apa pun dalam mengerjakan tugas anda. Sesuai denga namanya, skala jenis bekerja berdasarkan faktor skala. <\/span><span class=\"s1\">Idenya adalah Anda mulai dengan ukuran <i>font<\/i> (18px) dan mengalikan (atau membaginya) dengan faktor skala untuk mendapatkan ukuran <i>font<\/i> baik dan lebih tinggi (contoh: H1, H2, dll) atau hierarki yang lebih rendah (misal: Teks, Tombol, dll). <\/span><span class=\"s1\">Skala jenis akan membantu Anda menghasilan teks yang terlihat serasi dikarenakan ukurannya meningkat bahkan dapat pula menurun sepanjang skala tetap yang telah Anda tetapkan.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">2. Pilih panjang baris yang sesuai untuk teks Anda dan meningkatkan minat baca.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8403 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_NSHIuYjVtB3-emy13RAoKQ-609x342.png\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Bekerja dengan <i>body text<\/i> dan mencoba menemukan panjang garis yang sesuai sehingga dapat mengembangkannya. <\/span><span class=\"s1\">45 hingga 75 karakter dianggap sebagai panjang garis yang cocok dalam halaman 1 kolom, dengan 66 baris karakter (yang mencakup huruf &amp; spasi) dalam memberi pusat perhatian atau minat baca. <\/span><span class=\"s1\">Tentu saja ukuran <i>font<\/i> &amp; tinggi garis berperan dalam menarik minat baca, tetapi untuk panjang baris, pertahankan pada pedoman 45 hingga 75 karakter.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">3. Kurangi jarak huruf pada judul anda untuk memberikan pandangan atau <i>space<\/i> yang lebih baik.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8404 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_pbsnbf5oIQ-OzlHxaLP6rg-609x342.jpg\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mengurangi spasi huruf pada<i> body text<\/i> yang panjang? Dari saya tentu saja \u201ctidak\u201d, <\/span><span class=\"s1\">Tapi untuk judul jawaban dari saya \u201cya!\u201d<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Judul Anda kemungkinan besar akan jauh lebih besar daripada <i>body text<\/i> yang lain. Dari yang terlihat, jarak antara huruf terkadang tempak lebih besar, inilah yang tidak selalu Anda inginkan saat Anda mencari nilai atau estetika yang sempurna. <\/span><span class=\"s1\">Gunakan skala kecil dalam mengurangi jarak-huruf (<i>letter-spacing<\/i>) sehingga membuat judul Anda lebih seimbang, mudah dibaca, dan secara umum lebih menyenangkan dan enak dipandang.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">4. Gunakan saja satu jenis huruf dalam desain Anda.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8405 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_WeY5FXV7hflElx0lA7wH6Q-609x342.png\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Tidak menjadi suatu masalah untuk memilih satu jenis huruf saat membuat karya seni Anda dan ada kalanya dengan melakukan hal tersebut dapat membantu Anda untuk menghasilkan hasil yang lebih kuat dan konsisten. <\/span><span class=\"s1\">Abaikan pilihan \u201cselalu gunakan dua jenis huruf, kuantitas yang minimum, huruf yang berdempetan\u201d. Gunakan kombinasi bobot, ukuran dan warna, Anda pun tetap dapat memberikan hasil yang dapat diterima dengan sempurna.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">5. Gunakan \u201c<i>superfamilies<\/i>\u201d disaat Anda mengkombinasikan <i>font <\/i>yang bagus tapi cepat.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8406 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_ojGp5mTLEQwTBRs3ZweGUg-609x342.jpg\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Saat Anda ingin meningkatkan keterampilan dalam menggabungkan jenis huruf dan Anda dihadapkan dengan 1000-an jenis, pilihlah <i>superfamilies. <\/i><\/span><span class=\"s1\"><i>Superfamilies<\/i> adalah kumpulan <i>typeface<\/i> dengan tampilan berbagai jenis <i>Serif<\/i> dan <i>Sans Serif<\/i> dengan tujuan mereka dibuat adalah untuk memberikan harmonis <i>visual<\/i> yang erat.<\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">6. Gunakan tes <i>x-height<\/i> atau Il1 untuk menentukan minat baca terhadap <i>typefaces<\/i> yang Anda pilih.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8407 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_yKgqY6TqRQWpARS43jm9yw-1-609x342.png\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Pada dasarnya, <i>x-height<\/i> adalah tinggi dan huruf kecil \u201cx\u201d relatif terhadap huruf besat (yaitu; T) dari jenis huruf yang sama. Jika <i>font<\/i> Anda memiliki ukuran \u201c<i>x-height<\/i>\u201d yang besar, terlebih saat digunakan di <i>long-form<\/i> dari <i>body text<\/i>. <\/span><span class=\"s1\">Cara lain dalam menentukan hal yang dapat dibaca dari suatu jenis huruf dan untuk mempersempit hal-hal bila Anda memiliki beberapa jenis huruf yang tidak dapat Anda putuskan adalah dengan melakukan Il1 (penghargaan untuk Jessica Hische untuk tips ini).<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Disini Anda membandingkan 3 karakter dari jenis huruf tertentu, huruf besar \u2018i\u2019 (I), huruf kecil \u2018L\u2019 (l) dan angka satu (1) dapat kita lihat perbedaan tampilan bentuk huruf satu sama lain sehingga dapat menentukan hal yang dapat dibaca, terutama disaat bekerja dengan jenis huruf <i>Sans Serif<\/i>. <\/span><span class=\"s1\">Selalu menargetkan pada hal yang dapat dibaca dengan baik, baik melalui <i>x-height<\/i>, Il<i>1<\/i> atau bahkan keduanya disaat Anda memilih jenis huruf pada <i>body text.<\/i><\/span><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">7. Atur tinggi garis berdasarkan jenis huruf <i>x-height<\/i>.<\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8408 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_UfFUzXJLCRpop5hsk6jq-A-609x342.png\" alt=\"\" width=\"609\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Jenis huruf dengan <i>x-height <\/i>yang berbeda membutuhkan pengukuran tinggi garis yang berbeda untuk mencapai jenis pemisah yang tepat antar baris teks. Meskipun memungkinkan Anda memiliki dua jenis huruf dengan ukuran <i>font<\/i> yang sama (contoh: 18px) <i>x-height<\/i> atau tinggi x-nya dapat sangat berbeda dan hal ini berperan besar dalam memilih jenis tinggi garis untuk diterapkan. <\/span><span class=\"s1\">Sebagai contoh <i>Merriweather<\/i> adalah jenis huruf dengan <i>x-height<\/i> yang besar, untuk itu memerlukan tinggi garis yang lebih besar, sedangkan seperti <i>Mr Eaves Sans<\/i> dengan <i>x-height<\/i> yang kecil memerlukan lebih sedikit tinggi garis untuk mencapai minat baca yang optimal serta dapat dibaca.<\/span><\/p>\n<p>Artikel merupakan terjemahan dari artikel asli yang berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/uxdesign.cc\/7-tips-to-help-improve-your-web-typography-skills-50f4a7e81c60\">7 tips to help improve your web Typography skills<\/a>\u201d oleh <a href=\"https:\/\/marcandrew.medium.com\/\">Marc Andrew<\/a> yang diterbitkan pada situs <a href=\"https:\/\/medium.com\/\">medium.com<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemahaman yang baik tentang typografi (lebih dari citra &amp; warna menurut saya) sangat penting dalam mendesain Uls yang kuat. Mengapa demikian? Karena sebagian besar dari apa yang Anda lihat di web adalah berbasis konten, jadi dalam memiliki pemahaman tentang typografi dapat memungkinkan Anda untuk tetap mempertahankan perhatian pembaca, memberikan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":11103,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11102"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11623,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11102\/revisions\/11623"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11103"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}