{"id":11100,"date":"2020-12-31T00:00:00","date_gmt":"2020-12-31T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/31\/5-things-that-are-killing-your-landing-page\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:15","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:15","slug":"5-things-that-are-killing-your-landing-page","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/31\/5-things-that-are-killing-your-landing-page\/","title":{"rendered":"5 things that are killing your landing page"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span class=\"s1\"><i>Landing Page<\/i> adalah jenis situs <i>web<\/i> yang cukup spesifik tetapi sangat populer. Ada hal-hal yang membuat saya bertanya-tanya, mengapa sangat sulit akhir-akhir ini untuk menemukan <i>landing page<\/i> yang optimal atau bagus? Tampaknya kami sebagai desainer produk, pemilik dan pengguna cukup sadar akan desain (dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu), namun ada satu hal sederhana yang tampaknya dilupakan oleh semua orang.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Tujuan utama dari <i>landing page<\/i> atau halaman arahan adalah untuk menjual produk atau ide, tidak lebih dan tidak kurang.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Mengetahui hal itu, kita harus mendesain <i>landing page<\/i> dengan sangat teliti, ini bukanlah kompetisi kecantikan atau kreativitas. <i>Landing page<\/i> haruslah unik namun tidak berlebihan. Pesan yang disampaikan haruslah tepat sasaran, gaya <i>visual<\/i> secara keseluruhan harus sesuai dengan karakteristik produk serta harus menarik bagi sasaran produk. <\/span><span class=\"s1\">Pengalaman dalam berbelanja haruslah cepat, mudah dan se-menyenangkan mungkin. Berikut adalah masalah yang sering terjadi berkali-kali dengan <i>landing page<\/i> yang saya saksikan akhir-akhir ini:<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8411 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_ODQHGgq0q2QDW1KRDuQ3zw-695x342.png\" alt=\"\" width=\"695\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h4><span class=\"s1\">1. Mengikuti tren atau gaya tanpa berpikir panjang.<\/span><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Jika diharuskan untuk memilih, satu hal yang paling mematikan industri desain produk, menjadi tren yang tidak masuk akal adalah dengan memberi. <\/span><span class=\"s1\">Meskipun saya tidak bermaksud untuk menentang tren itu sendiri, hal terburuk yang dapat dilakukan oleh desainer atau pemilik produk adalah dengan meniru setiap ide<i> visual <\/i>yang menjadi daya tarik semua orang didunia desain. <i>Landing page<\/i> Anda adlah tentang menjual produk-bukan perihal mendapatkan ribuan \u201csuka\u201d dari desainer lain. <\/span><span class=\"s1\">Sebagai contoh yang baru-baru ini, dalam menggunakan ilustrasi 3D (bahkan semua orang melakukannya) tidak serta merta menjamin Anda dalam menjual, bahkan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8412 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_gGneGioWscd-Ithhl3wTGQ-695x342.png\" alt=\"\" width=\"695\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h4>2. <span class=\"s1\">Terlalu banyak teks (tl:dr)<\/span><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Tidak peduli seberapa menakjubkan produk Anda dan seberapa besar Anda ingin memberitahu dunia tentang produk Anda, satu hal yang harus Anda ketahui, \u201ckebanyakan orang tidak terlalu suka membaca\u201d. <\/span><span class=\"s1\">Itulah mengapa Anda harus dapat mendeskripsikan ide atau manfaat utama produk Anda dalam satu kalimat yang kuat. Anda perlu menarik perhatian serta minat pengunjung dalam beberapa detik pada sesi pertama. <\/span><span class=\"s1\">Seseorang yang mengunjungi landing page Anda kemungkinan besar akan menelusuri konten dari pada setiap paragraf sederhana dan kemungkinan besar akan meninggalkan landing page Anda jika terlalu banyak teks.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8413 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_e6WiLbcz7U9BHjPvLLEJ4Q-695x342.png\" alt=\"\" width=\"695\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h4 class=\"p1\"><span class=\"s1\">3. The CTA Galore<\/span><\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Aturan yang populer <em>\u201cless is more\u201d<\/em> juga berlaku dalam CTA. Bertentangan dengan populer, dipercayai, menempatkan 15 CTA bersamaan dengan yang lain atau mengulangi setiap bagian dari <i>landing page<\/i> Anda yang tidak akan menghasilkan tingkat konversi yang lebih tinggi. Hal tersebut memungkinkan akan sangat mengganggu pengunjung Anda.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8414 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_irZKJYlYOA1nfoUfSHwsAw-695x342.png\" alt=\"\" width=\"695\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h4>4. Navigasi yang terlalu rumit<\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Salah satu aturan utama yang saya ikuti sebagai seorang desainer ialah \u201cjangan mencoba merubah arahan, bila sesuatu berjalan dengan baik, lalu mengapa membuatnya terlalu rumit?\u201d hal itulah membuat saya sangat tidak menyukai <i>landing<\/i> <i>page<\/i> yang memiliki navigasi <i>non-standard<\/i>. Pengguna begitu terbiasanya dengan hal men-<i>scroll<\/i> atau menggulir kebawah, hal tersebut sudah menjadi bagian dari sifat manusia. Menggulir kebawah dikarenakan menjadi hal yang sangat intuitif bagi kami.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Secara intuitif, saya secara otomatis mencoba untuk menggulir kebawah setelah memasuki halaman (<i>page<\/i>) dan tidak ada yang terjadi, saya pun terkejut dengan berbagai pikiran negatif yang muncul. Sebaliknya berfokus pada suatu produk, saya menghabiskan waktu mencari tahu kinerja dari navigasi. Apakah horizontal? Apakah saya harus mengklik beberapa link agar konten muncul? Atau, apakah saya hanya menunggu?<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8415 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/1_WDprGduimc8lyuZqyG0v_Q-695x342.png\" alt=\"\" width=\"695\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h4>5. Tidak melalukan User Test apapun<\/h4>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Kecuali Anda melakukan tes pengguna (<i>user tests<\/i>) Amda benar-benar tidak tahu apakah <i>landing page<\/i> terjual sebagaimana mestinya (akan menjadi indikator jika jumlah penjualan Anda tetap rendah). Satu hal tentang <i>landing page<\/i> adalah halaman tersebut selalu membutuhkan perhatian pemiliknya.<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Yang sangat dapat mempengaruhi konversi dan hasil menakjubkan kadang-kadang hanyalah perubahan warna atau label <i>CTA<\/i>.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Apakah Anda memerlukan sekelompok ahli <i>UX<\/i> untuk mengerjakannya? Tidak juga. Hal yang dilakukan setiap orang ialah menginstal alat sederhana yang disebut <i>Hotjar<\/i> dan melihat bagaimana pengguna berinteraksi dengan situs <i>web<\/i>. Seorang desainer terampil dengan pengetahuan dan pengalaman dapat menganalisis angka dan rekaman dan melacak pola yang bermasalah.<\/span><\/p>\n<p>Artikel merupakan terjemahan dari artikel asli yang berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/uxdesign.cc\/5-simple-things-that-are-killing-your-landing-page-1bcd26e47924\">5 things that are killing your landing page<\/a>\u201d oleh <a href=\"https:\/\/medium.com\/@dianamalewicz\">Diana Malewics<\/a> yang diterbitkan pada situs <a href=\"https:\/\/medium.com\/\">medium.com<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Landing Page adalah jenis situs web yang cukup spesifik tetapi sangat populer. Ada hal-hal yang membuat saya bertanya-tanya, mengapa sangat sulit akhir-akhir ini untuk menemukan landing page yang optimal atau bagus? Tampaknya kami sebagai desainer produk, pemilik dan pengguna cukup sadar akan desain (dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu), namun ada satu hal sederhana yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":11101,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11100","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11100","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11100"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11100\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11624,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11100\/revisions\/11624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11101"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11100"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11100"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11100"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}