{"id":11082,"date":"2021-12-30T00:00:00","date_gmt":"2021-12-30T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/12\/30\/5-rekomendasi-typeface-untuk-2021-2022\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:07","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:07","slug":"5-rekomendasi-typeface-untuk-2021-2022","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/12\/30\/5-rekomendasi-typeface-untuk-2021-2022\/","title":{"rendered":"5 Rekomendasi Typeface untuk 2021-2022"},"content":{"rendered":"<h3><strong>Sofia<\/strong><\/h3>\n<p><em>Sofia<\/em> adalah jenis huruf <em>Sans-Serif<\/em> kontemporer dengan sifat kehangatan dan keramahannya, sesuatu yang menurut saya paling menarik dibandingkan dengan <em>sans-serif <\/em>lainnya. <em>Sofia<\/em> memiliki jumlah berat dan gaya yang luar biasa untuk dipilih, membawa banyak keserbagunaan ke dalam kombinasi.<\/p>\n<p>Diciptakan oleh <em>Olivier Gourvat<\/em> yang berbakat, <em>Sofia<\/em> merupakan <em>Typeface<\/em> yang tak kenal lelah untuk digunakan. Saya telah menggunakannya untuk <em>Headlines<\/em> dan <em>Body copy<\/em> dalam ukuran yang sama, dan dengan tinggi X-nya yang besar, ia memiliki keterbukaan yang sangat baik pada ukuran <em>font<\/em> kecil, jadi serba bisa yang fantastis untuk layar dari semua ukuran.<\/p>\n<p>Dalam benak saya <em>Sofia<\/em> masih menjadi <em>Typeface<\/em> terbaik untuk sebagian besar tahun 2022 juga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Objektiv<\/strong><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9767\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.29.52-644x342.png\" alt=\"\" width=\"644\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><em>Objektiv<\/em>, seperti <em>Sofia<\/em> sebelumnya, ialah <em>Typeface<\/em> Favorit untuk kurun waktu yang sangat lama bagi saya, dengan keserbagunaannya menjadi alasan utama untuk menjadi \u2018yang spesial\u2019 untuk waktu yang lama. <em>Sofia<\/em> telah menggantikannya, tetapi saya masih menyukai <em>Objektiv<\/em>, terutama ketika <em>Objektiv<\/em> dapat digunakan, sekali lagi seperti <em>Sofia<\/em>, cukup siap untuk <em>Headlines<\/em>, dan <em>Body copy<\/em>, di mana saya telah menggunakannya secara ekstensif untuk keduanya.<\/p>\n<p>Saya telah mengkombinasikan sebelumnya, memilih <em>Objektiv MK1<\/em> dan <em>MK2<\/em> pada <em>Headlines<\/em> yang besar, dan <em>MK3<\/em> pada bentuk-panjang dari <em>Body Content<\/em>, dan <em>Micro-copy<\/em> dengan yang terakhir memberikan keterbacaan yang luar biasa pada ukuran yang lebih kecil. Kombinasi tersebut terbukti telah memberikan hasil yang bagus, hanya memilih satu <em>Typeface<\/em>.<\/p>\n<p>Dibuat oleh <em><u>Dalton Maag<\/u><\/em>, studio di balik <em>Font<\/em> hebat lainnya seperti <em>Aktiv Grotesk<\/em> (favorit perusahaan lain), <em>Effra<\/em>, dan <em>Mokoko<\/em>, ini menjadi pilihan yang solid untuk saya, dan saya sangat menyarankan anda untuk memeriksanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Atkinson Hyperlegible<\/strong><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9768\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.31.32-644x342.png\" alt=\"\" width=\"644\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><em>Atkinson Hyperlegible<\/em> ialah jenis <em>Typeface<\/em> yang beda, tapi untuk alasan yang bagus, untuk memperbaiki minat baca dan meningkatkan keterbacaan untuk pembaca dengan minim penglihatan. Sekarang saya bukanlah penggemar berat dari <em>Atkinson<\/em> pada awalnya, tetaoi dengan menghabiskan sedkit waktu dengan <em>Atkinson<\/em> dan melihatnya pada berbagai perangkat, saya hadir dengan kesadaran bahwa\u2026<\/p>\n<p><strong>A:<\/strong> Saya bukanlah orang yang konyol. Dan orang dengan penglihatan yang rendah seharusnya dapat menikmati konten panjang dengan cara sebaik mungkin, sama halnnya dengan orang lain,<\/p>\n<p><em>dan\u2026<\/em><\/p>\n<p><strong>B:<\/strong> Sebagai seseorang dengan penglihatan \u2018<em>ok<\/em>\u2018, saya menghargai betapa hebatnya <em>Typeface<\/em> untuk bagian teks yang lebih panjang. Sesederhana itu sebenarnya.<\/p>\n<p>Dibuat oleh <em><u>Braille Institute<\/u><\/em> bersama <em><u>Applied Design Works<\/u><\/em>, ini berbeda karena alasan yang sangat etis dan praktis, dan itulah mengapa saya sangat menyukainya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Inter<\/strong><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9769\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.32.44-643x342.png\" alt=\"\" width=\"643\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><em>Anda salah satu dari 6,5 miliar orang yang pernah mendengar tentang Inter, bukan? <\/em><em>Inter<\/em> berada di mana-mana. Sangat populer hingga menjadi <em>Montserrat<\/em> dengan bantuan sampingan dari <em>Proxima Nova<\/em>.<\/p>\n<p>Dikenalkan oleh <em><u>Rasmus Andersson<\/u><\/em> yang sangat berbakat (dari <em>Spotify<\/em> dan <em>Dropbox<\/em> yang terkenal), <em>Inter<\/em> merupakan <em>Typeface<\/em> yang menakjubkan dengan banyak \u2018bobot\u2019 dan \u2018gaya\u2019 untuk dipilih dan dibuat terutama untuk layar perangkat. Seperti <em>Sofia <\/em>sebelumnya, <em>Inter<\/em> mempunyai tinggi X yang sangat besar untuk keterbacaan pada ukuran <em>font<\/em> yang lebih kecil, tetapi sama menguasai dengan judul yang berukuran sangat besar saat diperlukan. Saya telah menggunakan keduanya, seperti <em>Objektiv<\/em> sebelumnya, sebagai satu pilihan <em>Typeface<\/em> untuk keseluruhan proyek.<\/p>\n<p><em>Inter<\/em> adalah <em>Typeface<\/em> klasik yang sebenarnya dan akan tetap saya gunakan di masa yang akan datang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Freight Text<\/strong><\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-9770\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.34.10-645x342.png\" alt=\"\" width=\"645\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Siap untuk mengakhiri pada beberapa aksi<em> Serif<\/em>?<\/p>\n<p>Sekarang saya telah menggunakan beberapa <em>Typefaces <\/em>dari<em> Joshua Darden<\/em> sebelumnya, dan sekali lagi, <em>Joshua Darden<\/em> menyuguhkan <em>serif<\/em> serba fantastis yang lain dengan banyak pilihan bobot dan gaya untuk dipilih. Kadang-kadang, saya telah menggunakan <em>Joshua Darden<\/em> bersama teman <em>Sans-Serif<\/em>-nya, yang secara mengejutkan disebut <em>Freight Sans<\/em>, dan dengan mereka menjadi bagian dari <em>Freight superfamily<\/em>, mereka saling melengkapi dengan indah.<\/p>\n<p>Seperti rekan <em>Sans-Serif<\/em>-nya, ia memiliki keramahan dan kehangatan, yang dapat digunakan dengan sempurna untuk proyek-proyek tertentu dan mengangkatnya dari banyak tipografi <em>Serif<\/em> ketika anda mencari sesuatu yang sedikit <em>lebih mudah didekati<\/em>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artikel merupakan terjemahan dari artikel asli yang berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/uxdesign.cc\/5-highly-recommended-typefaces-for-2021-7b2c5a114c78\">5 highly recommended typefaces for 2022<\/a>\u201d oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/marcandrew.medium.com\/\">Marc Andrew<\/a>\u00a0yang diterbitkan pada situs\u00a0<a href=\"https:\/\/medium.com\/\">medium.com<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sofia Sofia adalah jenis huruf Sans-Serif kontemporer dengan sifat kehangatan dan keramahannya, sesuatu yang menurut saya paling menarik dibandingkan dengan sans-serif lainnya. Sofia memiliki jumlah berat dan gaya yang luar biasa untuk dipilih, membawa banyak keserbagunaan ke dalam kombinasi. Diciptakan oleh Olivier Gourvat yang berbakat, Sofia merupakan Typeface yang tak kenal lelah untuk digunakan. Saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":11083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11082"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11607,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11082\/revisions\/11607"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}