{"id":11080,"date":"2021-12-30T00:00:00","date_gmt":"2021-12-30T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/12\/30\/5-tips-untuk-membuat-tampilan-aplikasi-terlihat-modern\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:06","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:06","slug":"5-tips-untuk-membuat-tampilan-aplikasi-terlihat-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/12\/30\/5-tips-untuk-membuat-tampilan-aplikasi-terlihat-modern\/","title":{"rendered":"5 Tips Untuk Membuat Tampilan Aplikasi Terlihat Modern"},"content":{"rendered":"<h3><strong>Ruang Ruang dan Ruang<\/strong><\/h3>\n<p>Jangan sungkan untuk pemberian jarak. Tinggi garis, bahan pengisi, <em>margin<\/em>, terutama <em>margin horizontal<\/em>. Saya telah memperhatikan dan takut akan kebiasaan yang dimiliki <em>designer<\/em> untuk tidak menambahkan ruang. Sebagian besar ialah waktu, tujuannya adalah untuk menyesuaikan konten sebanyak mungkin pada sudut pandang pengguna.<\/p>\n<p><em>Lebih dari 87% populasi di India memiliki perangkat yang lebih tinggi dari 720px. <u>Periksa datanya<\/u>. <\/em>Hal ini berarti terdapat banyak ruang vertikal untuk menambahkan ruang yang lebih banyak. Jika anda merasa membutuhkan margin 8px, cobalah 12px. Mulailah lebih besar dan kurangilah jika anda merasa terlalu banyak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9774 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.40.10-347x342.png\" alt=\"\" width=\"347\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h3 id=\"961a\" class=\"jv jw gm bf jx jy jz jb ka kb kc jf kd ke kf kg kh ki kj kk kl km kn ko kp kq hj\">Invisible headers<\/h3>\n<p><em>Header<\/em> (judul) yang <em>solid<\/em> merupakan hal terbaik di tahun 2010. Cara tercepat untuk membuat aplikasi anda terlihat <em>modern<\/em> yaitu dengan menghapus <em>header<\/em> berwarna <em>solid<\/em> (berbeda dari warna latar belakang). Sebagai gantinya, judul dapat digeser sekedar untuk memberikan konteks atau cara cepat setelah pengguna menggeser halaman ke bawah. Secara otomatis menambahkan ruang putih yang dibutuhkan ke dalam desain anda, membuatnya terasa lebih bernapas dan tidak berantakan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9775 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.42.03-352x342.png\" alt=\"\" width=\"352\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h3 id=\"32e1\" class=\"jv jw gm bf jx jy jz jb ka kb kc jf kd ke kf kg kh ki kj kk kl km kn ko kp kq hj\">Flaunt them curves<\/h3>\n<blockquote><p>Sangat jarang kita menemukan benda-benda di alam yang memiliki sudut tajam. Dunia terbuat dari sudut-sudut yang bulat. Sudut yang tajam menyakiti anda. Sudut yang tajam harus dihindari<\/p>\n<p>\u2014 <em>Steve Jobs<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9776 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.43.28-595x342.png\" alt=\"\" width=\"595\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Dari sudut pandang evolusi, kita telah belajar untuk melihat benda tajam sebagai hal yang berbahaya atau agresif dan benda yang tumpul atau bulat sebagai hal yang aman. Perbedaan ini membantu kami untuk bertahan hidup. Naluri bertahan hidup seperti itu tetap bertahan dalam diri kita, bahkan hingga hari ini.<\/p>\n<p>Hindari tikungan yang tajam kecuali hal tersebut merupakan ke-agresifan dari tujuan anda. Sebuah contoh yang baik dalam menggunakan sudut tajam adalah <em>action <\/em><em>game<\/em>.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9777 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.45.23-727x342.png\" alt=\"\" width=\"727\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gunakan Gambar<\/strong><\/h3>\n<p>Manusia ialah makhluk visual. Gambar pada desain UX dapat digolongkan menjadi dua, yaitufoto dan ilustrasi. Bila menurut anda sebuah pesan dapat disampaikan melalui ilustrasi, lakukanlah. Bila anda yakin gambar dapat membantu menambahkan lebih banyak konteks, tambahkanlah. Coba dan pecahkan kumparan konten yang panjang dengan <em>interval<\/em> gambar yang relevan.<\/p>\n<p>Penelitian di <em>3M Corporation<\/em> menyimpulkan bahwa kami memproses <em>visual <\/em>60.000 kali lebih cepat daripada teks.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9778 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Screen-Shot-2021-12-30-at-08.47.17-315x342.png\" alt=\"\" width=\"315\" height=\"342\" \/><\/p>\n<h3><strong>Gerak<\/strong><\/h3>\n<p>Gerak adalah hal yang bagi saya pribadi masih dipelajari. Tetapi bukankah hal itu terasa sangat menyenangkan saat menggunakan aplikasi yang bergerak sangat lancar?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-9779 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/aziz-2021-31-157x342.gif\" alt=\"\" width=\"157\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Artikel merupakan terjemahan dari artikel asli yang berjudul \u201c<a href=\"https:\/\/uxdesign.cc\/quick-tips-to-create-a-modern-app-ui-4e9ef4daf677\">5 tips to create a modern app UI<\/a>\u201d oleh\u00a0<a href=\"https:\/\/jishnu300.medium.com\/\">Jishnu Hari<\/a>\u00a0yang diterbitkan pada situs\u00a0<a href=\"https:\/\/medium.com\/\">medium.com<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ruang Ruang dan Ruang Jangan sungkan untuk pemberian jarak. Tinggi garis, bahan pengisi, margin, terutama margin horizontal. Saya telah memperhatikan dan takut akan kebiasaan yang dimiliki designer untuk tidak menambahkan ruang. Sebagian besar ialah waktu, tujuannya adalah untuk menyesuaikan konten sebanyak mungkin pada sudut pandang pengguna. Lebih dari 87% populasi di India memiliki perangkat yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":11081,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-11080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11606,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11080\/revisions\/11606"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11081"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}