{"id":10820,"date":"2020-09-25T00:00:00","date_gmt":"2020-09-25T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/09\/25\/digital-transformation-langkah-tepat-untuk-organisasi\/"},"modified":"2024-09-05T08:00:16","modified_gmt":"2024-09-05T08:00:16","slug":"digital-transformation-langkah-tepat-untuk-organisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/09\/25\/digital-transformation-langkah-tepat-untuk-organisasi\/","title":{"rendered":"Digital Transformation Langkah Tepat Untuk Organisasi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\"><em>Digital transformation<\/em> merupakan sebuah inovasi teknologi yang dilakukan oleh organisasi dengan mengubah cara tradisional yang ada di dalam bisnis modelnya menjadi digital. Perubahan digital berarti mengubah proses di dalam sebuah organisasi menjadi lebih singkat, mudah, efektif, dan cepat. Tentu saja hal tersebut berdampak positif bagi organisasi. Namun untuk menjalankan <em>digital transformation<\/em>, organisasi harus rela berkomitmen dan berinvestasi ke dalam berbagai sektor, seperti komitmen, uang, dan juga sumber daya manusia maupun sumber daya alat.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Awal mula dari <em>digital transformation<\/em> sendiri ialah inovasi, maka sebelum melakukan <em>digital transformation<\/em>, sebuah organisasi diharapkan aktif mengeluarkan dan mendiskusikan ide yang dirasa dapat menjadi inovasi terbaru untuk meningkatkan kualitas organisasi atau perusahaan. Dalam berinovasi, ada 3 tahap yang harus dilalui yaitu tahap <strong><em>ideation, implementation<\/em>,<\/strong> dan <strong><em>value generation<\/em><\/strong>. Tahap <em>ideation<\/em> yaitu tahap pengumpulan ide inovasi dari anggota-anggota organisasi, <em>implementation<\/em> adalah tahap pengembangan yang dilakukan oleh organisasi misalnya pengembangan oleh Tim IT, selanjutnya adalah <em>value generation<\/em> yang mana merupakan hasil dari pengimplementasian.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya apabila inovasi telah berhasil diciptakan, maka perlahan organisasi dapat menyiapkan proses <em>digital transformation<\/em>. Terdapat 4 tahap <em>digital transformation<\/em> yang harus dilakukan oleh organisasi, yaitu tahap <strong><em>pre-core, core, adjacent,<\/em> <\/strong>dan<strong> transform.<\/strong> Pada tahap <em>pre-core<\/em>, perusahaan mulai menyadari perlunya dilakukan perubahan cara kerja pada organisasinya, pada tahap <em>core<\/em> organisasi mencoba melihat inovasi apa yang dapat dikembangkan dari bisnis modelnya saat ini, pada tahap <em>adjacent<\/em> perusahaan mencoba menganalisa bisnis model baru yang dapat dikembangkan berdasarkan keahlian organisasi, terakhir adalah menjalankan transformasi tersebut dan melihat tujuan kedepan mengenai perubahan-perubahan selanjutnya.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan pengalaman beberapa perusahaan di Indonesia yang telah menjalankan proses digital transformation di antaranya Bank BCA, Bank BRI, dan Bank Mandiri, ada hal-hal yang dapat diterapkan agar perusahaan berhasil bertransformasi. Di antara lain yaitu dengan mengajak staf organisasi agar aktif memberikan ide inovasi untuk perusahaannya, mengadakan acara<em> innovation award<\/em>, membuka ruang <em>feedback<\/em>, berkomitmen untuk mengembangkan tim digital, merekrut profesional atau melakukan <em>hackaton<\/em>, mengadaptasi cara kerja<em> start-up<\/em>, menciptakan <em>super apps<\/em> dan <em>digital ecosystem<\/em> untuk organisasi.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><em>Digital transformation<\/em> membutuhkan komitmen kuat dari organisasi, maka untuk kelanjutan <em>digital transformation<\/em> perusahaan diharapkan menciptakan budaya kerja yang sadar akan inovasi, yang dapat dimulai dari <em>leader<\/em> atau manajerial ke atas. <em>Leader<\/em> berperan penting dalam membentuk budaya kerja di dalam sebuah organisasi. Selanjutnya yaitu terus berkomitmen kepada tim digital dan mengembangkan tim digital dengan mencoba mengubah segala proses tradisional di dalam organisasi menjadi digital.<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>\u2014-<\/p>\n<p><strong>References:<\/strong><br \/>\n1. Corporate Digital Transformation Report 2020 \u2013 DailySocial, DSResearch, dan Kemkominfo<br \/>\n2. https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/digital-transformation<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Digital transformation merupakan sebuah inovasi teknologi yang dilakukan oleh organisasi dengan mengubah cara tradisional yang ada di dalam bisnis modelnya menjadi digital. Perubahan digital berarti mengubah proses di dalam sebuah organisasi menjadi lebih singkat, mudah, efektif, dan cepat. Tentu saja hal tersebut berdampak positif bagi organisasi. Namun untuk menjalankan digital transformation, organisasi harus rela berkomitmen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10821,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11379,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10820\/revisions\/11379"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}