{"id":10816,"date":"2021-07-27T00:00:00","date_gmt":"2021-07-27T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/07\/27\/mobile-learning-adalah-cara-belajar-utama-di-masa-depan\/"},"modified":"2024-09-05T07:58:35","modified_gmt":"2024-09-05T07:58:35","slug":"mobile-learning-adalah-cara-belajar-utama-di-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/07\/27\/mobile-learning-adalah-cara-belajar-utama-di-masa-depan\/","title":{"rendered":"Mobile Learning adalah Cara Belajar Utama di Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p>Hampir seluruh perusahaan LMS (Learning Management System) di dunia saat ini dapat digunakan melalui mobile, dengan mudah, pengguna hanya perlu mengunggah aplikasi LMS tersebut melalui telepon genggam mereka. Tidak lain karena semua orang saat ini hidup ketergantungan dengan telepon genggam mereka. Telepon genggam adalah benda yang paling sering dibawa oleh siapapun. Dapat dikatakan bahwa telepon genggam saat ini adalah barang primer. Kita menghabisakna kebanyakan dari waktu kita di media sosial,<em> e-mail<\/em> bisnis atau pekerjaan, <em>surfing<\/em> di internet, main <em>games,<\/em> dan bahkan belajar melalui mobile. Bahkan di Amerika, 77% penduduknya memiliki <em>smartphone<\/em> atau <em>mobile<\/em>. Dengan hal tersebut, memanfaatkan <em>mobile<\/em> sebagai alat untuk meningkatkan <em>engagement<\/em> adalah keputusan yang tepat. Tapi mengapa?<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8599 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/tablet-512x342.jpeg\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p><strong>01. Mobile adalah Kebutuhan Primer<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-8595 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/okk-513x342.jpeg\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"271\" \/><\/p>\n<p>Bila dahulu untuk mengakses internet, kita membutuhkan komputer, saat ini kita telah bergerak jauh dari itu. Handphone yang kita gunakan sehari-hari cukup untuk mengakses internet dan melakukan pembelajaran. Bahkan menurut data yang diambil oleh Pew Research Center, 85% penduduk Amerika memiliki <em>mobile<\/em> sedangkan setengah dari penduduk Amerika telah memiliki tablet. Banyak juga yang memiliki <em>smartwatches<\/em>, namun fungsi yang dimiliki <em>smartwatches<\/em> berbeda. Dimana <em>smartwatches<\/em> hanya digunakan untuk menerima pesan, telepon, notifikasi, atau pemantau kesehatan. Untuk belajar sendiri, <em>smartwatche<\/em>s bukanlah pilihan yang tepat untuk digunakan. Maka apabila kita hendak mendapatkan <em>engagement<\/em> yang tinggi, maka konten kita harus siap dibuka secara nyaman melalui <em>mobile<\/em> ataupun tablet.<\/p>\n<p><strong>02. Fleksibiltas dari Mobile<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-8596 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/flx-228x342.jpeg\" alt=\"\" width=\"228\" height=\"342\" \/><\/p>\n<p>Penggunaan <em>mobile<\/em> meningkatkan fleksibilitas penggunanya. Dengan kegiatan yang padat, dengan bantuan <em>mobile<\/em>, kita dapat melakukan pembelajaran di mana saja. Hal tersebut menambah waktu pengguna dalam melakukan pembelajaran. Dengan begitu, pembelajaran akan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan. Dengan meningkatnya fleksibilitas dalam belajar, pengguna dapat mengakses konten pembelajaran darimana saja. Mereka dapat diam di rumah tanpa membuka <em>desktop<\/em> mereka dan belajar melalui <em>mobile<\/em>. Mereka juga dapat berpergian atau menikmati waktu di <em>coffee shop<\/em> sambil mengakses konten pembelajaran, cukup dengan <em>mobile.<\/em><\/p>\n<p>03. Learner Focused<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-8601 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/learbn-514x342.jpeg\" alt=\"\" width=\"259\" height=\"172\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akhirnya hal penting bagi pengguna adalah ketika mereka merasa nyaman melakukan pembelajaran. Kemudahan <em>mobile<\/em> untuk digunakan kapan saja dan dimana saja menunjukkan bahwa pembelajaran melalui <em>mobile<\/em> dapat membantu mereka mengatasi masalahnya. Sehingga bagi pengguna, mereka mungkin akan menggunakan<em> laptop<\/em> atau <em>desktop<\/em> saat pembelajaran dilakukan di ruangan yang nyaman. Namun, untuk melakukan pembelajaran dimana dan kapan saja. <em>Mobile learning<\/em> akan menjadi pilihan yang paling tepat.<\/p>\n<p>Silakan lakukan penelitian ini dengan staff anda, beritahu kami, mana yang menjadi preferensi mereka.<\/p>\n<p>\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2014\u2013<\/p>\n<p>References:<\/p>\n<p>01. Photos<br \/>\nUnsplash by Paul Hanoka<br \/>\n<a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/HbyYFFokvm0\">https:\/\/unsplash.com\/photos\/HbyYFFokvm0<\/a><\/p>\n<p>Unsplash by Sajad Nori<br \/>\nhttps:\/\/unsplash.com\/photos\/1cMVyPpwwJk<\/p>\n<p>Unsplash by Erik Mclean<br \/>\nhttps:\/\/unsplash.com\/photos\/PMUhd1t3EGU<\/p>\n<p>Unsplash by Zhenzhong Liu<br \/>\nhttps:\/\/unsplash.com\/photos\/02JRb0gOp30<\/p>\n<p>02. Articles and Journals<br \/>\nZ., Mark. Leveraging Mobile Learning to Increase Engagement. Online, E-learning Industry (2021).<br \/>\nhttps:\/\/elearningindustry.com\/leveraging-mobile-learning-to-increase-engagement<\/p>\n<p>J., Nie. Why can\u2019t we be separated from our smartphones? The viral roles of smartphone activity in smartphone anxiety. Online,\u00a0 Research Gate (2020).<br \/>\nhttps:\/\/www.researchgate.net\/publication\/340109587_Why_can\u2019t_we_be_separated_from_our_smartphones_The_vital_roles_of_smartphone_activity_in_smartphone_separation_anxiety<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hampir seluruh perusahaan LMS (Learning Management System) di dunia saat ini dapat digunakan melalui mobile, dengan mudah, pengguna hanya perlu mengunggah aplikasi LMS tersebut melalui telepon genggam mereka. Tidak lain karena semua orang saat ini hidup ketergantungan dengan telepon genggam mereka. Telepon genggam adalah benda yang paling sering dibawa oleh siapapun. Dapat dikatakan bahwa telepon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10817,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10816"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11373,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10816\/revisions\/11373"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10817"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}