{"id":10773,"date":"2020-01-03T00:00:00","date_gmt":"2020-01-03T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/01\/03\/critical-thinking-vs-analytical-thinking-vs-creative-thinking\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:20","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:20","slug":"critical-thinking-vs-analytical-thinking-vs-creative-thinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/01\/03\/critical-thinking-vs-analytical-thinking-vs-creative-thinking\/","title":{"rendered":"Critical Thinking Vs Analytical Thinking Vs Creative Thinking"},"content":{"rendered":"<h3><span style=\"font-weight: 400\">Apa itu Critical Thinking?<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Critical thinking atau berpikir kritis merupakan keterampilan yang memungkinkan seseorang membuat keputusan yang logis, berdasarkan informasi yang didapat dan diolah sesuai kemampuan.\u00a0 Menurut <\/span><a href=\"http:\/\/www.wabisabilearning.com\"><span style=\"font-weight: 400\">www.wabisabilearning.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> definisi dari berpikir kritis sebagai sebuah pemikiran yang jelas, rasional, logis dan mandiri. Hal itu tentang meningkatkan pemikiran dengan cara menganalisis, menilai dan merekonstruksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ciri Seorang Critical Thinking<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memiliki Rasa Ingin Tahu<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kreativitas<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tekun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Obyektif<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seorang critical thinker dalam menghadapi sebuah persoalan\/permasalahan akan berusaha untuk menemukan informasi yang relevan, menanyakan pertanyaan yang bermakna, mempertimbangkan sudut pandang alternatif, mengaplikasikan logika dan alasan yang masuk akal, menghindari asumsi dan mempertimbangkan segala kesempatan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Apa itu Analytical Thinking?<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang dikutip dari <\/span><a href=\"http:\/\/www.wabisabilearning.com\"><span style=\"font-weight: 400\">www.wabisabilearning.com<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> analytical thinking adalah sebuah aksi memecahkan sesuatu yang kompleks menjadi sebuah informasi yang lebih sederhana dan dapat dengan mudah dipahami.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">Ciri Seorang Analytical Thinking<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kritis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Solutif<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Komunikator<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>Seorang yang memiliki kemampuan analytical thinking biasanya mampu untuk mengidentifikasi sebuah masalah, menemukan fakta &#8211; fakta dan bukti yang relevan, menyederhanakan informasi, menggunakan logika dan beralasan. Seorang yang memiliki kemampuan analytical thinking juga biasanya akan mengevaluasi opini dan sudut pandang dari diri sendiri, menyimpulkan lalu menyimpulkan sebuah pengetahuan baru.<\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Apa itu Creative Thinking?<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kemampuan berpikir kreatif atau creative thinking seseorang dapat menghasilkan dan mengaplikasikan ide-ide orang dalam konteks yang spesifik, dapat melihat situasi dengan cara yang berbeda, mengidentifikasi masalah dan melihat serta membuat sebuah cara baru yang menghasilkan output yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<h4><span style=\"font-weight: 400\">Ciri Seorang Creative Thinking<\/span><\/h4>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Komunikator<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Open minded<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Risk taker<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fleksibel<\/span><\/li>\n<li>Berpengetahuan luas<\/li>\n<\/ol>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Hubungannya dengan Taksonomi Bloom<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berdasarkan definisinya critical thinking, analytical thinking dan creative thinking merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam taksonomi Bloom Anderson revisi, HOTS atau high order thinking skills yakni kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan sejatinya sama dengan ketiga keterampilan berpikir tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Keterampilan ini adalah soft skill yang menjadi fokus kurikulum di seluruh dunia, dan yang sangat diminati di dunia kerja saat ini. Keterampilan berpikir ini akan membuat seseorang siap menghadapi karir di luar perguruan tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<p>https:\/\/inkbotdesign.com\/creative-thinking\/<\/p>\n<p>https:\/\/www.indeed.com\/career-advice\/resumes-cover-letters\/analytical-skills<\/p>\n<p>https:\/\/www.wabisabilearning.com\/blog\/critical-thinking-vs-analytical-thinking-vs-creative-thinking<\/p>\n<p>https:\/\/www.rasmussen.edu\/student-experience\/college-life\/critical-thinking-skills-to-master-now\/<\/p>\n<p>https:\/\/www.wabisabilearning.com\/critical-thinking<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Critical Thinking? Critical thinking atau berpikir kritis merupakan keterampilan yang memungkinkan seseorang membuat keputusan yang logis, berdasarkan informasi yang didapat dan diolah sesuai kemampuan.\u00a0 Menurut www.wabisabilearning.com definisi dari berpikir kritis sebagai sebuah pemikiran yang jelas, rasional, logis dan mandiri. Hal itu tentang meningkatkan pemikiran dengan cara menganalisis, menilai dan merekonstruksi.\u00a0 Ciri Seorang Critical [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10773","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10773","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10773"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10773\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11872,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10773\/revisions\/11872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10773"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10773"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10773"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}