{"id":10744,"date":"2020-12-31T00:00:00","date_gmt":"2020-12-31T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/31\/6-tips-untuk-membuat-konten-belajar-yang-baik\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:15","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:15","slug":"6-tips-untuk-membuat-konten-belajar-yang-baik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/31\/6-tips-untuk-membuat-konten-belajar-yang-baik\/","title":{"rendered":"6 Tips untuk Membuat Konten Belajar yang Baik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Konten pembelajaran merupakan hal yang esensial dalam pembelajaran. Konten pembelajaran digital merupakan beragam jenis material yang disajikan dalam bentuk digital, konten ini ditujukan untuk membantu siswa dalam memahami materi yang akan dipelajari. Berikut beberapa tips untuk membuat konten pembelajaran digital yang baik.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Kontekstual<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Konten yang kontekstual adalah konten yang menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata yang dialami siswa. Konten yang disajikan harus berdasarkan kebutuhan dari siswa, informasi yang beragam juga langsung ditujukan pada konteks pembelajaran yang sesuai. Ketika membuat konten, pastikan bahwa siswa akan dapat memahami apa yang mereka ingin ketahui dan apa yang harus diketahui.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Desain Konten yang Tidak \u201cto the point\u201d<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Seringkali desain konten pembelajaran terlalu terburu-buru untuk \u201clangsung ke intinya\u201d, yakni menemukan jawaban yang benar. Alangkah lebih baik jika siswa digiring untuk mengenal informasi terlebih dahulu lalu beralih mengaplikasikan pengetahuan dan melakukan diskusi yang efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mulailah dengan skenario yang berhipotesis lalu mintalah dugaan situasional. Sajikan sebagian kecil informasi dan minta peserta berdiskusi implikasinya tanpa mengetahui konteks sepenuhnya. Terakhir ajak siswa untuk menemukan dan mengeksplorasi dan berakhir pada penemuan pengetahuan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Tidak Melupakan Tema Besar Materi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap orang pasti setuju dengan mencacah konten lebih kecil adalah langkah yang baik dalam membuat digital learning content. Ketika membagi konten menjadi poin yang lebih kecil dan fokus pada satu materi kecil. Namun, saat itu juga terdapat kemungkinan siswa akan kehilangan gambaran besar dari keseluruhan materi. Selain itu terkadang siswa juga kesulitan menghubungkan antara satu pengetahuan dengan pengetahuan lain. Mencacah konten itu baik namun jangan melupakan gambaran dari tema besar materi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Merancang Pembelajaran yang Meningkatkan Kolaborasi\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Siswa seringkali belajar secara asynchronous dan dengan kecepatan saat menggunakan konten pembelajaran digital. Seringkali pengajar lupa untuk mendesain konten untuk kolaborasi dan memasukkan percakapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk itu, pengajar perlu melihat rancangan desain konten pembelajaran yang dapat menstimulasi inkuiri dan percakapan untuk siswa yang mempelajari. Menstimulasi dengan pertanyaan akan menghasilkan diskusi yang sesuai, percakapan akan membawa kepada jawaban benar dari pertanyaan tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Menguji Apersepsi\u00a0<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai pengajar, seringkali dalam pembuatan digital learning content menempatkan diri sebagai \u201corang yang lebih tahu\u201d sedang memberitahu \u201corang yang belum tahu\u201d. Pengajar memperlakukan siswa secara merata bahwa mereka \u201ctidak tahu apapun\u201d. Jangan lupa bahwa, siswa bisa saja sudah memiliki pengetahuan sebelumnya. Uji pengetahuan siswa mengenai materi yang akan diajarkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Mudah Dipahami dan Interaktif<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika memungkinkan, buat pengalaman belajar yang menyenangkan melalui interaktivitas dan eksperimen. Berikan ruang bagi siswa untuk eksplorasi. Biarkan mereka bermain dengan ide-ide terlebih dahulu, tanpa konsekuensi dari atau kekhawatiran tentang kesalahan, sebelum beralih ke pengajaran yang lebih formal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pengajar saat ini tidak hanya membagikan ilmunya lewat ceramah saja, tetapi juga mampu merancang dan membuat digital learning content yang dapat membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<p>https:\/\/www.nextthought.com\/thoughts\/2016\/09\/six-tips-for-creating-great-digital-learning-content<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konten pembelajaran merupakan hal yang esensial dalam pembelajaran. Konten pembelajaran digital merupakan beragam jenis material yang disajikan dalam bentuk digital, konten ini ditujukan untuk membantu siswa dalam memahami materi yang akan dipelajari. Berikut beberapa tips untuk membuat konten pembelajaran digital yang baik. Kontekstual Konten yang kontekstual adalah konten yang menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":10745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10744","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11793,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10744\/revisions\/11793"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}