{"id":10641,"date":"2020-12-22T00:00:00","date_gmt":"2020-12-22T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/22\/strategi-dibalik-penempatan-produk\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:16","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:16","slug":"strategi-dibalik-penempatan-produk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2020\/12\/22\/strategi-dibalik-penempatan-produk\/","title":{"rendered":"Strategi dibalik penempatan produk"},"content":{"rendered":"<p>Setelah beberapa kali pergi ke supermarket besar yang ada disekitar Jakarta, Saya merasakan ada beberapa persamaan dalam penataan produk yang seolah-olah sudah direncanakan oleh mereka. Seperti mudahnya mencari beberapa produk dengan melihat area yang sudah diset seperti area untuk produk daging (sapi, ayam, &amp; laut), area untuk makanan ringan, area untuk produk susu dan seterusnya. Perencanaan ini dinamakan\u00a0<em>Planogram<\/em>.<\/p>\n<p>Menurut kamus Merriam-Webster arti dari Planogram adalah <em>&#8220;<span style=\"font-size: 14px\">a schematic drawing or plan for displaying merchandise in a store so as to maximize sales&#8221; <\/span><\/em><span style=\"font-size: 14px\">yang memiliki arti &#8220;gambar skema atau rencana untuk memajang barang dagangan di toko untuk memaksimalkan penjualan.&#8221;<\/span><\/p>\n<p>Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan\u00a0<em>Planogram<\/em> dan umumnya ada dua keuntungan yang dapat dirasakan yaitu memaksimalkan penjualan dan ruang.<br \/>\nDalam dunia retail, luasnya ruangan merupakan aset yang mahal. Dengan menggunakan <em>Planogram<\/em>, para pemilik toko dapat memaksimalkan peletakan produk dengan efisien dan dapat mengurangi biaya untuk menambah ruangan lain.<\/p>\n<p>Salah satu contoh <em>Planogram<\/em>:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-8098\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Optimum-GumCoughMintChocolateCandy-Planogram-290x342.jpg\" alt=\"\" width=\"290\" height=\"342\" \/>Gambar: <a href=\"http:\/\/ccentral.ca\/planograms-make-your-shelves-shoppable\/\">CCentral<\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px\">Perencanaan tata letak produk ini mirip seperti kita sedang merencanakan strategi mendesain sebuah website\/ aplikasi. Kita akan menyusun <em>User Journey<\/em> yang merefleksikan alur calon pengguna website\/aplikasi. Dari awal mereka masuk website\/ aplikasi sampai mereka dengan mudah menemukan apa yang dicari.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 14px\"><br \/>\nSumber: <a href=\"https:\/\/www.shopify.co.id\/retail\/planogram-visual-merchandising\">Shopify.<\/a><br \/>\nFeatured Image: Photo by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@walk_?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">WALK_<\/a> on <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/grocery-stores?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Unsplash<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah beberapa kali pergi ke supermarket besar yang ada disekitar Jakarta, Saya merasakan ada beberapa persamaan dalam penataan produk yang seolah-olah sudah direncanakan oleh mereka. Seperti mudahnya mencari beberapa produk dengan melihat area yang sudah diset seperti area untuk produk daging (sapi, ayam, &amp; laut), area untuk makanan ringan, area untuk produk susu dan seterusnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10642,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11811,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10641\/revisions\/11811"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10642"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}