{"id":10545,"date":"2021-03-05T00:00:00","date_gmt":"2021-03-05T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/03\/05\/jenis-jenis-umpan-balik-dari-pebelajar-tujuan-dan-metode-yang-digunakan\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:14","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:14","slug":"jenis-jenis-umpan-balik-dari-pebelajar-tujuan-dan-metode-yang-digunakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/03\/05\/jenis-jenis-umpan-balik-dari-pebelajar-tujuan-dan-metode-yang-digunakan\/","title":{"rendered":"Jenis-jenis Umpan Balik dari Pebelajar, Tujuan dan Metode yang digunakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam realitas baru virus corona dan pembelajaran online, umpan balik dari peserta didik kepada guru sama pentingnya seperti sebelumnya. Jadi, umpan balik pelajar adalah apa yang akan saya bahas dalam artikel ini.<\/span><\/p>\n<p><b>Bagaimana Mengumpulkan Umpan Balik Secara Efektif, Kapan, dan Mengapa<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada dua jenis umpan balik: dari guru ke pelajar dan dari pelajar ke guru. Jenis umpan balik yang pertama sangat sering dibicarakan, sedangkan yang kedua kebanyakan tidak diperhatikan. Namun, saya percaya bahwa dalam realitas baru virus corona dan pembelajaran online, umpan balik dari peserta didik kepada guru sama pentingnya seperti sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lebih lengkap mengenai pentingnya umpan balik dapat dibaca <\/span><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/knowledge\/2019\/06\/pentingnya-memberikan-feedback-pada-konten-elearning\/\"><span style=\"font-weight: 400\">disini<\/span><\/a><\/p>\n<p><b>Apa itu Umpan Balik Peserta Didik?<\/b><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Umpan balik peserta didik adalah tanggapan peserta didik mengenai pengalaman belajar mereka, komunikasi dengan instruktur dan kelompok, serta kompleksitas dan kegunaan materi pembelajaran. Begitu siswa merasakan dorongan untuk menceritakan atau menanyakan sesuatu, mereka harus dapat melakukannya tanpa rasa takut dihakimi atau disalahpahami. Oleh karena itu, sistem umpan balik harus se-impersonal mungkin. Misalnya, selalu lebih mudah untuk mengutarakan pendapat Anda dalam formulir survei daripada melalui email pribadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Nah, dari segi kronologis, ada 3 jenis umpan balik peserta didik yang diberikan: 1) sebelum, 2) selama, dan 3) setelah kelas \/ ceramah \/ pembelajaran online. Masing-masing jenis umpan balik ini memiliki tujuan uniknya sendiri dan perlu didorong serta difasilitasi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Umpan Balik Siswa sebelum Pembelajaran dimulai<\/span><\/h3>\n<p><b>Tujuan<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Jenis umpan balik ini ditujukan untuk mencegah masalah terjadi atau menyelesaikannya pada tahap termudah sebelum memperburuknya. Idenya di sini adalah membiarkan siswa meninggalkan umpan balik bahkan sebelum Anda bertanya kepada mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Siswa membentuk kesan tentang kursus pembelajaran Anda bahkan sebelum dimulai. Mereka melihat informasi umum tentang kursus, jadwal pembelajaran, profil sosial Anda, dan membuat gambaran awal di kepala mereka, yang akan mempengaruhi seluruh pengalaman mereka. Dengan membiarkan orang menyuarakan pendapat mereka sebelum kursus dimulai, Anda memiliki kesempatan untuk memahami kesan pertama yang diciptakan kursus Anda, memperbaikinya jika diperlukan, dan melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, beberapa siswa lebih suka bekerja dalam kelompok kecil daripada dalam kelompok besar. Biarkan orang lain memberi tahu preferensi mereka agar Anda dapat mengatur pekerjaan dengan lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><b>Metode\/alat<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Pertama, buat chatbot yang akan muncul di sudut situs web Anda dan memiliki dua tujuan. 1) Ini akan digunakan untuk tujuan informasional jika pelajar perlu menjelaskan sesuatu. Lagi pula, selalu lebih mudah untuk mempercayakan pertanyaan umum kepada chatbot daripada menjawabnya berulang kali sepanjang waktu. 2) Ini akan digunakan untuk menawarkan umpan balik. Setelah pengguna mengklarifikasi semuanya, biarkan chatbot meminta masukan dari pengguna. \u201cSejauh ini Anda menyukai kursus ini? Adakah yang ingin Anda rekomendasikan untuk ditingkatkan? \u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua, terapkan pemeriksa suasana hati dalam bentuk survei. Setiap pagi sebelum Anda memiliki kelas, mintalah siswa Anda untuk mengisi formulir dengan pertanyaan: \u201cBagaimana perasaan Anda hari ini?\u201d \u201cBerapa tingkat energi Anda?\u201d \u201cSejauh ini Anda menyukai kursus ini?\u201d Ini akan memungkinkan Anda melacak suasana hati dan suasana umum dalam kelompok belajar dan mengidentifikasi masalah apapun tepat waktu.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Umpan balik Siswa selama Pembelajaran berlangsung<\/span><\/h3>\n<p><b>Tujuan<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan dari jenis umpan balik ini adalah untuk membiarkan siswa mengutarakan pendapat mereka saat dalam perjalanan. Hal ini, pada gilirannya, harus menginspirasi suasana transparansi dan kebebasan berekspresi dalam kelompok belajar. Ini sangat penting untuk pengalaman dan hasil belajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, setelah Anda selesai menjelaskan subtopik, tanyakan kepada siswa Anda, &#8220;Apakah semuanya jelas di sini?&#8221; Siswa harus merasa bahwa pendapat mereka diterima kapan saja.<\/span><\/p>\n<p><b>Metode\/alat<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Umpan balik ini dapat diterima tanpa alat sama sekali, cukup minta siswa untuk mengutarakan pendapatnya saat percakapan berlangsung. Ini sangat mudah dilakukan jika Anda berkomunikasi di ruang kelas tradisional melalui konferensi video atau obrolan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Namun, jika ini adalah kursus pembelajaran tanpa komunikasi langsung (misalnya, kursus yang disampaikan melalui LMS), Anda dapat menerapkan alat yang mirip dengan reaksi dan komentar Facebook. Di bawah setiap kursus pembelajaran, video, artikel, atau tes, memungkinkan pengguna untuk meninggalkan reaksi atau komentar mereka. Ini akan menjadi kesempatan yang sempurna bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan klarifikasi atau mengungkapkan perasaan mereka tentang pembelajaran. Ini akan membantu Anda meningkatkan rencana pembelajaran Anda dengan mempertimbangkan preferensi pelajar.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400\">Umpan balik Siswa setelah Pembelajaran berlangsung<\/span><\/h3>\n<p><b>Tujuan<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Jenis umpan balik ini ditujukan untuk mendengarkan pemikiran peserta didik Anda setelah mereka memiliki waktu untuk memproses perasaan mereka tentang kursus pembelajaran Anda. Ini lebih tentang tujuan pembelajaran jangka panjang. Apakah pelajar senang dengan kursus Anda? Apakah materi pembelajaran bermanfaat? Apakah para siswa benar-benar mempelajari sesuatu? Apakah mereka siap merekomendasikan kursus Anda kepada teman-teman mereka?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, jika siswa merasa terlalu banyak teori dan terlalu sedikit tugas praktis, mereka dapat memberi tahu Anda hanya setelah pelajaran. Dan penting bagi Anda untuk memperhitungkannya untuk pengalaman belajar yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><b>Metode\/alat<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Anda dapat mengharapkan siswa untuk datang kepada Anda dengan komentar dan saran mereka, tetapi ini sedikit naif. Sebaliknya, mulailah proses ini sendiri. Alat nomor satu yang digunakan adalah survei umpan balik. Kirimkan formulir Google atau SurveyMonkey dengan berbagai pertanyaan untuk lebih memahami Pengalaman Pengguna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Anda juga dapat menggunakan chatbot di sini, yang akan muncul dengan pesan, \u201cSaya harap Anda menikmati kursus pembelajaran ini. Apakah Anda ingin memberikan komentar atau saran?\u201d Sekali lagi, lebih mudah memberikan umpan balik yang jujur kepada chatbot daripada kepada seseorang secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><b>Kesimpulan<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak artikel tentang cara memberikan umpan balik. Pertanyaan tentang bagaimana mengumpulkan umpan balik sering kali diabaikan, apalagi alat apa yang digunakan untuk tujuan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saya telah mencoba mengilustrasikan bagaimana Anda dapat menerapkan proses umpan balik pelajar yang efektif dengan tiga solusi eLearning khusus: chatbot, reaksi dan komentar, dan formulir survei. Jangan lupa untuk mengumpulkan umpan balik di semua tahap proses pembelajaran dan Anda akan diberi penghargaan dengan pengalaman dan hasil belajar terbaik.<\/span><\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><b><br \/>\n<\/b><a href=\"https:\/\/elearningindustry.com\/types-of-learner-feedback-tools-and-goals\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/elearningindustry.com\/types-of-learner-feedback-tools-and-goals<\/span><\/a><br \/>\nPhoto by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@celpax?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Celpax<\/a> on <a href=\"\/s\/photos\/polling?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Unsplash<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam realitas baru virus corona dan pembelajaran online, umpan balik dari peserta didik kepada guru sama pentingnya seperti sebelumnya. Jadi, umpan balik pelajar adalah apa yang akan saya bahas dalam artikel ini. Bagaimana Mengumpulkan Umpan Balik Secara Efektif, Kapan, dan Mengapa Ada dua jenis umpan balik: dari guru ke pelajar dan dari pelajar ke guru. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":10546,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10545","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10545","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10545"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10545\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11779,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10545\/revisions\/11779"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10546"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10545"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10545"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10545"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}