{"id":10537,"date":"2021-05-15T00:00:00","date_gmt":"2021-05-15T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/05\/15\/pdpp-model-evaluasi-mata-kuliah-elearning\/"},"modified":"2024-09-24T02:20:12","modified_gmt":"2024-09-24T02:20:12","slug":"pdpp-model-evaluasi-mata-kuliah-elearning","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/2021\/05\/15\/pdpp-model-evaluasi-mata-kuliah-elearning\/","title":{"rendered":"PDPP: Model Evaluasi Mata Kuliah eLearning"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Saat ini, eLearning adalah metode pendidikan yang disukai, baik itu kursus akademik yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan atau pelatihan perusahaan. Mengevaluasi modul eLearning diperlukan untuk memastikan bahwa modul tersebut mampu memenuhi tujuan pembelajaran. Ada berbagai model untuk mengevaluasi sebuah modul pembelajaran. Salah satu model tersebut adalah model PDPP. Model ini dikembangkan oleh Weiyuan Zhang dan Y L Cheng dari University of Hong Kong. Mereka membangun model evaluasi empat fase.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">PDPP adalah singkatan dari evaluasi perencanaan, evaluasi pengembangan, evaluasi proses, dan evaluasi produk.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi perencanaan menilai kualitas perencanaan yang dilakukan sebelum pengembangan mata kuliah. Perencanaan sama pentingnya dengan pembangunan. Aspek umum yang dibahas meliputi evaluasi permintaan pasar, kelayakan, kelompok siswa sasaran, tujuan kursus, keuangan, dan jaminan kualitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi pengembangan menilai berbagai aspek perkembangan aktual modul eLearning. Aspek umum yang dibahas meliputi evaluasi cetak biru, platform eLearning, situs web kursus, desain instruksional, sumber belajar, tugas dan ujian, dan tutor.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi proses menilai proses yang diikuti dalam pengembangan modul eLearning. Aspek umum yang dicakup meliputi evaluasi keseluruhan, dukungan teknis, pemanfaatan situs web, interaksi pembelajaran, pemanfaatan sumber daya, evaluasi pembelajaran, dukungan pembelajaran, dan fleksibilitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tahap terakhir adalah evaluasi produk yang menilai dampak modul eLearning sebagai produk yang ditawarkan oleh organisasi pengembang. Aspek umum yang dicakup meliputi evaluasi tingkat kepuasan, efektivitas pengajaran, efektivitas pembelajaran, hasil lainnya, dan keberlanjutan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada total 26 parameter untuk modul eLearning yang dievaluasi. Ini menjadikannya salah satu model evaluasi yang paling komprehensif. Ini juga banyak digunakan untuk kursus eLearning pendidikan tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berbagai penelitian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa model PDPP dapat digunakan secara efektif untuk menjamin kualitas mata kuliah eLearning. Hal ini telah menjadi tolak ukur untuk membangun kualitas dalam kursus yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan.<\/span><\/p>\n<p><b>Manfaat Model PDPP<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Model PDPP sebagai model evaluasi yang komprehensif menawarkan berbagai manfaat. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi semua aspek<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Model PDPP menangani semua aspek kursus eLearning. Ini melampaui modul yang dikembangkan, kontennya, media, atau pengalaman pengguna. Model evaluasi standar membatasi ruang lingkup evaluasi pada faktor-faktor ini saja. Namun, model PDPP melakukan evaluasi yang komprehensif dengan menggunakan 26 parameter dari studi pasar hingga keberlanjutan kursus. Evaluasi komprehensif seperti itu tidak ada dalam model lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Efektivitas<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan model PDPP telah ditemukan sebagai yang paling efektif untuk penilaian yang paling rinci dari kursus eLearning.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Peningkatan<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Model PDPP didasarkan pada model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, and Product) yang telah diuji. PDPP, bagaimanapun, lebih ditingkatkan dan lebih baik dalam hasil akhirnya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Umpan balik berkualitas<br \/>\n<\/span>Studi yang dilakukan oleh peneliti mengungkapkan bahwa penggunaan evaluasi yang sistematis, seperti model PDPP, dapat menjadi mekanisme umpan balik untuk melakukan perbaikan pada mata kuliah yang akan datang. Bagaimanapun, kita semua bisa belajar dari kesalahan kita.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pembandingan<br \/>\n<\/span>Evaluasi PDPP dapat dijadikan tolak ukur untuk mata kuliah yang akan datang.<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>Kekurangan Model PDPP<br \/>\n<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Model PDPP juga memiliki beberapa kekurangan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bukan model berkelanjutan<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Model PDPP dapat diterapkan setelah pelaksanaan kursus. Dengan demikian, tidak dapat digunakan sebagai model pengendalian kualitas, tetapi hanya sebagai model evaluasi kualitas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membutuhkan keahlian di berbagai bidang<br \/>\n<\/span>Model PDPP mencakup berbagai macam kegiatan yang akan dievaluasi. Dengan demikian, menuntut orang-orang dengan keahlian yang berbeda.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memakan waktu<\/span><span style=\"font-weight: 400\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Model PDPP sangat memakan waktu. Hal ini terlihat dari sifat evaluasinya yang komprehensif.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan meningkatnya permintaan untuk kursus eLearning, menjadi semakin penting untuk melakukan evaluasi mereka dari berbagai sudut pandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Lembaga pendidikan menginvestasikan banyak uang dan sumber daya dalam menciptakan kursus. Di sisi lain, siswa menginvestasikan banyak uang dan waktu dalam kursus ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kursus demikian harus dievaluasi dengan hati-hati berdasarkan semua parameter dan bukan hanya yang akademis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Model evaluasi PDPP memberi kita cara yang tepat untuk mengevaluasi semua aspek kursus eLearning langsung dari riset pasarnya hingga keberlanjutannya. Jika diterapkan dengan ketat, model PDPP dapat membantu meningkatkan kualitas eLearning secara signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>Referensi:<\/strong><br \/>\n<\/span><a href=\"https:\/\/elearningindustry.com\/pdpp-an-evaluation-model-for-elearning-courses\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/elearningindustry.com\/pdpp-an-evaluation-model-for-elearning-courses<\/span><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, eLearning adalah metode pendidikan yang disukai, baik itu kursus akademik yang ditawarkan oleh lembaga pendidikan atau pelatihan perusahaan. Mengevaluasi modul eLearning diperlukan untuk memastikan bahwa modul tersebut mampu memenuhi tujuan pembelajaran. Ada berbagai model untuk mengevaluasi sebuah modul pembelajaran. Salah satu model tersebut adalah model PDPP. Model ini dikembangkan oleh Weiyuan Zhang dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":10538,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77],"tags":[],"class_list":["post-10537","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10537","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10537"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10537\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11758,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10537\/revisions\/11758"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10538"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10537"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10537"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/binus-digital\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10537"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}