Pernahkah Anda membuka sebuah situs web atau aplikasi yang terlihat sangat menarik, tetapi tetap bingung harus mulai dari mana?
Warna-warnanya harmonis. Ilustrasinya menarik. Tipografinya modern. Namun, ketika ingin mencari informasi atau menyelesaikan tugas sederhana, pengguna justru harus menebak-nebak elemen mana yang perlu diperhatikan.
Di sinilah kita perlu melihat desain visual lebih dari sekadar persoalan estetika. Desain visual juga berperan dalam membantu pengguna memahami informasi, menentukan prioritas, dan mengambil tindakan.
Menurut Nielsen Norman Group, terdapat lima prinsip desain visual yang dapat meningkatkan kemudahan penggunaan, yaitu skala (scale), hierarki visual (visual hierarchy), keseimbangan (balance), kontras (contrast), dan prinsip Gestalt. Kelima prinsip ini membantu elemen visual tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga lebih mudah dipahami dan digunakan.
1. Skala: Menunjukkan Apa yang Paling Penting
Ukuran elemen dapat membantu pengguna mengenali tingkat kepentingannya.
Judul utama biasanya dibuat lebih besar daripada deskripsi. Tombol utama dibuat lebih menonjol daripada tombol sekunder. Informasi penting diberi ruang visual yang lebih besar agar lebih cepat dikenali.
Namun, terlalu banyak variasi ukuran justru dapat membuat tampilan terasa berisik. Beberapa tingkatan ukuran yang konsisten, misalnya besar, sedang, dan kecil, biasanya sudah cukup untuk membangun struktur visual yang mudah dipindai.
2. Hierarki Visual: Mengarahkan Urutan Perhatian
Hierarki visual membantu pengguna mengetahui elemen mana yang perlu dilihat terlebih dahulu, lalu berikutnya.
Hierarki dapat dibentuk melalui ukuran, warna, ketebalan huruf, jarak, posisi, dan tingkat kontras. Ketika hierarki visualnya jelas, sebuah halaman akan terasa lebih mudah dipahami karena pengguna tidak perlu memproses semua elemen sekaligus.
Sebaliknya, jika semua judul, tombol, banner, dan informasi dibuat sama-sama menonjol, tidak ada satu pun yang benar-benar menjadi prioritas.
3. Keseimbangan: Menjaga Komposisi Tetap Stabil
Keseimbangan tidak selalu berarti seluruh elemen harus simetris. Komposisi asimetris pun dapat terasa seimbang apabila bobot visualnya terdistribusi dengan baik.
Misalnya, sebuah gambar besar di sisi kiri dapat diseimbangkan oleh judul, deskripsi, dan tombol di sisi kanan. Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah elemen, tetapi juga ukuran, posisi, warna, dan ruang kosong di sekitarnya.
Keseimbangan membantu tampilan terasa lebih stabil sehingga pengguna dapat memusatkan perhatian pada informasi yang disampaikan.
4. Kontras: Membuat Perbedaan Lebih Mudah Dikenali
Kontras digunakan untuk membedakan elemen berdasarkan fungsi atau tingkat kepentingannya.
Tombol utama dapat menggunakan warna yang lebih kuat, sedangkan tombol sekunder dibuat lebih tenang. Judul dapat menggunakan bobot huruf yang lebih tebal daripada teks pendukung.
Namun, kontras tidak hanya soal menggunakan warna yang mencolok. Perbedaan antara teks dan latar belakang juga perlu mendukung keterbacaan dan aksesibilitas. Mengurangi kontras teks secara berlebihan justru dapat membuat informasi sulit dibaca.
5. Prinsip Gestalt: Membantu Pengguna Melihat Hubungan Antar Elemen
Prinsip Gestalt menjelaskan kecenderungan manusia untuk mengelompokkan elemen visual menjadi satu kesatuan.
Dalam antarmuka pengguna, prinsip kedekatan (proximity) sangat penting. Label formulir yang diletakkan dekat dengan kolom masukan akan lebih mudah dipahami sebagai pasangan. Sebaliknya, jarak yang tidak konsisten dapat membuat pengguna salah mengira hubungan antar elemen.
Dengan kata lain, ruang kosong bukan sekadar dekorasi. Ruang kosong juga berfungsi sebagai alat komunikasi.
Apa yang Bisa Kita Terapkan?
Sebelum menyatakan sebuah desain sudah selesai, lakukan pemeriksaan sederhana:
- Apakah pengguna dapat mengetahui informasi terpenting dalam beberapa detik?
- Apakah terdapat satu tindakan utama yang terlihat jelas?
- Apakah ukuran dan gaya elemen sudah menunjukkan tingkat kepentingannya?
- Apakah jarak antar elemen membantu menjelaskan hubungan informasinya?
- Apakah kontras warna tetap mendukung keterbacaan?
- Apakah tampilan tetap mudah dipahami ketika ilustrasi atau dekorasi dihilangkan?
Desain yang baik bukanlah desain yang membuat semua elemen terlihat menonjol. Desain yang baik adalah desain yang membantu pengguna memahami apa yang penting, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana melakukannya.
Penutup
Estetika memang penting. Ia dapat membangun kesan, emosi, dan persepsi terhadap sebuah produk digital. Namun, estetika tanpa struktur dapat menghasilkan tampilan yang menarik tetapi membingungkan.
Karena itu, desain visual sebaiknya tidak hanya dinilai dari pertanyaan, “Apakah desain ini terlihat bagus?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah pengguna dapat memahami dan menggunakannya dengan mudah?”
Ketika skala, hierarki visual, keseimbangan, kontras, dan prinsip Gestalt diterapkan secara sadar, desain tidak hanya menjadi lebih indah. Desain juga menjadi lebih komunikatif, terarah, dan fungsional.
Referensi
Nielsen Norman Group, “5 Principles of Visual Design in UX.”
https://www.nngroup.com/articles/principles-visual-design/