Mau di kampus atau dunia kerja, sepertinya banyak dari kita merasa bisa “speedrun” tugas, di saat bersamaan notifikasi – notifikasi berdatangan, kayak chat grup, DM, email, semuanya minta perhatian! Tapi apakah itu benar‑benar produktif, atau cuma refleks kepepet?
Studi klasik oleh Mark, Gudith, & Klocke (2008) menunjukkan sebuah paradoks penting. Ketika pekerjaan sering diinterupsi, orang justru menyelesaikan tugas lebih cepat tanpa penurunan kualitas yang berarti namun harga yang harus dibayar adalah stres, frustrasi, tekanan waktu, dan effort mental yang lebih tinggi. Kecepatan itu muncul sebagai kompensasi: kita mengetik lebih singkat, bergerak lebih cepat, mengejar waktu yang “hilang” akibat interupsi, bukan karena tiba‑tiba jadi super produktif (Mark et al., 2008).
Dekker, Baumgartner, Sumter, & Ohme (2024/2025) dalam penelitiannya menguji strategi populer “mematikan push notification selama sepekan”. Hasilnya justru menantang asumsi umum. Ternyata mematikan notifikasi tidak otomatis mengurangi screen time atau checking frequency, tindakan ini juga tidak langsung memperbaiki self control ataupun produktivitas. Justru kebiasaan mengecek smartphone jadi terasa lebih “sengaja” (habit strength turun), tapi punya efek samping rasa FOMO jadi lebih tinggi (Dekker et al., 2024/2025).
Jika digabungkan gambarannya jadi semakin jelas, interupsi membuat kita ngebut mengerjakan tugas supaya cepat selesai, tapi bayarannya beban mental yang makin naik (Mark et al., 2008). Selain itu, solusi mematikan notifikasi saja, sebenarnya tidak otomatis menyelesaikan masalah, lho! Untuk itu perlu manajemen penggunaan smartphone yang lebih cerdas, agar tidak memicu FOMO (Dekker et al., 2024/2025).
Lalu, bagaimana langkah praktisnya untuk anak zaman sekarang ya? Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengurasi notifikasi (ingat, hanya yang benar‑benar penting saja ya). Buat jeda untuk fokus singkat sekitar 25–50 menit + check window notifikasi terjadwal. Hal ini untuk menjaga ritme tapi kamu tidak kehilangan kontrol.
Jadi, kesimpulannya produktif ≠ ngebut. Produktif itu artinya kamu punya kendali atas perhatianmu, bukan sekadar balapan dengan notifikasi. Fokus ya!
Referensi
Mark, G., Gudith, D., & Klocke, U. (2008). The cost of interrupted work: More speed and stress. Proceedings of the SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems, 107–110. https://doi.org/10.1145/1357054.1357072
Dekker, C. A., Baumgartner, S. E., Sumter, S. R., & Ohme, J. (2024/2025). Beyond the buzz: Investigating the effects of a notification‑disabling intervention on smartphone behavior and digital well‑being. Media Psychology. https://doi.org/10.1080/15213269.2024.2334025