{"id":9748,"date":"2025-10-27T10:18:37","date_gmt":"2025-10-27T03:18:37","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=9748"},"modified":"2025-10-27T10:18:37","modified_gmt":"2025-10-27T03:18:37","slug":"design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/","title":{"rendered":"Design Pattern yang Wajib Dikuasai Setiap Software Engineer"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9749\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1.jpg 1280w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-640x427.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-1200x800.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-480x320.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-768x512.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1-1024x682.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/>Figure 1. Laptop dan buku agenda (sumber: pexels.com)<\/span><\/p>\n<p>Dalam pengembangan perangkat lunak,\u00a0design pattern\u00a0adalah solusi yang telah terbukti untuk menyelesaikan permasalahan umum dalam desain sistem. Menurut\u00a0<em>Gang of Four (GoF)<\/em>, design pattern memberikan bahasa bersama dan struktur berpikir yang membantu tim software engineer bekerja lebih efisien dan menjaga kualitas kode.\u200b<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Apa Itu Design Pattern?<\/strong><\/h1>\n<p>Design pattern adalah pola desain atau\u00a0<em>blueprint<\/em>\u00a0yang menyediakan solusi berulang terhadap masalah yang sering muncul dalam desain perangkat lunak. Mereka bukan kode yang siap dijalankan, tetapi pedoman konseptual yang membantu membuat kode lebih\u00a0<em>maintainable<\/em>,\u00a0<em>reusable<\/em>, dan\u00a0<em>scalable<\/em>.\u200b<\/p>\n<p>Design pattern dibagi menjadi tiga kategori utama:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Creational Pattern:<\/strong>\u00a0Berfokus pada cara pembuatan objek.<\/li>\n<li><strong>Structural Pattern:<\/strong>\u00a0Terkait dengan bagaimana objek disusun atau berinteraksi.<\/li>\n<li><strong>Behavioral Pattern:<\/strong>\u00a0Menjelaskan cara objek berkomunikasi dan berkolaborasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Singleton Pattern: <\/strong>Memastikan bahwa hanya ada satu instance dari sebuah kelas, dan menyediakan titik akses global ke instance tersebut.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Koneksi database, konfigurasi aplikasi.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Mencegah duplikasi sumber daya global dan menjaga konsistensi.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Factory Method Pattern:<\/strong> Menyediakan interface untuk membuat objek, tetapi membiarkan subclass menentukan jenis objek yang akan dibuat.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Sistem plugin di mana tipe objek baru bisa ditambahkan tanpa memodifikasi kode utama.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Memisahkan logika pembuatan objek dari pengguna, meningkatkan fleksibilitas.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Builder Pattern:<\/strong>Memisahkan konstruksi sebuah objek kompleks dari representasinya.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Membuat objek dengan banyak parameter opsional seperti konfigurasi user interface atau laporan PDF.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Kode lebih bersih dan mudah dibaca karena proses pembuatan objek terstruktur.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Strategy Pattern:<\/strong> Memungkinkan pergantian algoritme pada runtime tanpa mengubah kode klien.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Sistem pembayaran online di mana pengguna bisa memilih metode pembayaran yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Mematuhi prinsip\u00a0<em>Open-Closed<\/em>, di mana kode bisa diperluas tanpa diubah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Observer Pattern:<\/strong> Menetapkan hubungan one-to-many antara objek sehingga perubahan pada satu objek secara otomatis diberitahukan ke objek lain.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Notifikasi di media sosial atau sistem event listener.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Memisahkan pengirim dan penerima pesan, meningkatkan modularitas sistem.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Adapter Pattern:<\/strong> Mengizinkan dua interface yang tidak kompatibel bekerja bersama dengan cara menjembataninya.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Integrasi antara modul lama (legacy system) dengan API baru.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Menghindari modifikasi besar pada kode lama saat sistem berevolusi.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>Decorator Pattern:<\/strong> Menambahkan fungsionalitas baru ke objek secara dinamis tanpa mengubah struktur dasarnya.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Menambahkan fitur enkripsi ke modul komunikasi tanpa mengubah kelas aslinya.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Lebih fleksibel dibandingkan subclassing dalam memperluas perilaku objek.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<ol start=\"8\">\n<li><strong>MVC (Model-View-Controller) Pattern:<\/strong> Memisahkan logika bisnis (Model), tampilan (View), dan kontrol aliran (Controller) untuk meningkatkan modularitas dan pemeliharaan kode.\u200b<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Contoh:<\/strong>\u00a0Framework modern seperti Django, Spring, dan Laravel menggunakan pola ini.<\/p>\n<p><strong>Keuntungan:<\/strong>\u00a0Memudahkan pengujian dan pengembangan paralel antar tim frontend dan backend.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/refactoring.guru\/design-patterns\u200b<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/bytebytego.com\/guides\/18-key-design-patterns-every-developer-should-know\/\u200b<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/blog.bitsrc.io\/3-design-patterns-every-developer-should-learn-71a51568ac9d\u200b<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/www.geeksforgeeks.org\/system-design\/software-design-patterns\/\u200b<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/dev.to\/wallacefreitas\/the-six-best-design-patterns-every-developer-should-know-11g0\u200b<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Figure 1. Laptop dan buku agenda (sumber: pexels.com) Dalam pengembangan perangkat lunak,\u00a0design pattern\u00a0adalah solusi yang telah terbukti untuk menyelesaikan permasalahan umum dalam desain sistem. Menurut\u00a0Gang of Four (GoF), design pattern memberikan bahasa bersama dan struktur berpikir yang membantu tim software engineer bekerja lebih efisien dan menjaga kualitas kode.\u200b &nbsp; Apa Itu Design Pattern? Design pattern [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9749,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-9748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Design Pattern yang Wajib Dikuasai Setiap Software Engineer - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Design Pattern yang Wajib Dikuasai Setiap Software Engineer - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Figure 1. Laptop dan buku agenda (sumber: pexels.com) Dalam pengembangan perangkat lunak,\u00a0design pattern\u00a0adalah solusi yang telah terbukti untuk menyelesaikan permasalahan umum dalam desain sistem. Menurut\u00a0Gang of Four (GoF), design pattern memberikan bahasa bersama dan struktur berpikir yang membantu tim software engineer bekerja lebih efisien dan menjaga kualitas kode.\u200b &nbsp; Apa Itu Design Pattern? Design pattern [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-27T03:18:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Picture1.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/\",\"name\":\"Design Pattern yang Wajib Dikuasai Setiap Software Engineer - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-10-27T03:18:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-27T03:18:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/10\/design-pattern-yang-wajib-dikuasai-setiap-software-engineer\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9750,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9748\/revisions\/9750"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}