{"id":9663,"date":"2025-09-30T11:20:27","date_gmt":"2025-09-30T04:20:27","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=9663"},"modified":"2025-10-02T11:32:45","modified_gmt":"2025-10-02T04:32:45","slug":"trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/","title":{"rendered":"Trace and Tracking: Sistem Informasi yang Menjadi Penjaga Keamanan Pangan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9664\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Gambar6-22.png\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"624\" \/><\/p>\n<h1><strong>Mengapa Food Safety Itu Penting?<\/strong><\/h1>\n<p>Keamanan pangan (<em>food safety<\/em>) adalah isu global. Menurut WHO, setiap tahun sekitar <strong>600 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit akibat makanan yang terkontaminasi<\/strong>. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga ekonomi, reputasi bisnis, dan kepercayaan konsumen.<\/p>\n<p>Dalam dunia rantai pasok makanan yang semakin kompleks, dari petani hingga meja makan, risiko kontaminasi bisa muncul di berbagai titik. Untuk itu, diperlukan sistem yang mampu memastikan asal-usul, perjalanan, hingga kondisi makanan dapat dilacak dengan cepat. Di sinilah <strong>trace and tracking system<\/strong> berbasis teknologi informasi berperan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Apa Itu Trace and Tracking System?<\/strong><\/h1>\n<p><strong>Traceability<\/strong> berarti kemampuan untuk menelusuri riwayat, penerapan, atau lokasi suatu produk melalui rantai pasok. Sementara <strong>tracking<\/strong> adalah kemampuan untuk mengikuti pergerakan produk dari satu titik ke titik lain.<\/p>\n<p>Sistem informasi trace and tracking biasanya memanfaatkan:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Database terintegrasi<\/strong> untuk mencatat data produksi, distribusi, dan penyimpanan.<\/li>\n<li><strong>IoT sensor<\/strong> untuk memantau suhu, kelembaban, dan kondisi transportasi.<\/li>\n<li><strong>Blockchain<\/strong> untuk menjamin transparansi dan integritas data.<\/li>\n<li><strong>Kode QR atau RFID<\/strong> agar konsumen maupun regulator dapat mengakses informasi asal produk dengan mudah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Bagaimana Sistem Ini Membantu Food Safety?<\/strong><\/h1>\n<ol>\n<li><strong> Deteksi Cepat dan Respons Efektif<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika terjadi kasus keracunan makanan, sistem trace and tracking bisa dengan cepat mengidentifikasi <em>batch<\/em> atau jalur distribusi yang bermasalah. Produk dapat ditarik (recall) lebih cepat sehingga mencegah penyebaran lebih luas.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Transparansi dan Kepercayaan Konsumen<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan adanya kode QR di kemasan, konsumen bisa mengetahui asal bahan, lokasi panen, hingga jalur distribusi produk. Transparansi ini meningkatkan kepercayaan, terutama di era konsumen yang makin peduli pada isu <em>food safety<\/em> dan sustainability.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Pencegahan Kontaminasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sensor IoT yang terhubung dengan sistem informasi dapat memantau suhu dan kelembaban selama transportasi makanan segar. Jika kondisi tidak sesuai standar, sistem bisa memberi peringatan dini.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Kepatuhan Regulasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Banyak negara dan organisasi internasional mewajibkan produsen makanan memiliki sistem traceability untuk ekspor dan impor. Sistem informasi mempermudah perusahaan mematuhi standar seperti <strong>ISO 22000<\/strong> atau regulasi Uni Eropa tentang keamanan pangan.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong> Analitik Data untuk Perbaikan Berkelanjutan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Data historis yang terkumpul bisa dianalisis dengan AI untuk mengidentifikasi pola risiko, seperti titik rantai pasok yang paling rawan kontaminasi. Dari sini, perusahaan bisa meningkatkan standar kualitas secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Contoh Nyata<\/strong><\/h1>\n<ul>\n<li><strong>Walmart<\/strong> bekerja sama dengan IBM Food Trust menggunakan blockchain untuk melacak asal usul produk seperti mangga dan daging babi. Proses pelacakan yang sebelumnya memakan waktu <strong>7 hari<\/strong>, dipangkas menjadi hanya <strong>2,2 detik<\/strong>.<\/li>\n<li><strong>Uni Eropa<\/strong> mewajibkan traceability untuk semua produk pangan sebagai bagian dari <em>General Food Law Regulation (EC) No. 178\/2002<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Tantangan yang Masih Ada<\/strong><\/h1>\n<ul>\n<li>Biaya implementasi, terutama bagi UMKM.<\/li>\n<li>Integrasi data dari berbagai aktor rantai pasok.<\/li>\n<li>Literasi digital yang belum merata.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Namun, tren digitalisasi supply chain, ditambah kesadaran konsumen, membuat adopsi sistem ini semakin mendesak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h1>\n<p>Sistem informasi trace and tracking bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang <strong>membangun kepercayaan<\/strong> antara produsen, regulator, dan konsumen. Dengan teknologi seperti IoT dan blockchain, keamanan pangan bisa lebih terjamin, respons terhadap krisis lebih cepat, dan transparansi semakin tinggi.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, trace and tracking bukan sekadar sistem logistik, melainkan fondasi menuju masa depan pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Bechini, A., Cimino, M. G., Marcelloni, F., &amp; Tomasi, A. (2008). Patterns and technologies for enabling supply chain traceability through collaborative e-business. <em>Information and Software Technology, 50<\/em>(4), 342\u2013359. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.infsof.2007.02.017<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Aung, M. M., &amp; Chang, Y. S. (2014). Traceability in a food supply chain: Safety and quality perspectives. <em>Food Control, 39<\/em>, 172\u2013184. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.foodcont.2013.11.007<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">IBM Food Trust. (2018). <em>Walmart, IBM, and Blockchain for Food Safety<\/em>. Diakses dari https:\/\/www.ibm.com\/blockchain\/solutions\/food-trust<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa Food Safety Itu Penting? Keamanan pangan (food safety) adalah isu global. Menurut WHO, setiap tahun sekitar 600 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit akibat makanan yang terkontaminasi. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga ekonomi, reputasi bisnis, dan kepercayaan konsumen. Dalam dunia rantai pasok makanan yang semakin kompleks, dari petani hingga meja makan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9664,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[337],"tags":[],"class_list":["post-9663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-information-technology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Trace and Tracking: Sistem Informasi yang Menjadi Penjaga Keamanan Pangan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Trace and Tracking: Sistem Informasi yang Menjadi Penjaga Keamanan Pangan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengapa Food Safety Itu Penting? Keamanan pangan (food safety) adalah isu global. Menurut WHO, setiap tahun sekitar 600 juta orang di seluruh dunia jatuh sakit akibat makanan yang terkontaminasi. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga ekonomi, reputasi bisnis, dan kepercayaan konsumen. Dalam dunia rantai pasok makanan yang semakin kompleks, dari petani hingga meja makan, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-30T04:20:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-02T04:32:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Gambar6-22.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"624\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Gambar6-22.png\",\"width\":624,\"height\":624},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/\",\"name\":\"Trace and Tracking: Sistem Informasi yang Menjadi Penjaga Keamanan Pangan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-09-30T04:20:27+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-02T04:32:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/trace-and-tracking-sistem-informasi-yang-menjadi-penjaga-keamanan-pangan\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9665,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9663\/revisions\/9665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}