{"id":9500,"date":"2025-09-18T09:16:15","date_gmt":"2025-09-18T02:16:15","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=9500"},"modified":"2025-09-18T09:16:15","modified_gmt":"2025-09-18T02:16:15","slug":"dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/","title":{"rendered":"DFD dan ERD: Alat Penting dalam Perancangan Sistem"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9501\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Picture1.png\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Picture1.png 602w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Picture1-480x320.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Figure 1. Black Twist Pen Pada Notebook (sumber: pexels.com)<\/span><\/p>\n<p>DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity-Relationship Diagram) adalah dua model yang sangat penting dalam proses perancangan dan analisis sistem informasi. Keduanya membantu para analis dan pengembang untuk memvisualisasikan bagaimana data diproses dan disimpan dalam sebuah sistem. Meskipun sering digunakan bersamaan, keduanya memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.<\/p>\n<h1><\/h1>\n<h1><strong>Apa itu DFD?<\/strong><\/h1>\n<p>DFD adalah representasi grafis dari aliran data dalam suatu sistem. Model ini berfokus pada <strong>proses-proses<\/strong> yang terjadi di dalam sistem dan bagaimana data bergerak dari satu proses ke proses lainnya. DFD menggambarkan dari mana data berasal, ke mana data tersebut pergi, dan bagaimana data itu disimpan. Sederhananya, DFD menjawab pertanyaan &#8220;Apa yang dilakukan oleh sistem?&#8221;.<\/p>\n<p>DFD tidak terlalu memperhatikan detail teknis implementasi, seperti jenis <em>database<\/em> atau struktur tabel, melainkan lebih menekankan pada alur kerja dan transformasi data.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Komponen Utama DFD<\/strong><\/h2>\n<p>DFD menggunakan empat simbol utama yang distandarisasi (notasi Yourdon &amp; Coad atau Gane &amp; Sarson) untuk menggambarkan sistem:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Entitas Eksternal (Terminator):<\/strong> Digambarkan dengan persegi panjang. Ini adalah sumber atau tujuan data di luar batas sistem, seperti pelanggan, departemen lain, atau sistem lain.<\/li>\n<li><strong>Proses (Process):<\/strong> Digambarkan dengan lingkaran atau persegi panjang dengan sudut tumpul. Ini adalah aktivitas atau fungsi yang mengubah data. Setiap proses harus memiliki setidaknya satu masukan dan satu keluaran data.<\/li>\n<li><strong>Penyimpanan Data (Data Store):<\/strong> Digambarkan dengan dua garis paralel. Ini adalah tempat di mana data disimpan untuk digunakan nanti, seperti <em>database<\/em>, tabel, atau bahkan file manual.<\/li>\n<li><strong>Aliran Data (Data Flow):<\/strong> Digambarkan dengan panah. Ini menunjukkan arah pergerakan data dari satu komponen ke komponen lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Tingkatan DFD<\/strong><\/h2>\n<p>DFD biasanya dibuat dalam beberapa tingkatan untuk menunjukkan detail sistem secara bertahap:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Level 0 (Diagram Konteks):<\/strong> Tingkat tertinggi yang menggambarkan sistem secara keseluruhan sebagai satu proses tunggal dengan entitas eksternal yang berinteraksi dengannya.<\/li>\n<li><strong>Level 1:<\/strong> Merinci diagram konteks dengan memecah proses utama menjadi sub-proses yang lebih kecil.<\/li>\n<li><strong>Level 2 dan seterusnya:<\/strong> Merinci lebih lanjut setiap proses dari level sebelumnya hingga mencapai tingkat detail yang diinginkan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Apa itu ERD?<\/strong><\/h2>\n<p>ERD adalah model yang menggambarkan struktur <em>database<\/em> secara logis. Fokus utama ERD adalah pada <strong>data<\/strong> itu sendiri dan hubungan antar data. ERD mendefinisikan entitas-entitas (objek atau konsep yang datanya perlu disimpan) dan relasi atau hubungan yang ada di antara entitas-entitas tersebut. Sederhananya, ERD menjawab pertanyaan &#8220;Data apa yang dibutuhkan oleh sistem dan bagaimana data tersebut saling terhubung?&#8221;.<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Komponen Utama ERD<\/strong><\/h2>\n<p>ERD terdiri dari tiga komponen dasar:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Entitas (Entity):<\/strong> Digambarkan dengan persegi panjang. Ini mewakili objek atau konsep di dunia nyata yang datanya ingin kita simpan, misalnya: Mahasiswa, Dosen, Mata Kuliah.<\/li>\n<li><strong>Atribut (Attribute):<\/strong> Digambarkan dengan oval. Ini adalah properti atau karakteristik yang mendeskripsikan sebuah entitas. Contohnya, entitas Mahasiswa memiliki atribut seperti NIM, Nama, dan Alamat. Atribut yang berfungsi sebagai kunci unik (primary key) biasanya digarisbawahi.<\/li>\n<li><strong>Hubungan (Relationship):<\/strong> Digambarkan dengan belah ketupat. Ini menunjukkan bagaimana dua atau lebih entitas saling berhubungan. Misalnya, ada hubungan &#8220;mengambil&#8221; antara entitas Mahasiswa dan Mata Kuliah.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Kardinalitas Hubungan<\/strong><\/h2>\n<p>Kardinalitas mendefinisikan jumlah instance satu entitas yang dapat berhubungan dengan instance entitas lain. Jenis kardinalitas yang umum adalah:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Satu ke Satu (One-to-One):<\/strong> Satu mahasiswa hanya memiliki satu kartu mahasiswa.<\/li>\n<li><strong>Satu ke Banyak (One-to-Many):<\/strong> Satu dosen dapat mengajar banyak mata kuliah.<\/li>\n<li><strong>Banyak ke Banyak (Many-to-Many):<\/strong> Banyak mahasiswa dapat mengambil banyak mata kuliah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Kendall, K. E., &amp; Kendall, J. E. (2014). Systems Analysis and Design. Pearson Education.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Connolly, T., &amp; Begg, C. (2015). Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Pearson Education.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Pressman, R. S., &amp; Maxim, B. R. (2015). Software Engineering: A Practitioner&#8217;s Approach. McGraw-Hill Education.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Satzinger, J. W., Jackson, R. B., &amp; Burd, S. D. (2016). Systems Analysis and Design in a Changing World. Cengage Learning.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Figure 1. Black Twist Pen Pada Notebook (sumber: pexels.com) DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity-Relationship Diagram) adalah dua model yang sangat penting dalam proses perancangan dan analisis sistem informasi. Keduanya membantu para analis dan pengembang untuk memvisualisasikan bagaimana data diproses dan disimpan dalam sebuah sistem. Meskipun sering digunakan bersamaan, keduanya memiliki fokus dan tujuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9501,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-9500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>DFD dan ERD: Alat Penting dalam Perancangan Sistem - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"DFD dan ERD: Alat Penting dalam Perancangan Sistem - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Figure 1. Black Twist Pen Pada Notebook (sumber: pexels.com) DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity-Relationship Diagram) adalah dua model yang sangat penting dalam proses perancangan dan analisis sistem informasi. Keduanya membantu para analis dan pengembang untuk memvisualisasikan bagaimana data diproses dan disimpan dalam sebuah sistem. Meskipun sering digunakan bersamaan, keduanya memiliki fokus dan tujuan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-18T02:16:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Picture1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"602\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"401\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Picture1.png\",\"width\":602,\"height\":401},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/\",\"name\":\"DFD dan ERD: Alat Penting dalam Perancangan Sistem - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-09-18T02:16:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-18T02:16:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/09\/dfd-dan-erd-alat-penting-dalam-perancangan-sistem\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9500"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9500\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9503,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9500\/revisions\/9503"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}