{"id":9278,"date":"2025-08-31T08:38:46","date_gmt":"2025-08-31T01:38:46","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=9278"},"modified":"2025-09-02T08:56:46","modified_gmt":"2025-09-02T01:56:46","slug":"implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/","title":{"rendered":"Implementasi Undang-undang di Indonesia ke Dalam Media Massa: Apakah Perlu?\u00a0"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\" data-ccp-border-bottom=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-bottom=\"0px\" data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9279\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Media-Massa-sebagai-Strategi-Pendidikan-dan-Pengembangan-Kebudayaan.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"232\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Media-Massa-sebagai-Strategi-Pendidikan-dan-Pengembangan-Kebudayaan.jpg 500w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Media-Massa-sebagai-Strategi-Pendidikan-dan-Pengembangan-Kebudayaan-480x223.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Source: https:\/\/baladena.id\/media-massa-sebagai-strategi-pendidikan-dan-pengembangan-kebudayaan\/<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Indonesia sebagai negara hukum tentu memiliki Undang-undang sebagai aturan negara yang sepatutnya ditaati oleh seluruh warga negaranya, karena undang-undang dibuat sebagai pedoman masyarakat dalam berperilaku guna menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, adanya rancangan Undang-undang dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat melalui media massa, proses penyebaran pesannya yang lebih cepat dan efisien membuat pengguna teknologi digital tidak khawatir akan ketinggalan informasi. Media massa seolah mempermudah proses penggunanya dalam bertukar informasi hingga ke dalam aspek berniaga. Saat ini sebagian besar masyarakat tentu mengenal istilah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">e-commerce <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">dan tak sedikit dari mereka yang lebih menyukai kegiatan jual beli melalui online karena dianggap lebih praktis dan murah.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hadirnya toko online lambat laun mulai menggeser eksistensi toko retail yang lebih dulu digemari oleh masyarakat dalam hal jual beli, namun akibat digitalisasi perlahan kegiatan transaksi tradisional mulai ditinggalkan dan beralih ke transaksi online. Kemudahan informasi yang diberikan oleh teknologi memang memberikan berbagai macam keuntungan bagi penggunanya, misalnya saja pada pelaku bisnis yang mulai bekerja sama dengan media massa dalam promosi produknya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui media massa seseorang dapat saling bertukar informasi dengan pengguna lain dari berbagai belahan dunia, misalnya saja media massa yang sedang digandrungi oleh berbagai kalangan, yaitu tiktok. Konten yang disediakan tiktok berasal dari para <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">creator <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">tiktok yang berasal dari berbagai negara, melalui tiktok pengguna dapat mengetahui informasi dari negara lain yang diberikan oleh <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">content creator <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">tersebut.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Media massa memungkinkan penggunanya untuk memilih preferensi konten dari setiap penggunanya, maka tak heran jika kadang kala <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">timeline <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">media sosial seseorang menyesuaikan penggunanya. Akibat cepatnya proses informasi yang terjadi di media massa, membuat masyarakat sebagai penerima pesan tidak melakukan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">re-checking <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">kembali terhadap pesan yang diterimanya melalui media, ironisnya tak sedikit berita yang disampaikan oleh media massa bersifat <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">hoax <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">atau berita palsu. Dilansir dari <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Kominf.go.id <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">sebanyak 800.000 situs yang tersebar di media massa Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu. Kondisi ekosistem media digital di Indonesia saat ini membuat aktivitas jurnalistik mengalami perubahan, karena di era digitalisasi saat ini masyarakat berpotensi menyebarkan informasi melalui <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">smartphone <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">miliknya atau yang dikenal dengan istilah <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">citizen journalism <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">yang mana masyarakat menyebarkan sendiri informasi yang didapatkannya melalui media digital, seperti halnya yang saat ini lumrah terjadi yaitu konten di media sosial yang berisikan video mengenai musibah yang terjadi di suatu tempat yang disebarkan oleh masyarakat yang bukan berprofesi sebagai jurnalis.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pers sendiri dalam undang-undang pers didefinisikan sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melakukan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik secara tulisan, suara, gambar, audio visual, serta data dan grafik atau pun dalam bentuk lainnya yang penyebarannya dilakukan melalui media elektronik, media cetak, serta media lainnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Melalui definisi pers di atas, maka dapat dikatakan bahwa berbagai jenis pers yang terdapat di Indonesia saat ini semua dilindungi oleh undang-undang pers, oleh karenanya penting bagi masyarakat agar lebih cermat dalam memilih media yang memiliki kredibilitas yang akan dijadikan tempat memperoleh informasi. Berita hoax yang tersebar di media massa sifatnya sangat berbahaya karena dapat menggiring opini serta pandangan buruk mengenai sesuatu yang berasal dari pesan informasi yang belum jelas kebenarannya.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kejahatan yang terjadi di media massa seperti penyebaran berita hoax, penipuan di media online, serta <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">cyber bullying <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">memberikan dampak baru bagi penggunanya. Tak jarang seseorang berani melakukan kejahatan di media online karena sifatnya yang heterogen sehingga tidak dapat terdeteksi secara langsung pelaku kejahatan tersebut. Keberadaan fitur kolom komentar pada media sosial seolah membuka peluang bagi para pelaku <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">cyber bullying <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">untuk melancarkan aksinya di media massa. Akibat yang dialami oleh korban <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">cyber bullying <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">pun tidak bisa dianggap remeh, tak sedikit dari mereka yang merasa terganggu dengan ujaran kebencian di media sosial dan kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tidak tahan dengan komentar negatif yang diberikan oleh para pelaku <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">cyber bullying, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">seperti yang terjadi pada salah satu selebriti asal Korea Selatan yang mengalami <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">bullying <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">di media sosial pada akun <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">instagram <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">miliknya. Kolom komentar yang terdapat di fitur instagram, memungkinkan penggunanya untuk mengirimkan komentar pada setiap postingan yang dikirim di instagram. Tak hanya itu, kejahatan lainnya yang terjadi di media massa adalah penyebaran data pribadi yang kemudian berujung pada penipuan online. Kasus tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran pencemaran nama baik sehingga pelaku dapat terjerat undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Data pribadi pengguna meliputi nomor telepon, usia, alamat email, serta nama pengguna akan terdaftar di media sosial miliknya, sehingga kemudian muncullah oknum tidak bertanggung jawab yang akan menjual data privasi pengguna media massa kepada yang membutuhkan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi pengguna media massa. Maka, tak heran jika pada era digitalisasi saat ini banyak terjadi penipuan online sebagai imbas dari mudahnya pertukaran informasi. Oleh karenanya, implementasi undang-undang di Indonesia perlu diimplementasikan ke dalam aturan bermedia sosial, agar meminimalisir kejahatan dan tindak pidana yang terjadi di media massa karena sebagian besar kasus yang terjadi di media massa merupakan kasus pencemaran nama baik atau penghinaan yang terjadi di media online.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:360}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><b>Referensi:<\/b>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Akbar, A. (2018). <i>DIGITAL EKOSISTEM<\/i> (T. Rahmawati (ed.)). Republika Penerbit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">A, Y. (2013). <i>Ada 800.000 Situs Penyebar Hoax di Indonesia<\/i>. <a href=\"https:\/\/www.kominfo.go.id\/content\/detail\/12008\/ada-800000-situs-penyebar-hoax-di-indonesia\/0\/sorotan_media\">https:\/\/www.kominfo.go.id\/content\/detail\/12008\/ada-800000-situs-penyebar-hoax-di-indonesia\/0\/sorotan_media<\/a>\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Nurlatifah, M. (2018). Posisi Undang-Undang Pers Indonesia Dalam Ekosistem Media Digital. <i>Profetik: Jurnal Komunikasi<\/i>, <i>11<\/i>(1), 71.\u00a0 DOI: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.14421\/pjk.v11i1.1289\">https:\/\/doi.org\/10.14421\/pjk.v11i1.1289<\/a>\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Sahputra, D. (2019). Perlindungan Hak-Hak Anak dalam Perspektif Komunikasi Massa. <i>Jurnal HAM<\/i>, <i>10<\/i>(2), 233.\u00a0 DOI: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.30641\/ham.2019.10.233-248\">https:\/\/doi.org\/10.30641\/ham.2019.10.233-248<\/a>\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p data-ccp-border-between=\"0px none #000000\" data-ccp-padding-between=\"0px\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559740&quot;:360,&quot;335572071&quot;:0,&quot;335572072&quot;:0,&quot;335572073&quot;:0,&quot;335572075&quot;:0,&quot;335572076&quot;:0,&quot;335572077&quot;:0,&quot;335572079&quot;:0,&quot;335572080&quot;:0,&quot;335572081&quot;:0,&quot;335572083&quot;:0,&quot;335572084&quot;:0,&quot;335572085&quot;:0,&quot;335572087&quot;:0,&quot;335572088&quot;:0,&quot;335572089&quot;:0,&quot;469789798&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789802&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789806&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789810&quot;:&quot;nil&quot;,&quot;469789814&quot;:&quot;nil&quot;}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Source: https:\/\/baladena.id\/media-massa-sebagai-strategi-pendidikan-dan-pengembangan-kebudayaan\/ Indonesia sebagai negara hukum tentu memiliki Undang-undang sebagai aturan negara yang sepatutnya ditaati oleh seluruh warga negaranya, karena undang-undang dibuat sebagai pedoman masyarakat dalam berperilaku guna menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, adanya rancangan Undang-undang dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat melalui media massa, proses penyebaran pesannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9279,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-9278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Implementasi Undang-undang di Indonesia ke Dalam Media Massa: Apakah Perlu?\u00a0 - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Implementasi Undang-undang di Indonesia ke Dalam Media Massa: Apakah Perlu?\u00a0 - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Source: https:\/\/baladena.id\/media-massa-sebagai-strategi-pendidikan-dan-pengembangan-kebudayaan\/ Indonesia sebagai negara hukum tentu memiliki Undang-undang sebagai aturan negara yang sepatutnya ditaati oleh seluruh warga negaranya, karena undang-undang dibuat sebagai pedoman masyarakat dalam berperilaku guna menciptakan ketertiban dalam kehidupan sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, adanya rancangan Undang-undang dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat melalui media massa, proses penyebaran pesannya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-31T01:38:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-02T01:56:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Media-Massa-sebagai-Strategi-Pendidikan-dan-Pengembangan-Kebudayaan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"232\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Media-Massa-sebagai-Strategi-Pendidikan-dan-Pengembangan-Kebudayaan.jpg\",\"width\":500,\"height\":232},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/\",\"name\":\"Implementasi Undang-undang di Indonesia ke Dalam Media Massa: Apakah Perlu?\\u00a0 - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-08-31T01:38:46+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-02T01:56:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/08\/implementasi-undang-undang-di-indonesia-ke-dalam-media-massa-apakah-perlu\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9278"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9280,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9278\/revisions\/9280"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}