{"id":9160,"date":"2025-07-30T15:53:20","date_gmt":"2025-07-30T08:53:20","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=9160"},"modified":"2025-08-04T15:56:18","modified_gmt":"2025-08-04T08:56:18","slug":"software-architecture-layered-architecture","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/","title":{"rendered":"Software Architecture \u2013 LAYERED ARCHITECTURE"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9161\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1_ce_64SyBa1SWlIXb0m0Nqw-8.png\" alt=\"\" width=\"254\" height=\"167\" \/><\/p>\n<p>Arsitektur perangkat lunak merupakan fondasi penting dalam pengembangan sistem yang skalabel, terstruktur, dan mudah dikelola. Salah satu pola arsitektur yang paling umum digunakan adalah <strong>Layered Architecture<\/strong> atau arsitektur berlapis. Pola ini membagi sistem ke dalam lapisan-lapisan yang memiliki tanggung jawab spesifik, sehingga menciptakan modularitas dan keterpisahan kepentingan (separation of concerns) dalam pengembangan perangkat lunak.<\/p>\n<h1><\/h1>\n<h1><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Konsep Layered Architecture<\/strong><\/span><\/h1>\n<p>Layered Architecture terdiri dari beberapa lapisan utama, antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Presentation Layer<\/strong> \u2013 Menangani interaksi pengguna dan antarmuka pengguna (UI).<\/li>\n<li><strong>Application Layer<\/strong> \u2013 Mengelola logika aplikasi dan alur kerja.<\/li>\n<li><strong>Business Logic Layer<\/strong> \u2013 Menangani logika bisnis inti dan aturan domain.<\/li>\n<li><strong>Data Access Layer<\/strong> \u2013 Bertanggung jawab atas komunikasi dengan sistem penyimpanan data.<\/li>\n<li><strong>Database Layer<\/strong> \u2013 Lapisan yang menyimpan data secara fisik.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Masing-masing lapisan hanya berinteraksi dengan lapisan di bawahnya, menciptakan batasan yang jelas antar bagian sistem.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Kelebihan Layered Architecture<\/strong><\/h1>\n<ul>\n<li><strong>Modularitas<\/strong>: Memudahkan pemeliharaan dan pengujian karena setiap lapisan terisolasi.<\/li>\n<li><strong>Reuse<\/strong>: Komponen logika bisnis dan akses data dapat digunakan kembali dalam aplikasi lain.<\/li>\n<li><strong>Scalability<\/strong>: Mudah diskalakan karena sistem dibagi menjadi komponen-komponen terpisah.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Kekurangan Layered Architecture<\/strong><\/h1>\n<ul>\n<li><strong>Kurang fleksibel<\/strong>: Karena ketergantungan antar lapisan bersifat vertikal, perubahan di satu lapisan bisa berdampak pada lapisan lainnya.<\/li>\n<li><strong>Overhead performa<\/strong>: Data harus melewati beberapa lapisan sebelum mencapai tujuannya, yang bisa memperlambat respons sistem.<\/li>\n<\/ul>\n<h1><\/h1>\n<h1><strong>Penerapan dalam Dunia Nyata<\/strong><\/h1>\n<p>Layered Architecture banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi enterprise, sistem informasi, dan web aplikasi tradisional. Framework populer seperti Java EE, .NET, dan Spring sangat mendukung pendekatan ini. Pada era modern, pendekatan ini sering dipadukan dengan pola lain seperti <strong>Hexagonal Architecture<\/strong> atau <strong>Clean Architecture<\/strong> untuk meningkatkan fleksibilitas dan testabilitas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Studi Kasus : Implementasi Layered Architecture dalam Sistem E-Commerce<\/strong><\/h1>\n<p>Dalam pengembangan sistem e-commerce, pendekatan layered dapat diterapkan sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>UI berbasis web di Presentation Layer.<\/li>\n<li>Pengelolaan transaksi dan validasi pesanan di Business Layer.<\/li>\n<li>Komunikasi dengan database MySQL melalui Data Access Layer.<br \/>\nPendekatan ini terbukti mempercepat debugging dan memudahkan tim pengembang untuk bekerja secara paralel di tiap lapisan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Layered Architecture merupakan pola arsitektur klasik yang masih relevan hingga saat ini. Dengan struktur yang jelas dan pemisahan tanggung jawab antar lapisan, pola ini cocok untuk proyek-proyek besar yang memerlukan pengelolaan kompleksitas dan pemeliharaan jangka panjang. Namun, perlu dipertimbangkan juga tantangan performa dan fleksibilitas yang muncul, terutama dalam sistem dengan kebutuhan skalabilitas tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Richards, M., &amp; Ford, N. (2020). <em>Fundamentals of Software Architecture: An Engineering Approach<\/em>. O\u2019Reilly Media.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Taibi, D., Lenarduzzi, V., &amp; Pahl, C. (2020). \u201cArchitectural patterns for microservices: A systematic mapping study\u201d. <em>Software: Practice and Experience<\/em>, 50(1), 1\u201331.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Bass, L., Weber, I., &amp; Zhu, L. (2021). <em>DevOps: A Software Architect&#8217;s Perspective<\/em> (2nd ed.). Addison-Wesley.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Alshuqayran, N., Ali, N., &amp; Evans, R. (2021). \u201cA Systematic Mapping Study in Microservice Architecture\u201d. <em>Journal of Systems and Software<\/em>, 173, 110871.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Wan, J., Zhang, D., &amp; Li, D. (2022). \u201cSoftware architecture evolution in practice: a literature review\u201d. <em>Empirical Software Engineering<\/em>, 27(5), 1\u201333.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arsitektur perangkat lunak merupakan fondasi penting dalam pengembangan sistem yang skalabel, terstruktur, dan mudah dikelola. Salah satu pola arsitektur yang paling umum digunakan adalah Layered Architecture atau arsitektur berlapis. Pola ini membagi sistem ke dalam lapisan-lapisan yang memiliki tanggung jawab spesifik, sehingga menciptakan modularitas dan keterpisahan kepentingan (separation of concerns) dalam pengembangan perangkat lunak. Konsep [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9161,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-9160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Software Architecture \u2013 LAYERED ARCHITECTURE - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Software Architecture \u2013 LAYERED ARCHITECTURE - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Arsitektur perangkat lunak merupakan fondasi penting dalam pengembangan sistem yang skalabel, terstruktur, dan mudah dikelola. Salah satu pola arsitektur yang paling umum digunakan adalah Layered Architecture atau arsitektur berlapis. Pola ini membagi sistem ke dalam lapisan-lapisan yang memiliki tanggung jawab spesifik, sehingga menciptakan modularitas dan keterpisahan kepentingan (separation of concerns) dalam pengembangan perangkat lunak. Konsep [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-30T08:53:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T08:56:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1_ce_64SyBa1SWlIXb0m0Nqw-8.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"254\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"167\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/1_ce_64SyBa1SWlIXb0m0Nqw-8.png\",\"width\":254,\"height\":167},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/\",\"name\":\"Software Architecture \\u2013 LAYERED ARCHITECTURE - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-07-30T08:53:20+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T08:56:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/software-architecture-layered-architecture\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9162,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9160\/revisions\/9162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}