{"id":9089,"date":"2025-07-30T12:05:50","date_gmt":"2025-07-30T05:05:50","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=9089"},"modified":"2025-08-04T12:07:46","modified_gmt":"2025-08-04T05:07:46","slug":"incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/","title":{"rendered":"Incremental Model dalam Rekayasa Perangkat Lunak"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-9090\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Gambar6.png\" alt=\"\" width=\"323\" height=\"171\" \/><\/p>\n<p>Dalam rekayasa perangkat lunak, pemilihan model proses pengembangan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek. Model incremental adalah pendekatan iteratif yang mengembangkan sistem secara bertahap melalui penambahan fitur atau modul secara berurutan. Setiap inkremen biasanya dikembangkan dan diuji secara terpisah sebelum digabungkan ke dalam sistem utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Konsep Dasar Incremental Model<\/strong><\/p>\n<p>Model incremental merupakan kombinasi dari elemen model waterfall dan iteratif. Proyek dimulai dengan spesifikasi kebutuhan dasar, dan kemudian dibagi menjadi beberapa inkremen. Setiap inkremen mencakup fase analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Setiap versi yang dihasilkan memiliki fitur tambahan dari versi sebelumnya, sehingga pengguna bisa mendapatkan nilai dari sistem lebih awal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tahapan Pengembangan dalam Model Incremental<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Identifikasi Kebutuhan Awal<\/strong><br \/>\nMengumpulkan kebutuhan dasar yang paling penting untuk versi pertama.<\/li>\n<li><strong>Perencanaan Inkremen<\/strong><br \/>\nMenentukan jumlah inkremen dan fitur-fitur dalam setiap tahapan.<\/li>\n<li><strong>Desain Modular dan Implementasi<\/strong><br \/>\nMendesain setiap modul agar dapat diintegrasikan secara bertahap.<\/li>\n<li><strong>Pengujian Tiap Inkremen<\/strong><br \/>\nSetiap versi diuji secara individual dan sebagai bagian dari sistem keseluruhan.<\/li>\n<li><strong>Umpan Balik dan Revisi<\/strong><br \/>\nUmpan balik dari pengguna digunakan untuk mengarahkan pengembangan selanjutnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kelebihan Incremental Model<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Produk dapat lebih cepat digunakan oleh pengguna.<\/li>\n<li>Fleksibel terhadap perubahan kebutuhan.<\/li>\n<li>Risiko kegagalan lebih rendah karena kesalahan terdeteksi lebih awal.<\/li>\n<li>Cocok untuk proyek dengan batasan waktu atau sumber daya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kekurangan Incremental Model<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Desain sistem awal harus fleksibel untuk mengakomodasi penambahan fitur.<\/li>\n<li>Integrasi bertahap dapat menimbulkan kompleksitas tambahan.<\/li>\n<li>Kualitas akhir sistem bergantung pada konsistensi pengembangan tiap inkremen.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Penerapan Incremental Model dalam Industri<\/strong><\/p>\n<p>Model ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi web, perangkat lunak mobile, dan sistem enterprise yang terus mengalami perkembangan kebutuhan. Metode ini juga sering dikombinasikan dengan pendekatan Agile untuk meningkatkan efektivitas tim pengembang.<\/p>\n<p>Incremental model menawarkan pendekatan yang pragmatis dalam pengembangan perangkat lunak dengan memungkinkan pengiriman produk yang lebih cepat, fleksibilitas tinggi terhadap perubahan, serta pemantauan risiko yang lebih baik. Namun, penerapan model ini memerlukan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang baik agar integrasi antar inkremen berjalan lancar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Pressman, R. S., &amp; Maxim, B. R. (2020). <em>Software Engineering: A Practitioner&#8217;s Approach<\/em> (9th ed.). McGraw-Hill Education.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Sommerville, I. (2019). <em>Software Engineering<\/em> (10th ed.). Pearson Education.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Baryannis, G., Daniilidis, G., &amp; Fr\u00e4mling, K. (2020). Software engineering in the era of AI and Big Data: A systematic mapping study. <em>Journal of Systems and Software<\/em>, 170, 110736.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Sharma, A., &amp; Saha, A. (2021). Comparative analysis of software development life cycle models. <em>International Journal of Engineering Trends and Technology (IJETT)<\/em>, 69(6), 22\u201327.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Naik, B., &amp; Suresh, K. (2022). An Empirical Study on Software Development Life Cycle Models. <em>International Journal of Advanced Computer Science and Applications<\/em>, 13(1), 112\u2013117.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rekayasa perangkat lunak, pemilihan model proses pengembangan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek. Model incremental adalah pendekatan iteratif yang mengembangkan sistem secara bertahap melalui penambahan fitur atau modul secara berurutan. Setiap inkremen biasanya dikembangkan dan diuji secara terpisah sebelum digabungkan ke dalam sistem utama. &nbsp; Konsep Dasar Incremental Model Model incremental merupakan kombinasi dari elemen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":9090,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-9089","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Incremental Model dalam Rekayasa Perangkat Lunak - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Incremental Model dalam Rekayasa Perangkat Lunak - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam rekayasa perangkat lunak, pemilihan model proses pengembangan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proyek. Model incremental adalah pendekatan iteratif yang mengembangkan sistem secara bertahap melalui penambahan fitur atau modul secara berurutan. Setiap inkremen biasanya dikembangkan dan diuji secara terpisah sebelum digabungkan ke dalam sistem utama. &nbsp; Konsep Dasar Incremental Model Model incremental merupakan kombinasi dari elemen [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-30T05:05:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T05:07:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Gambar6.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"323\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"171\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/Gambar6.png\",\"width\":323,\"height\":171},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/\",\"name\":\"Incremental Model dalam Rekayasa Perangkat Lunak - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-07-30T05:05:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T05:07:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/incremental-model-dalam-rekayasa-perangkat-lunak\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9089","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9089"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9089\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9091,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9089\/revisions\/9091"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9089"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9089"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9089"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}