{"id":8859,"date":"2025-07-28T11:26:09","date_gmt":"2025-07-28T04:26:09","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=8859"},"modified":"2025-07-28T11:26:09","modified_gmt":"2025-07-28T04:26:09","slug":"membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/","title":{"rendered":"Membuat Aplikasi tanpa Ngoding, Emang bisa?  Low-Code dan No-Code Development"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8860 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4.jpg\" alt=\"\" width=\"584\" height=\"389\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4.jpg 1379w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4-640x427.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4-1200x800.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4-480x320.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4-768x512.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4-1024x682.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 584px) 100vw, 584px\" \/>https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/app-development-illustration_10354235.htm<\/span><\/p>\n<h3><strong>Ah, masa bisa??<\/strong><\/h3>\n<p>Mengembangkan aplikasi tanpa menulis kode terdengar mustahil. Selama bertahun-tahun, pengembangan aplikasi tidak dapat dipisahkan dengan penulisan kode. Untuk membangun aplikasi, perlu <em>developer<\/em> berpengalaman untuk menulis kode. Tapi sekarang, ada pendekatan lain yang memungkinkan aplikasi untuk dibangun, bahkan oleh orang awam, tanpa menulis kode. Pendekatan ini disebut <em>Low-Code<\/em> dan <em>No-Code<\/em> (LCNC).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Apa itu LCNC?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-8862 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar6-2.jpg\" alt=\"\" width=\"303\" height=\"303\" \/><\/em><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/shocked-office-worker-suit-looking-worried-laptop-screen-having-trouble-work-standing-wh_40328579.htm<\/span><\/p>\n<p><em>Low-Code Development<\/em> adalah proses pengembangan aplikasi dengan penulisan kode yang sedikit, sementara <em>No-Code Development<\/em> adalah proses pengembangan aplikasi tanpa menulis kode. Sebaliknya, proses pengembangan aplikasi yang mengandalkan penulisan kode disebut <em>Pro-Code Development<\/em>.<\/p>\n<p>Berbeda dengan <em>Pro-Code Development<\/em>, di mana aplikasi dikembangkan dengan menulis berbaris-baris kode, pendekatan LCNC menggunakan prinsip tampilan visual yang ramah pengguna, sehingga mereka dapat <em>drag-and-drop<\/em> komponen-komponen yang sudah jadi dan menggunakannya dalam aplikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Lantas, Apa Beda <em>Low-Code<\/em> Dengan <em>No-Code<\/em>?<\/strong><\/h3>\n<p>Pengembangan aplikasi dengan<em> No-Code Development<\/em> hanya dilakukan secara visual, tanpa menulis kode sama sekali. <em>No-Code Development<\/em> dirancang untuk mendorong orang-orang awam yang tidak memiliki pengalaman <em>coding<\/em> (<em>citizen developer<\/em>) untuk mengembangkan aplikasi sendiri.<\/p>\n<p>Di sisi lain, <em>Low-Code Development<\/em> masih memungkinkan penulisan kode untuk melengkapi aplikasi yang dibuat secara visual. Pendekatan ini diperuntukkan bagi <em>developer<\/em> untuk membantu mempercepat proses pengembangan aplikasi dengan mengurangi waktu yang digunakan untuk menulis kode.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Keuntungan<\/strong><\/h3>\n<p>Pendekatan baru ini membawa keuntungan, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Menyederhanakan dan mempercepat proses pengembangan aplikasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Proses pengembangan aplikasi yang dulunya dilakukan dengan menulis kode kini digantikan dengan tampilan visual. Dengan ini, waktu yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi berkurang drastis.<\/p>\n<ul>\n<li>Fleksibilitas<\/li>\n<\/ul>\n<p>Tampilannya yang visual mempermudah pengguna melakukan perubahan terhadap aplikasi tanpa perlu menyentuh kode.<\/p>\n<ul>\n<li>Mengurangi biaya pengembangan aplikasi<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena prosesnya yang lebih cepat, LCNC tidak menggunakan sumber daya yang banyak.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-8861\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar7-2.jpg\" alt=\"\" width=\"507\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar7-2.jpg 785w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar7-2-640x426.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar7-2-480x320.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar7-2-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 507px) 100vw, 507px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/satisfied-man-resting-his-office_15971076.htm<\/span><\/p>\n<h3><strong>Kekurangan<\/strong><\/h3>\n<p>Namun, pendekatan LCNC juga memiliki kekurangan, di antara lainnya:<\/p>\n<ul>\n<li>Keterbatasan Desain<\/li>\n<\/ul>\n<p>Desain LCNC yang berdasarkan template yang sudah jadi membuatnya sulit disesuaikan terhadap keinginan tanpa harus menambahkan kode sendiri.<\/p>\n<ul>\n<li>Keterbatasan Performa<\/li>\n<\/ul>\n<p>LCNC kurang mampu menangani aplikasi yang berat. Karena itu, LCNC terbatas untuk aplikasi-aplikasi kecil.<\/p>\n<ul>\n<li>Vendor Lock-in<\/li>\n<\/ul>\n<p>Karena kebanyakan platform LCNC menggunakan sistemnya sendiri, aplikasi yang dibuat akan sulit dipindah ke platform lain.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n<p>Meskipun perkembangan LCNC <em>Development<\/em> terdengar menjanjikan<strong>, <\/strong>pendekatan ini tidak akan menggantikan <em>Pro-code Development<\/em> yang digunakan sekarang, tetapi akan digunakan berdampingan dengannya, sebab LCNC dan <em>Pro-code Development<\/em> menutupi kekurangan satu sama lain. Melalui LCNC, masa depan dunia perkembangan aplikasi akan dipenuhi dengan <em>citizen developer<\/em> yang mampu membuat aplikasi sendiri tanpa harus memiliki pengetahuan dan pengalaman teknis yang mendalam. <em>Developer<\/em> aplikasi juga tidak akan tersingkirkan, melainkan akan mendapat alat bantu yang dahsyat dalam mengembangkan aplikasi.<strong><br \/>\n<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/app-development-illustration_10354235.htm Ah, masa bisa?? Mengembangkan aplikasi tanpa menulis kode terdengar mustahil. Selama bertahun-tahun, pengembangan aplikasi tidak dapat dipisahkan dengan penulisan kode. Untuk membangun aplikasi, perlu developer berpengalaman untuk menulis kode. Tapi sekarang, ada pendekatan lain yang memungkinkan aplikasi untuk dibangun, bahkan oleh orang awam, tanpa menulis kode. Pendekatan ini disebut Low-Code dan No-Code (LCNC). &nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":8860,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-8859","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Membuat Aplikasi tanpa Ngoding, Emang bisa? Low-Code dan No-Code Development - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membuat Aplikasi tanpa Ngoding, Emang bisa? Low-Code dan No-Code Development - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/app-development-illustration_10354235.htm Ah, masa bisa?? Mengembangkan aplikasi tanpa menulis kode terdengar mustahil. Selama bertahun-tahun, pengembangan aplikasi tidak dapat dipisahkan dengan penulisan kode. Untuk membangun aplikasi, perlu developer berpengalaman untuk menulis kode. Tapi sekarang, ada pendekatan lain yang memungkinkan aplikasi untuk dibangun, bahkan oleh orang awam, tanpa menulis kode. Pendekatan ini disebut Low-Code dan No-Code (LCNC). &nbsp; [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-28T04:26:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1379\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"919\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Gambar5-4.jpg\",\"width\":1379,\"height\":919},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/\",\"name\":\"Membuat Aplikasi tanpa Ngoding, Emang bisa? Low-Code dan No-Code Development - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-07-28T04:26:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-28T04:26:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/07\/membuat-aplikasi-tanpa-ngoding-emang-bisa-low-code-dan-no-code-development\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8859","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8859"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8869,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8859\/revisions\/8869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}