{"id":7942,"date":"2025-04-30T19:20:24","date_gmt":"2025-04-30T12:20:24","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=7942"},"modified":"2025-05-05T08:32:05","modified_gmt":"2025-05-05T01:32:05","slug":"apa-itu-datafication","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/","title":{"rendered":"Apa itu Datafication?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7944 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cs-3-3.jpg\" alt=\"\" width=\"299\" height=\"172\" \/><\/p>\n<p>Dalam era digital saat ini, istilah <em>datafication<\/em> semakin sering terdengar, terutama dalam konteks transformasi digital dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, apa sebenarnya arti dari <em>datafication<\/em>? Secara umum, <em>datafication<\/em> mengacu pada proses mengubah berbagai aspek kehidupan, aktivitas, atau proses menjadi data digital yang dapat dikumpulkan, dianalisis, dan dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, termasuk pengembangan teknologi, strategi bisnis, hingga kebijakan publik. Fenomena ini telah menjadi fondasi utama bagi perkembangan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mesin (<em>machine learning<\/em>), dan analitik data besar (<em>big data analytics<\/em>).<\/p>\n<p><strong>Konsep Dasar <em>Datafication<\/em><\/strong><\/p>\n<p><em>Datafication<\/em> bukan hanya tentang pengumpulan data, tetapi tentang mengubah aktivitas yang sebelumnya tidak tercatat menjadi data yang bisa diolah. Misalnya, interaksi sosial di media sosial, pergerakan fisik melalui GPS, atau bahkan emosi yang diekspresikan lewat emoji kini dapat diubah menjadi data. Hal ini memungkinkan organisasi untuk memahami perilaku manusia, tren pasar, hingga pola konsumsi dengan presisi tinggi (Mayer-Sch\u00f6nberger &amp; Cukier, 2021).<\/p>\n<p>Proses <em>datafication<\/em> melibatkan teknologi seperti sensor IoT, perangkat mobile, aplikasi digital, dan platform online yang terus-menerus menghasilkan dan merekam data. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mendapatkan wawasan baru dan menciptakan nilai tambah dalam berbagai sektor, seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, hingga pemerintahan.<\/p>\n<p><strong>Dampak dan Manfaat<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu manfaat utama <em>datafication<\/em> adalah kemampuan untuk meningkatkan pengambilan keputusan. Organisasi yang mampu memanfaatkan data dengan baik dapat merespons perubahan pasar lebih cepat, memahami kebutuhan pelanggan, serta mengoptimalkan operasional mereka. Dalam dunia kesehatan, <em>datafication<\/em> memungkinkan pemantauan pasien secara real-time, deteksi dini penyakit, dan pengembangan pengobatan yang dipersonalisasi (Ristevski &amp; Chen, 2021).<\/p>\n<p>Selain itu, dalam pendidikan, <em>datafication<\/em> digunakan untuk mengukur efektivitas pembelajaran dan menyesuaikan metode pengajaran sesuai kebutuhan siswa. Pemerintah pun mulai memanfaatkan <em>datafication<\/em> dalam konsep <em>smart city<\/em> untuk mengatur lalu lintas, distribusi listrik, dan layanan publik lainnya secara efisien (Kitchin, 2020).<\/p>\n<p><strong>Tantangan dan Risiko<\/strong><\/p>\n<p>Meski memberikan banyak manfaat, <em>datafication<\/em> juga membawa tantangan serius. Isu privasi menjadi salah satu kekhawatiran utama, mengingat banyaknya data pribadi yang dikumpulkan tanpa sepengetahuan atau persetujuan penuh pengguna. Selain itu, risiko bias algoritma dan ketimpangan akses terhadap teknologi juga menjadi perhatian penting (Eubanks, 2018).<\/p>\n<p>Kebutuhan akan kebijakan perlindungan data dan etika penggunaan data menjadi semakin mendesak. Regulasi seperti GDPR di Eropa telah menjadi model penting, tetapi banyak negara, termasuk Indonesia, masih dalam tahap awal membangun kerangka hukum yang kuat untuk mengatur <em>datafication<\/em> (Zuboff, 2019).<\/p>\n<p><em>Datafication<\/em> adalah proses transformatif yang mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia menjadi data yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan. Meskipun menawarkan banyak keuntungan, proses ini juga menghadirkan tantangan etis, sosial, dan hukum yang perlu ditangani secara serius. Untuk itu, kesadaran akan manfaat dan risiko <em>datafication<\/em> sangat penting agar pemanfaatan data dapat dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Mayer-Sch\u00f6nberger, V., &amp; Cukier, K. (2021). <em>Big Data: The Essential Guide to Work, Life and Learning in the Age of Insight<\/em>. John Murray.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Ristevski, B., &amp; Chen, M. (2021). &#8220;Big Data Analytics in Medicine and Healthcare.&#8221; <em>Journal of Integrative Bioinformatics<\/em>, 18(2), 45\u201355.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Kitchin, R. (2020). <em>The Data Revolution: Big Data, Open Data, Data Infrastructures and Their Consequences<\/em> (2nd ed.). Sage Publications.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Eubanks, V. (2018). <em>Automating Inequality: How High-Tech Tools Profile, Police, and Punish the Poor<\/em>. St. Martin\u2019s Press.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Zuboff, S. (2019). <em>The Age of Surveillance Capitalism: The Fight for a Human Future at the New Frontier of Power<\/em>. PublicAffairs<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam era digital saat ini, istilah datafication semakin sering terdengar, terutama dalam konteks transformasi digital dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, apa sebenarnya arti dari datafication? Secara umum, datafication mengacu pada proses mengubah berbagai aspek kehidupan, aktivitas, atau proses menjadi data digital yang dapat dikumpulkan, dianalisis, dan dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, termasuk pengembangan teknologi, strategi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":7944,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-7942","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Datafication? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Datafication? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam era digital saat ini, istilah datafication semakin sering terdengar, terutama dalam konteks transformasi digital dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, apa sebenarnya arti dari datafication? Secara umum, datafication mengacu pada proses mengubah berbagai aspek kehidupan, aktivitas, atau proses menjadi data digital yang dapat dikumpulkan, dianalisis, dan dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, termasuk pengembangan teknologi, strategi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-30T12:20:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-05T01:32:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cs-3-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"299\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"172\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/cs-3-3.jpg\",\"width\":299,\"height\":172},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/\",\"name\":\"Apa itu Datafication? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-04-30T12:20:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-05T01:32:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/04\/apa-itu-datafication\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7942"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7952,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7942\/revisions\/7952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}