{"id":7199,"date":"2025-02-28T15:50:09","date_gmt":"2025-02-28T08:50:09","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=7199"},"modified":"2025-02-28T15:50:09","modified_gmt":"2025-02-28T08:50:09","slug":"mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/","title":{"rendered":"Mengapa Orang Cenderung Boros ? Perspektif Akuntansi dan Psikologi"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-7200 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gambar3-9.jpg\" alt=\"\" width=\"602\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gambar3-9.jpg 602w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gambar3-9-480x320.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 10pt\">Sumber : &lt;a href=&#8221;https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/cropped-people-checking-their-wallet-money-bank-card_5699020.htm&#8221;&gt;Image by pressfoto on Freepik&lt;\/a&gt;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Kebiasaan boros berhubungan dengan perilaku impulsif. Contohnya, ketika kita membuka media sosial dan melihat pakaian atau barang yang menarik, kita cenderung langsung membelinya tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi kita. Biasanya, keputusan ini hanya berdasarkan keinginan sesaat dan bukan kebutuhan nyata. Akibatnya, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap perencanaan keuangan yang telah dibuat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>KONSUMSI YANG BERLEBIHAN<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Salah satu penyebab konsumsi berlebihan adalah mudahnya akses ke pasar daring (online market). Hal ini mendorong orang untuk sering membeli barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Selain itu, adanya sistem <em>pay later<\/em> semakin memperburuk situasi dengan menjebak banyak orang dalam lingkaran utang yang berkepanjangan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>KURANGNYA PERENCANAAN KEUANGAN<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Kurangnya perencanaan keuangan dapat berdampak signifikan pada kehidupan seseorang. Dampak paling fatal adalah tidak tersedianya dana darurat. Dana darurat sangat penting untuk menghadapi situasi krisis di masa depan agar kondisi keuangan tetap stabil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Dengan mencatat pengeluaran, kita dapat meminimalisir perilaku impulsif yang menyebabkan pemborosan. Pencatatan keuangan membantu kita memantau pengeluaran, mengendalikan keuangan, dan menghindari defisit. Selain itu, pencatatan ini juga membantu kita menentukan prioritas pembelian, apakah suatu barang benar-benar diperlukan atau hanya sekadar keinginan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>KURANGNYA EDUKASI KEUANGAN<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Literasi keuangan sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai masalah keuangan sering muncul karena kurangnya pemahaman dalam mengelola keuangan, baik pada remaja maupun orang dewasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kondisi keuangan yang cukup cenderung lebih berani mengambil risiko dan mudah meminjam uang tanpa pertimbangan matang (Kawamura, 2021). Sementara itu, penelitian oleh Kramer, M. M. (2016) menyatakan bahwa seseorang yang merasa mampu mengelola keuangan secara mandiri sering kali menganggap tidak perlu memahami literasi keuangan. Kurangnya literasi keuangan dapat mempengaruhi tingkat keborosan seseorang dalam mengelola ekonomi mereka.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>PERSPEKTIF PSIKOLOGI: FAKTOR MENTAL DAN EMOSI<\/strong><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Efek Dopamin dan Impulse Buying<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><em>Impulse buying<\/em> atau pembelian impulsif merupakan perilaku membeli barang tanpa rencana atau pertimbangan matang terhadap kondisi ekonomi. Perilaku ini sering kali dipicu oleh faktor emosional, promosi menarik, atau dorongan spontan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya. Jika tidak dikendalikan, hal ini dapat berdampak negatif terhadap kondisi keuangan dan manajemen pengeluaran seseorang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Kebiasaan <em>impulse buying<\/em> juga berpengaruh pada kondisi psikologis. Ketika barang yang dibeli tidak sesuai harapan, perasaan kecewa, cemas, atau ketidakpuasan dapat muncul. Dalam jangka panjang, perilaku ini dapat menyebabkan stres dan rasa menyesal yang berulang, terutama jika berdampak pada stabilitas keuangan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Hubungan antara Self-Control dan Kebiasaan Boros<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Orang dengan <em>self-control<\/em> yang tinggi cenderung lebih mampu mengendalikan dorongan untuk berbelanja impulsif. Sebaliknya, mereka yang memiliki <em>self-control<\/em> rendah lebih rentan terhadap perilaku boros. Kemampuan mengontrol diri membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>CARA MENGATASI PERILAKU BOROS<\/strong><\/span><\/h2>\n<h3><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Perspektif Akuntansi<\/strong><\/span><\/h3>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Membuat Perencanaan Keuangan<\/strong> Dengan perencanaan keuangan yang efektif, kita dapat mencapai stabilitas finansial jangka panjang. Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan melakukan <em>budgeting<\/em> atau penganggaran.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Mengendalikan Pengeluaran<\/strong> Dengan menerapkan <em>budgeting<\/em>, kita dapat mengendalikan pengeluaran dan mencegah pemborosan. Hal ini juga membantu kita memperoleh visibilitas terhadap kondisi keuangan saat ini serta mempermudah manajemen utang agar dapat mencapai kondisi finansial yang lebih aman.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Perspektif Psikologi <\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Meningkatkan Kesadaran diri <\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">Dengan Meningkatkan kesadaran diri untuk orang orang agar mereka lebih memahami mana keinginan dan kebutuhan. Dengan memiliki kesadaran diri yang tinggi mereka dapat melakukan evaluasi\u00a0 terkait apakah barang yang dibeli benar benar didorong oleh kebutuhan atau hanya keinginan mereka sendiri<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Menggunakan Teknik Penundaan Gratifikasi<br \/>\n<\/strong>Ini salah satu contoh teknik penundaan, Teknik ini di lakukan dengan membantu orang orang agar bisa mengendalikan dorongan belanja yang impulsif dengan mengalihkan fokusknya ke aktifitas produktif, seperti berolahraga, seni, atau bersosoaliasai. Tujuan strategi ini adlah melatih mereka untuk mempriotaskan kebutuhan jangka panjang daripada kepuasan instan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>REFERENSI<\/strong><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Fitria, T. N., &amp; Prastiwi, I. E. (2020). Budaya Hedonisme dan Konsumtif dalam Berbelanja Online Ditinjau dari Perpektif Ekonomi Syariah. <em>Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6<\/em>(3), 731\u2013736. https:\/\/doi.org\/10.29040\/jiei.v6i3.1486<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Generali Indonesia. (2024). Joss. https:\/\/www.generali.co.id\/id\/healthyliving\/3\/waspada-ini-6-hal-yang-terjadi-jika-tidak-punya-perencanaan-keuangan-yang-baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Apa Itu Dana Darurat? Panduan Lengkap Finansial Terpercaya. (2024). https:\/\/btn.co.id\/id-ID\/About\/Gallery\/Article\/Article\/Listing\/2024\/12\/23\/apa-itu-dana-darurat#:~:text=sumber%3A%20freepik.com-,Dana%20darurat%20merupakan%20simpanan%20sejumlah%20uang%20yang%20telah%20disiapkan%20secara,memiliki%20pemasukan%20tanpa%20harus%20berutang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Kartini, A., Asmaniah, Z., &amp; Julianti, E. (2022). Pendidikan Literasi Finansial: Dampak dan Manfaat (Sebuah Kajian Literatur Review). <em>Kode: Jurnal Bahasa, 11<\/em>(3). https:\/\/doi.org\/10.24114\/kjb.v11i3.38814<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Adinda Hasya Putri. (2023). Pengaruh gaya hidup, promosi penjualan, dan kontrol diri terhadap pembelian impulsif pada pengguna Shopee Pay Later di Jabodetabek. <em>UIN Jakarta.<\/em> https:\/\/repository.uinjkt.ac.id\/dspace\/handle\/123456789\/8219<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber : &lt;a href=&#8221;https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/cropped-people-checking-their-wallet-money-bank-card_5699020.htm&#8221;&gt;Image by pressfoto on Freepik&lt;\/a&gt; Kebiasaan boros berhubungan dengan perilaku impulsif. Contohnya, ketika kita membuka media sosial dan melihat pakaian atau barang yang menarik, kita cenderung langsung membelinya tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi kita. Biasanya, keputusan ini hanya berdasarkan keinginan sesaat dan bukan kebutuhan nyata. Akibatnya, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":7200,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[339],"tags":[],"class_list":["post-7199","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-accounting-technology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengapa Orang Cenderung Boros ? Perspektif Akuntansi dan Psikologi - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Orang Cenderung Boros ? Perspektif Akuntansi dan Psikologi - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sumber : &lt;a href=&#8221;https:\/\/www.freepik.com\/free-photo\/cropped-people-checking-their-wallet-money-bank-card_5699020.htm&#8221;&gt;Image by pressfoto on Freepik&lt;\/a&gt; Kebiasaan boros berhubungan dengan perilaku impulsif. Contohnya, ketika kita membuka media sosial dan melihat pakaian atau barang yang menarik, kita cenderung langsung membelinya tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi kita. Biasanya, keputusan ini hanya berdasarkan keinginan sesaat dan bukan kebutuhan nyata. Akibatnya, kebiasaan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-28T08:50:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gambar3-9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"602\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"401\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/Gambar3-9.jpg\",\"width\":602,\"height\":401},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/\",\"name\":\"Mengapa Orang Cenderung Boros ? Perspektif Akuntansi dan Psikologi - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-02-28T08:50:09+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-28T08:50:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2025\/02\/mengapa-orang-cenderung-boros-perspektif-akuntansi-dan-psikologi\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7199","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7199"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7199\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7201,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7199\/revisions\/7201"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7200"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7199"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7199"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7199"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}