{"id":6780,"date":"2024-12-18T14:23:04","date_gmt":"2024-12-18T07:23:04","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=6780"},"modified":"2024-12-18T14:23:04","modified_gmt":"2024-12-18T07:23:04","slug":"menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/","title":{"rendered":"Menerapkan Teori Agenda-Setting di Era Informasi Digital"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_6781\" aria-describedby=\"figcaption_attachment_6781\" class=\"wp-caption clear aligncenter\" itemscope itemtype=\"http:\/\/schema.org\/ImageObject\" style=\"width: 450px\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" itemprop=\"contentURL\" class=\" wp-image-6781\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/P1-2.png\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"301\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/P1-2.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/P1-2-480x321.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><figcaption id=\"figcaption_attachment_6781\" class=\"wp-caption-text\" itemprop=\"description\">(source: pixabay)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Teori agenda setting menyatakan bahwa media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Media bukanlah penentu cara berpikir kita; sebaliknya ia menentukan perbincangan pada topik-topik tertentu yang kita pikirkan. Walaupun dalam era digital ini teori tersebut masih relevan, namun evolusi caranya berubah seiring dengan perubahan platform komunikasi.<\/p>\n<p>Di era media tradisional seperti televisi dan surat kabar (koran) menetapkan agenda melalui pemilihan berita utama atau seberapa sering suatu topik dilaporkan adalah hal yang biasanya terjadi. Sekarang, pada era digital, algoritme dari platform seperti Google, Instagram, dan TikTok juga berperan sebagai \u201cpenjaga gerbang informasi&#8221;. Kontennya sering muncul di dalam <em>feed<\/em> kita contohnya berita viral atau topik yang sedang tren mempengaruhi cara kita memandang apa yang penting atau mendesak.<\/p>\n<p>Menegaskan agenda di masa digital menjadi lebih kompleks karena setiap orang memiliki \u201cagenda\u201d yang unik masing-masing. Algoritma menciptakan filter bubble di mana pengguna hanya terkena konten yang cocok dengan preferensi mereka. Ini dapat memperkuat bias dan membatasi sudut pandang mengenai isyarat yang lebih luas. Di tambah lagi pengaruh influencer dan viralitas kontennya semakin membesar, sehingga sebagian individunya dapat \u201cmenetapkan agenda&#8221; dalam ruang digital tersebut.<\/p>\n<p>Untuk menerapkan konsep ini dengan optimal, organisasi atau individu harus mengenal dinamika algoritma serta cara audiens menerima kontennya. Cara-cara seperti menyusun kontennya demi platform tertentu, memanfaatkan narasi visual, dan bekerjasama dengan para tokoh digital dapat membantu dalam pengiriman pesan yang diharapkan.<\/p>\n<p>Zaman informasi digital memberikan peluang besar untuk menyebarkan informasi namun juga menimbulkan tantangan dalam memastikan bahwa agenda yang dibuat mencerminkan kepentingan publik secara luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Teori agenda setting menyatakan bahwa media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Media bukanlah penentu cara berpikir kita; sebaliknya ia menentukan perbincangan pada topik-topik tertentu yang kita pikirkan. Walaupun dalam era digital ini teori tersebut masih relevan, namun evolusi caranya berubah seiring dengan perubahan platform komunikasi. Di era media tradisional seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6781,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-6780","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Menerapkan Teori Agenda-Setting di Era Informasi Digital - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menerapkan Teori Agenda-Setting di Era Informasi Digital - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0Teori agenda setting menyatakan bahwa media memiliki kekuatan untuk mempengaruhi apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Media bukanlah penentu cara berpikir kita; sebaliknya ia menentukan perbincangan pada topik-topik tertentu yang kita pikirkan. Walaupun dalam era digital ini teori tersebut masih relevan, namun evolusi caranya berubah seiring dengan perubahan platform komunikasi. Di era media tradisional seperti [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-12-18T07:23:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/P1-2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"428\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/P1-2.png\",\"width\":640,\"height\":428,\"caption\":\"(source: pixabay)\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/\",\"name\":\"Menerapkan Teori Agenda-Setting di Era Informasi Digital - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-12-18T07:23:04+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-18T07:23:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/12\/menerapkan-teori-agenda-setting-di-era-informasi-digital\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6782,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6780\/revisions\/6782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6781"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}