{"id":6158,"date":"2024-10-31T11:10:48","date_gmt":"2024-10-31T04:10:48","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=6158"},"modified":"2024-10-31T22:34:14","modified_gmt":"2024-10-31T15:34:14","slug":"3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/","title":{"rendered":"3 Step Penting dalam Membangun Portofolio bagi Software Engineer"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-6159 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2-640x360.png\" alt=\"\" width=\"487\" height=\"274\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2-640x360.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2-480x270.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2-768x432.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2.png 808w\" sizes=\"auto, (max-width: 487px) 100vw, 487px\" \/><\/p>\n<p>Sebagai seorang software engineer, memiliki portofolio yang kuat sangat penting untuk menunjukkan keahlian dan pengalaman Anda kepada calon pemberi kerja atau klien. Portofolio tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis Anda, tetapi juga kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dunia nyata dan pendekatan Anda terhadap pengembangan perangkat lunak.<\/p>\n<p>Portofolio teknis Anda adalah satu-satunya situs yang menautkan segala sesuatu tentang pengalaman dan latar belakang profesional Anda. Sebelum mulai membangun portofolio Anda, sangat penting untuk mengidentifikasi target audiens Anda. Keahlian Anda adalah bidang spesifik rekayasa perangkat lunak yang menjadi spesialisasi Anda, seperti pengembangan web, pengembangan seluler, pembelajaran mesin, atau keamanan siber.<\/p>\n<p>Berikut ini 3 step untuk memulai membangun portofolio anda:<\/p>\n<p><strong>Tentukan tujuan anda<\/strong><\/p>\n<p>Tentukan apa yang ingin Anda capai dengan portofolio Anda. Entah itu mencari pekerjaan pertama Anda atau menjadi pembicara di konferensi, Anda perlu menetapkan alasan Anda untuk melakukannya. Hal ini akan memungkinkan Anda untuk menyesuaikan informasi pada portofolio Anda dengan tujuan tersebut.<\/p>\n<p><strong>Pilih konten Anda<\/strong><\/p>\n<p>Setelah Anda menentukan tujuan portofolio Anda, Anda memiliki dua pilihan:<\/p>\n<ul>\n<li>Mulailah dengan konten, seperti menulis biodata Anda dan kemudian memilih proyek yang ingin Anda tampilkan<\/li>\n<li>Mulai dengan desain portofolio.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Misalnya, jika Anda sedang mencari pekerjaan, portofolio Anda dapat mencakup LinkedIn, pekerjaan sebelumnya, proyek pribadi yang pernah Anda kerjakan, dan latar belakang pendidikan Anda. Jika Anda ingin menjadi pembicara atau pendidik, mungkin itu adalah biodata Anda, deskripsi tentang apa yang membuat Anda menjadi ahli dalam topik tertentu, keterlibatan berbicara sebelumnya, atau wawancara podcast Anda.<\/p>\n<p>Banyak dari praktisi lebih memilih untuk membuat bio yang terhubung ke situs profesional lain seperti DEV, GitHub, Twitter, dan LinkedIn. Biografi dapat menampilkan apa pun yang ingin Anda fokuskan, seperti pengalaman kerja, latar belakang pribadi, blog, dan keterlibatan berbicara.<\/p>\n<p><strong>Buat desain Anda<\/strong><\/p>\n<p>Dari perspektif teknis, banyak praktisi akan mulai dengan HTML dan CSS, mungkin beberapa JavaScript jika Anda membutuhkan interaktivitas. Namun ini juga tergantung pada jalur karier Anda dan jenis pekerjaan yang Anda cari. Bagi mereka yang memiliki latar belakang desain, kemungkinan akan lebih kreatif dan interaktif.<\/p>\n<p>Secara umum, buatlah yang sederhana saja. Kerangka kerja yang sangat besar mungkin berlebihan untuk sebuah portofolio, kecuali jika Anda ingin portofolio Anda menjadi contoh keterampilan Anda. Dalam hal ini, portofolio Anda menjadi sebuah proyek tersendiri. Anda menunjukkan keahlian Anda dalam bahasa atau framework dengan menulis kode untuk portofolio Anda dengan bahasa tersebut.<\/p>\n<p>Untuk hosting, Anda bisa memilih dari opsi-opsi gratis seperti Netlify dan Github Pages. Situs-situs tersebut menawarkan sebuah URL, sehingga viewers dapat mengunjungi halaman web Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Refrences<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/how-build-portfolio-software-engineer-fanny-nyayic-i03bf\/\">https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/how-build-portfolio-software-engineer-fanny-nyayic-i03bf\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/medium.com\/@abeythilakeudara3\/building-a-strong-portfolio-as-a-software-engineer-ee5f453717d9\">https:\/\/medium.com\/@abeythilakeudara3\/building-a-strong-portfolio-as-a-software-engineer-ee5f453717d9<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang software engineer, memiliki portofolio yang kuat sangat penting untuk menunjukkan keahlian dan pengalaman Anda kepada calon pemberi kerja atau klien. Portofolio tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis Anda, tetapi juga kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dunia nyata dan pendekatan Anda terhadap pengembangan perangkat lunak. Portofolio teknis Anda adalah satu-satunya situs yang menautkan segala sesuatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":6159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-6158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Step Penting dalam Membangun Portofolio bagi Software Engineer - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Step Penting dalam Membangun Portofolio bagi Software Engineer - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai seorang software engineer, memiliki portofolio yang kuat sangat penting untuk menunjukkan keahlian dan pengalaman Anda kepada calon pemberi kerja atau klien. Portofolio tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis Anda, tetapi juga kemampuan Anda untuk memecahkan masalah dunia nyata dan pendekatan Anda terhadap pengembangan perangkat lunak. Portofolio teknis Anda adalah satu-satunya situs yang menautkan segala sesuatu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-31T04:10:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-10-31T15:34:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"808\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"454\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/aaaa2.png\",\"width\":808,\"height\":454},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/\",\"name\":\"3 Step Penting dalam Membangun Portofolio bagi Software Engineer - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-10-31T04:10:48+00:00\",\"dateModified\":\"2024-10-31T15:34:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/10\/3-step-penting-dalam-membangun-portofolio-bagi-software-engineer\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6160,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6158\/revisions\/6160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}