{"id":5300,"date":"2024-07-08T12:42:30","date_gmt":"2024-07-08T05:42:30","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=5300"},"modified":"2024-07-16T11:52:51","modified_gmt":"2024-07-16T04:52:51","slug":"fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/","title":{"rendered":"FAKTA ATAU MITOS : TERAPI ABA MEMBANTU ANAK DENGAN AUTISM DAN KETERLAMBATAN BERBICARA?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5305 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F1.png\" alt=\"\" width=\"435\" height=\"289\" \/><\/p>\n<p>Autisme adalah spektrum gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi, dan perilaku. Salah satu ciri khas autisme adalah keterbatasan dalam berbicara dan menggunakan bahasa. Bagi orang tua dan <em>caregiver<\/em>, menemukan pendekatan terapi yang efektif untuk membantu anak-anak dengan autisme dan keterlambatan berbicara adalah prioritas utama. Salah satu pendekatan yang telah \u00a0terbukti efektif adalah Terapi Analisis Tingkah Laku (ABA).<\/p>\n<h1><span style=\"font-size: 12pt\">Apa itu Terapi ABA?<\/span><\/h1>\n<p>Terapi Analisis Tingkah Laku (ABA) adalah pendekatan intervensi yang berfokus pada prinsip-prinsip ilmu perilaku untuk mengajar keterampilan yang dibutuhkan dan mengurangi perilaku yang tidak diinginkan. Tujuan utama dari terapi ABA adalah untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup individu dengan autisme melalui penerapan prinsip-prinsip ilmu perilaku yang terbukti efektif. Keterlambatan berbicara sering kali merupakan gejala yang terkait erat dengan autisme, tetapi juga dapat terjadi secara terpisah. Terapi ABA memberikan pendekatan yang terstruktur dan intensif untuk membantu anak-anak mengembangkan keterampilan berbicara dan berkomunikasi<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5304 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F2.png\" alt=\"\" width=\"504\" height=\"337\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F2.png 504w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F2-480x321.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 504px) 100vw, 504px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <u><a href=\"https:\/\/images.app.goo.gl\/YkCH4Hg4dFmFJLNz9\">https:\/\/images.app.goo.gl\/YkCH4Hg4dFmFJLNz9<\/a><\/u><\/p>\n<p>Bagaimana Terapi ABA Bekerja untuk Anak-anak dengan Autism dan Keterlambatan Berbicara?<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pemahaman yang Mendalam tentang Individu: <\/strong>Terapi ABA dimulai dengan evaluasi menyeluruh untuk memahami kebutuhan, minat, dan kemampuan anak secara individual agar dapat disesuaikan untuk memenuhi tujuan perkembangan yang spesifik.<\/li>\n<li><strong>Penguatan Positif: <\/strong>ABA menggunakan penguatan positif untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak-anak. Ketika anak menggunakan bahasa secara mandiri atau mengungkapkan keinginan mereka, mereka diberi penguatan positif seperti pujian, hadiah, atau perhatian positif.<\/li>\n<li><strong>Pemecahan Keterampilan Menjadi Langkah-langkah yang Terkelola: <\/strong>Terapi ABA memecah keterampilan berbicara menjadi langkah-langkah yang terkelola. Anak-anak diajarkan untuk mengembangkan kemampuan bahasa mereka melalui serangkaian langkah-langkah kecil yang memperkuat.<\/li>\n<li><strong>Penggunaan Pengulangan dan Generalisasi: <\/strong>ABA menggunakan pengulangan secara sistematis untuk memperkuat keterampilan berbicara Selain itu, keterampilan yang dipelajari dalam sesi terapi ABA diaplikasikan dalam berbagai situasi dan lingkungan, sehingga anak dapat menggeneralisasikan keterampilan mereka ke dalam kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<li><strong>Intervensi pada Perilaku yang Tidak Diinginkan: <\/strong>Selain membantu dalam pengembangan bahasa, ABA juga mengintervensi perilaku yang tidak diinginkan, seperti perilaku repetitif atau agresif, yang dapat mengganggu proses pembelajaran<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5303 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F3.png\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"366\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F3.png 554w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F3-480x317.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <u><a href=\"https:\/\/images.app.goo.gl\/jkf4wEdhzy1XXLZm9\">https:\/\/images.app.goo.gl\/jkf4wEdhzy1XXLZm9<\/a><\/u><\/p>\n<p>Dalam menerapkan ABA pada anak-anak dengan keterlambatan berbicara, terapi sering kali berfokus pada memperkuat komunikasi fungsional. Ini bisa mencakup penggunaan bahasa lisan, isyarat, komunikasi alternatif atau augmentatif (AAC), atau kombinasi dari semuanya, tergantung pada kebutuhan individu anak.<\/p>\n<p>Pendekatan yang disesuaikan secara individual memastikan bahwa anak-anak mendapatkan dukungan yang sesuai dengan tingkat mereka dalam mengembangkan keterampilan berbicara. Beberapa studi telah menemukan bukti empiris bahwa anak-anak yang menerima terapi ABA menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berbicara, komunikasi, dan interaksi sosial dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima terapi tersebut. Salah satu kekuatan terapi ABA adalah kemampuannya untuk diintegrasikan dengan program pendidikan dan dukungan keluarga. Dengan melibatkan orang tua dan guru dalam proses terapi, anak-anak mendapatkan konsistensi dalam penerapan keterampilan yang dipelajari di berbagai konteks. Kolaborasi antara terapis, pendidik, dan orang tua juga memastikan bahwa tujuan yang ditetapkan bersifat holistik, mencakup aspek-aspek seperti kemandirian, sosialisasi, dan akademik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5302 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F4.png\" alt=\"\" width=\"559\" height=\"314\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F4.png 618w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F4-480x270.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 559px) 100vw, 559px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <u><a href=\"https:\/\/images.app.goo.gl\/cAECHuMnS1evoVqv5\">https:\/\/images.app.goo.gl\/cAECHuMnS1evoVqv5<\/a><\/u><\/p>\n<p>Mengapa ABA Efektif untuk Anak-anak dengan Autism dan Keterlambatan Berbicara?<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pendekatan Individual: <\/strong>ABA menyesuaikan perawatan untuk setiap anak secara Ini berarti setiap program didesain untuk memenuhi kebutuhan unik anak tersebut, termasuk keterampilan komunikasi yang tertinggal.<\/li>\n<li><strong>Pengukuran dan Pemantauan yang Ketat: <\/strong>ABA menggunakan pengukuran yang ketat untuk melacak kemajuan Data yang dikumpulkan membantu terapis menyesuaikan program secara terus-menerus sesuai dengan kebutuhan anak.<\/li>\n<li><strong>Penguatan Positif: <\/strong>ABA menggunakan penguatan positif untuk meningkatkan perilaku yang Ini berarti bahwa ketika anak menunjukkan perilaku komunikasi yang diinginkan, mereka diperkuat dengan hadiah atau pujian, yang mendorong mereka untuk melanjutkan perilaku tersebut.<\/li>\n<li><strong>Generalisasi<\/strong> <strong>Keterampilan: <\/strong>ABA tidak hanya mengajarkan keterampilan dalam satu konteks, tetapi juga mengupayakan agar anak mampu menggunakan keterampilan tersebut dalam berbagai situasi.<\/li>\n<li><strong>Melibatkan Orang Tua dan Keluarga: <\/strong>ABA melibatkan orang tua dan keluarga dalam proses terapi. Ini membantu memastikan bahwa keterampilan yang dipelajari di sesi terapi juga diterapkan di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<li><strong>Bukti Ilmiah yang Kuat: <\/strong>Terapi ABA didukung oleh bukti ilmiah yang Berbagai penelitian telah menunjukkan keberhasilannya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi pada anak-anak dengan autisme dan keterlambatan berbicara.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5301 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F5.png\" alt=\"\" width=\"564\" height=\"327\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F5.png 564w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F5-480x278.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: <u><a href=\"https:\/\/images.app.goo.gl\/rwp9p2v84BjgNg249\">https:\/\/images.app.goo.gl\/rwp9p2v84BjgNg249<\/a><\/u><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Referensi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Autism Speaks. (2021). <em>Applied behavior analysis (ABA)<\/em>. Autism Speaks. <u><a href=\"https:\/\/www.autismspeaks.org\/applied-behavior-analysis\">https:\/\/www.autismspeaks.org\/applied-behavior-analysis<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Cherry, K. (2021, July 4). <em>What Is ABA Therapy? <\/em>Verywell Mind. <u><a href=\"https:\/\/www.verywellmind.com\/what-is-an-aba-design-2794809\">https:\/\/www.verywellmind.com\/what-is-an-aba-design-2794809<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Eldia, N. (2020, December 13). <em>Terapi ABA untuk Anak Autis, Apa Maksudnya? <\/em>Kumparan. <u><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparanmom\/terapi-aba-untuk-anak-autis-apa-maksudnya-1ulhdhApdlp\">https:\/\/kumparan.com\/kumparanmom\/terapi-aba-untuk-anak-autis-apa-maksudnya-<\/a><\/u><\/span><span style=\"font-size: 10pt\"><u><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/kumparanmom\/terapi-aba-untuk-anak-autis-apa-maksudnya-1ulhdhApdlp\">1ulhdhApdlp<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Fadila, I. (2022, October 27). <em>Terapi ABA untuk Anak Autisme, Apa yang Dipelajari? <\/em>Hello Sehat. <u><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/kesehatan-anak\/gangguan-perkembangan\/terapi-autisme-aba\/\">https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/kesehatan-anak\/gangguan-<\/a><\/u><\/span><span style=\"font-size: 10pt\"><u><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/kesehatan-anak\/gangguan-perkembangan\/terapi-autisme-aba\/\">perkembangan\/terapi-autisme-aba\/<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Fadli, dr. R. (2023, May 16). <em>Kenalan dengan Terapi ABA untuk Anak Autis<\/em>. Halodoc. <u><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/kenalan-dengan-terapi-aba-untuk-anak-autis\">https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/kenalan-dengan-terapi-aba-untuk-anak-autis<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Mona, B. (2023, March 23). <em>What Is Applied Behavior Analysis (ABA) Therapy? <\/em>Forbes Health. <u><a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/health\/mind\/what-is-applied-behavior-analysis-aba\/\">https:\/\/www.forbes.com\/health\/mind\/what-is-applied-behavior-analysis-aba\/<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Rudy, L. J. (2023a, June 28). <em>What Is ABA (Applied Behavioral Analysis) Therapy for Autism? <\/em>Verywell Health. <u><a href=\"https:\/\/www.verywellhealth.com\/aba-applied-behavioral-analysis-therapy-autism-259913\">https:\/\/www.verywellhealth.com\/aba-applied-behavioral-<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><u><a href=\"https:\/\/www.verywellhealth.com\/aba-applied-behavioral-analysis-therapy-autism-259913\">analysis-therapy-autism-259913<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Rudy, L. J. (2023b, December 1). <em>Does Applied Behavior Analysis Work for an Autistic Child With Lower Support Needs? <\/em>Verywell Health. <u><a href=\"https:\/\/www.verywellhealth.com\/applied-behavior-analysis-259920\">https:\/\/www.verywellhealth.com\/applied-behavior-analysis-259920<\/a><\/u><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Autisme adalah spektrum gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi, dan perilaku. Salah satu ciri khas autisme adalah keterbatasan dalam berbicara dan menggunakan bahasa. Bagi orang tua dan caregiver, menemukan pendekatan terapi yang efektif untuk membantu anak-anak dengan autisme dan keterlambatan berbicara adalah prioritas utama. Salah satu pendekatan yang telah \u00a0terbukti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5305,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[346],"tags":[],"class_list":["post-5300","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psychology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>FAKTA ATAU MITOS : TERAPI ABA MEMBANTU ANAK DENGAN AUTISM DAN KETERLAMBATAN BERBICARA? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"FAKTA ATAU MITOS : TERAPI ABA MEMBANTU ANAK DENGAN AUTISM DAN KETERLAMBATAN BERBICARA? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Autisme adalah spektrum gangguan perkembangan neurologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam berinteraksi sosial, berkomunikasi, dan perilaku. Salah satu ciri khas autisme adalah keterbatasan dalam berbicara dan menggunakan bahasa. Bagi orang tua dan caregiver, menemukan pendekatan terapi yang efektif untuk membantu anak-anak dengan autisme dan keterlambatan berbicara adalah prioritas utama. Salah satu pendekatan yang telah \u00a0terbukti [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-08T05:42:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T04:52:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"435\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"289\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/F1.png\",\"width\":435,\"height\":289},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/\",\"name\":\"FAKTA ATAU MITOS : TERAPI ABA MEMBANTU ANAK DENGAN AUTISM DAN KETERLAMBATAN BERBICARA? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-07-08T05:42:30+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T04:52:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/fakta-atau-mitos-terapi-aba-membantu-anak-dengan-autism-dan-keterlambatan-berbicara\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5300"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5306,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5300\/revisions\/5306"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}