{"id":5297,"date":"2024-07-05T09:38:47","date_gmt":"2024-07-05T02:38:47","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=5297"},"modified":"2024-07-16T11:42:26","modified_gmt":"2024-07-16T04:42:26","slug":"di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/","title":{"rendered":"Di Balik Topeng Cinta : Ketika Realitas Menjadi Distori"},"content":{"rendered":"<p>\u201cSensitif amat sih, aku hanya bercanda,\u201d,<\/p>\n<p>\u201cAku Selingkuh karena kamu sibuk banget dan tidak ada waktu untukku\u201d,<\/p>\n<p>\u201cBerlebihan amat sih, hal kecil kok dibesar-besarkan\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kamu sering mendengarkan atau membaca kata-kata diatas? Kamu jadi tidak percaya diri sendiri dan terus-menerus disalahkan? Atau Kamu pernah merasa dipermainkan oleh orang lain?Jika pernah, mungkin saja kamu sedang mengalami yang namanya <em>gaslighting.<\/em><\/p>\n<p>Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis, tujuannya untuk meragukan kewarasan dan persepsi seseorang, menciptakan kebingungan, dan mengendalikan naratif yang bisa dilakukan oleh pasangan, teman, atau bahkan atasan kamu.<\/p>\n<p>Tapi apa sih <em>gaslighting <\/em>sebenarnya? Apa saja contoh perilaku dari <em>gaslighting<\/em>?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Apa itu <em>gaslighting<\/em> ?<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>Gaslighting<\/em><\/strong> berasal dari nama sebuah drama tahun 1938 dan film tahun 1944 yang berjudul \u201cGas Light\u201d, dimana karakter suami pada film dan drama tersebut mencoba membuat istrinya meragukan kewarasan atas dirinya sendiri. Sehingga, <em>gaslighting <\/em>merupakan suatu upaya seseorang untuk meruntuhkan keyakinan dan persepsi orang lain dengan cara yang terang terangan. Kata <em>gaslighting <\/em>pernah masuk ke \u201cWord of The Year 2022\u201d loh sobat, dilansir dari Mirian-Webster.<\/p>\n<p>Tujuan pelaku untuk membuat kamu merasa bersalah dan membuat kamu untuk meminta maaf dengan narasi palsu yang menyesatkan loh, padahal yang terjadi sebaliknya. <em>Gaslighting<\/em> biasanya banyak terjadi di hubungan romantis antar pasangan, tapi tidak menutup kemungkinan hubungan dengan orang lain dalam bentuk apapun ya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5298 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/D2.png\" alt=\"\" width=\"564\" height=\"377\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/D2.png 564w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/D2-480x321.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 564px) 100vw, 564px\" \/><\/p>\n<p>Supaya bisa menghindari seseorang dengan sikap ini, Penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda dari <em>gaslighting.<\/em> Tanda-tanda tersebut diantaranya ;<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Penolakan atau Mengubah Fakta<\/strong>. Orang yang melakukan <em>gaslighting <\/em>seringkali menyangkal atau mengubah fakta-fakta, bahkan ketika bukti nyata Mereka membuat korban meragukan ingatan atau persepsi mereka sendiri.<\/li>\n<li><strong>Proyeksi<\/strong>. Individu yang melakukan <em>gaslighting <\/em>sering<\/li>\n<\/ul>\n<p>menyalahkan korban atas perasaan atau tindakan mereka sendiri. Mereka dapat mengatakan bahwa korban \u201cterlalu sensitif\u201d atau \u201cmengada-ada\u201d.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mengaburkan Garis-Garis Kewenangan<\/strong>. Gaslighter berusaha membuat korban merasa Hal ini dilakukan agar keyakinan dan otoritas korban runtuh<strong>.<\/strong><\/li>\n<li><strong>Mengalihkan Pembicaraan. <\/strong>Pelaku <em>gaslighting <\/em>saat dihadapkan pada masalah akibat kesalahannya akan mencoba menghindari topik tersebut dan melakukan distorsi pikaran korban sehingga topik tersebut tidak lagi dibahas.<\/li>\n<li><strong>Mengisolasi Korban<\/strong>. Pelaku <em>gaslighting <\/em>berusaha memutus korban dari segala sumber dukungan seperti; keluarga, teman, atau Pelaku membuat korban merasa malu, sehingga dengan isolasi ini korban lebih bergantung pada pelaku dan lebih rentan terhadapnya.<\/li>\n<li><strong>Menipu dan Menipu<\/strong>. Kebohongan dan manipulasi yang dilakukan pelaku terhadap korban merupakan taktik utama. Pelaku menyembunyikan, mengubah fakta, pura-pura lupa, dan membuat cerita palsu untuk menipu korban. Hal ini dilakukan pelaku agar pelaku dapat mengacaukan persepsi korban.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Bahaya <em>Gaslighting<\/em>, Apa Saja? Yuk Simak<\/strong><\/p>\n<p><em>Gaslighting<\/em> dapat menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, dan trauma. Orang yang mengalami <em>gaslighting <\/em>berkemungkinan merasa tidak aman atau tidak berharga, kesulitan menetapkan batasan. Kecemasan yang dialami membuat korban merasa terjebak dalam lingkaran ketidakpastian dan ketidakmampuan untuk percaya pada diri sendiri. Rendahnya citra diri, korban <em>gaslighting <\/em>sering merasa diragukan atas kemampuan dan penilaian mereka sendiri yang dimana hal ini dapat merusak citra diri dan kepercayaan diri mereka. Ketidakpercayaan pada orang lain, korban yang diperlakukan <em>gaslight <\/em>terhadap pelaku memiliki\u00a0 pengalaman yang menyebabkan korban tidak percaya terhadap orang lain. Terakhir adalah kesulitan menetapkan batasan, korban <em>gaslighting <\/em>mungkin mengalami kesulitan menetapkan batasan yang sehat dan identifikasi perilaku yang tidak sehat.<\/p>\n<p>Bukan hanya kesehatan mental, <em>gaslighting<\/em> memiliki efek buruk pada kesehatan fisik juga loh. Beberapa efek yang dapat ditimbulkan dari <em>gaslighting<\/em> antara lain :<\/p>\n<ul>\n<li>Stress berlebihan dapat mengakibatkan tekanan\u00a0 darah tinggi, masalah jantung<\/li>\n<li>Gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia.<\/li>\n<li>Gangguan tidur<\/li>\n<li>Penurunan imunitas.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Bagaimana Cara Menghadapi Orang Gaslighting?<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Langkah awal, sadar bahwa diri sendiri adalah korban<\/li>\n<li>Jangan takut untuk meminta bantuan atau saran orang lain.<\/li>\n<li>Berlatih teknik relaksasi dan hidup sehat untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental.<\/li>\n<li>Cintai diri kamu, luangkan waktu untuk hobi seperti jurnal, meditasi, aktivitas fisik yang menyehatkan<\/li>\n<li>Jangan takut berbicara dan kumpulkan fakta-fakta kebohongan pelaku<\/li>\n<li>Lebih banyak waktu dengan teman dan keluarga<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Referensi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Julianti, D. (2023). Apa itu Gaslighting? Contoh Kalimat dan Perilakunya di dalam Hubungan. Diakses pada tanggal 3 Mei 2024 dari https:\/\/rey.id\/blog\/kesehatan\/hidup-sehat\/gaslighting-adalah\/<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Stern, R. (2007). The Gaslight Effect: How to Spot and Survive the Hidden Manipulation Others Use to Control Your Life. Harmony.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Sarkis, S (2018). Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People &#8211; and Break Free. Da Capo Lifelong Books.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cSensitif amat sih, aku hanya bercanda,\u201d, \u201cAku Selingkuh karena kamu sibuk banget dan tidak ada waktu untukku\u201d, \u201cBerlebihan amat sih, hal kecil kok dibesar-besarkan\u201d &nbsp; Kamu sering mendengarkan atau membaca kata-kata diatas? Kamu jadi tidak percaya diri sendiri dan terus-menerus disalahkan? Atau Kamu pernah merasa dipermainkan oleh orang lain?Jika pernah, mungkin saja kamu sedang mengalami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5298,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[346],"tags":[],"class_list":["post-5297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psychology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Di Balik Topeng Cinta : Ketika Realitas Menjadi Distori - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di Balik Topeng Cinta : Ketika Realitas Menjadi Distori - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cSensitif amat sih, aku hanya bercanda,\u201d, \u201cAku Selingkuh karena kamu sibuk banget dan tidak ada waktu untukku\u201d, \u201cBerlebihan amat sih, hal kecil kok dibesar-besarkan\u201d &nbsp; Kamu sering mendengarkan atau membaca kata-kata diatas? Kamu jadi tidak percaya diri sendiri dan terus-menerus disalahkan? Atau Kamu pernah merasa dipermainkan oleh orang lain?Jika pernah, mungkin saja kamu sedang mengalami [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-05T02:38:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-07-16T04:42:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/D2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"564\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"377\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/D2.png\",\"width\":564,\"height\":377},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/\",\"name\":\"Di Balik Topeng Cinta : Ketika Realitas Menjadi Distori - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-07-05T02:38:47+00:00\",\"dateModified\":\"2024-07-16T04:42:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/07\/di-balik-topeng-cinta-ketika-realitas-menjadi-distori-2\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5297"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5299,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5297\/revisions\/5299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}