{"id":5197,"date":"2024-06-25T16:24:52","date_gmt":"2024-06-25T09:24:52","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=5197"},"modified":"2024-06-25T16:24:52","modified_gmt":"2024-06-25T09:24:52","slug":"ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/","title":{"rendered":"Ketika Blockchain Terpecah: Centralized vs Decentralized, Pilih Mana?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-5198 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/asss.png\" alt=\"\" width=\"635\" height=\"325\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/asss.png 635w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/asss-480x246.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 635px) 100vw, 635px\" \/><\/p>\n<p>Dalam dunia teknologi blockchain, terdapat perdebatan antara pendekatan terpusat dan terdesentralisasi dalam pengelolaan blockchain. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang perlu dipertimbangkan dalam penerapannya.<\/p>\n<p><strong>Centralized Blockchain<\/strong><\/p>\n<p>Centralized Blockchain mengacu pada model di mana pengelolaan dan kontrol atas jaringan blockchain diserahkan kepada satu atau beberapa entitas yang terkonsentrasi. Contoh dari Centralized Blockchain adalah sistem yang dikelola oleh bank atau perusahaan tertentu.<\/p>\n<p><strong>Kelebihan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Efisiensi Tinggi : Dikarenakan kontrol yang terpusat, kecepatan dan efisiensi dalam verifikasi transaksi sering kali lebih tinggi.<\/li>\n<li>Skalabilitas yang Terkelola : Pengelolaan kapasitas jaringan menjadi lebih mudah karena kontrol penuh atas infrastruktur.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kekurangan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Rentan terhadap Manipulasi : Karena pengelolaan terpusat, risiko manipulasi data atau keputusan dari pihak yang mengendalikan jaringan meningkat.<\/li>\n<li>Ketergantungan pada Pihak Pusat : Jika entitas yang mengelola jaringan mengalami gangguan atau kegagalan, keseluruhan sistem dapat terpengaruh.<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-5199 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/aaaa-640x548.png\" alt=\"\" width=\"577\" height=\"494\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/aaaa-640x548.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/aaaa-480x411.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/aaaa.png 666w\" sizes=\"auto, (max-width: 577px) 100vw, 577px\" \/><\/p>\n<p><strong>Decentralized Blockchain<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, Decentralized Blockchain didasarkan pada prinsip distribusi kekuasaan, di mana tidak ada satu entitas tunggal yang mengontrol jaringan. Bitcoin adalah salah satu contoh terkenal dari Decentralized Blockchain.<\/p>\n<p><strong>Kelebihan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Ketahanan terhadap Manipulasi : Karena tidak ada entitas tunggal yang mengontrol, manipulasi data atau transaksi menjadi jauh lebih sulit dilakukan.<\/li>\n<li>Keamanan yang Tinggi : Kekuatan pengamanan datanya berasal dari distribusi yang merata di seluruh jaringan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kekurangan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Kinerja yang Lambat : Kadang-kadang, verifikasi transaksi dalam Decentralized Blockchain bisa memakan waktu lebih lama karena memerlukan persetujuan dari berbagai node.<\/li>\n<li>Kesulitan dalam Koordinasi : Keputusan yang dibuat secara kolektif dapat memperlambat perubahan atau penyesuaian dalam jaringan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pilihan antara Centralized dan Decentralized harus dipertimbangkan dengan cermat tergantung pada kebutuhan, tujuan, dan tingkat keamanan yang diinginkan dalam suatu sistem. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dievaluasi untuk memastikan implementasi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik dari suatu aplikasi atau bisnis.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Referensi<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Swan, M. (2015). Blockchain: Blueprint for a New Economy.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Narayanan, A., Bonneau, J., Felten, E., Miller, A., &amp; Goldfeder, S. (2016). Bitcoin and Cryptocurrency Technologies: A Comprehensive Introduction.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.aceinfoway.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/decentralized-versus-centralized-apps.jpg\">https:\/\/www.aceinfoway.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/decentralized-versus-centralized-apps.jpg<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/101blockchains.com\/wp-content\/uploads\/2018\/08\/From_Centralized_to_Decentralized.png<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia teknologi blockchain, terdapat perdebatan antara pendekatan terpusat dan terdesentralisasi dalam pengelolaan blockchain. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang perlu dipertimbangkan dalam penerapannya. Centralized Blockchain Centralized Blockchain mengacu pada model di mana pengelolaan dan kontrol atas jaringan blockchain diserahkan kepada satu atau beberapa entitas yang terkonsentrasi. Contoh dari Centralized Blockchain adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":5198,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[337],"tags":[],"class_list":["post-5197","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-information-technology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ketika Blockchain Terpecah: Centralized vs Decentralized, Pilih Mana? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Blockchain Terpecah: Centralized vs Decentralized, Pilih Mana? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia teknologi blockchain, terdapat perdebatan antara pendekatan terpusat dan terdesentralisasi dalam pengelolaan blockchain. Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang perlu dipertimbangkan dalam penerapannya. Centralized Blockchain Centralized Blockchain mengacu pada model di mana pengelolaan dan kontrol atas jaringan blockchain diserahkan kepada satu atau beberapa entitas yang terkonsentrasi. Contoh dari Centralized Blockchain adalah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-25T09:24:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/asss.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"635\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"325\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/asss.png\",\"width\":635,\"height\":325},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/\",\"name\":\"Ketika Blockchain Terpecah: Centralized vs Decentralized, Pilih Mana? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-06-25T09:24:52+00:00\",\"dateModified\":\"2024-06-25T09:24:52+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/06\/ketika-blockchain-terpecah-centralized-vs-decentralized-pilih-mana\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5197"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5200,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5197\/revisions\/5200"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}