{"id":4866,"date":"2024-04-19T09:30:18","date_gmt":"2024-04-19T02:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=4866"},"modified":"2024-04-26T09:35:05","modified_gmt":"2024-04-26T02:35:05","slug":"siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/","title":{"rendered":"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-4867 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20-640x366.png\" alt=\"\" width=\"512\" height=\"293\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20-640x366.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20-1200x687.png 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20-480x275.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20-768x440.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20-1024x586.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png 1310w\" sizes=\"auto, (max-width: 512px) 100vw, 512px\" \/><\/p>\n<p><em>Society<\/em> 5.0 adalah suatu konsep <em>Society<\/em> yang berpusat pada manusia <em>(human-centered)<\/em> dan berbasis teknologi (<em>technology based<\/em>) yang pertama kali dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.<\/p>\n<p>Melalui\u00a0<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/Masyarakat-5.0\"><em>Society<\/em> 5.0<\/a>, kecerdasan buatan (<em>artificial intelligence<\/em>) akan mentransformasi <em>Big Data<\/em> yang dikumpulkan melalui <em>internet<\/em> pada segala bidang kehidupan (<em>the Internet of Things<\/em>) menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. \u00a0Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana <em>Society<\/em> 5.0 bekerja?<\/strong><\/p>\n<p>Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan bersatunya berbagai teknologi yang memanfaatkan\u00a0<em>Internet of Things<\/em>\u00a0(alat yang dapat mengirim data melalui <em>internet<\/em>), lalu di simpan ke dalam\u00a0<em>Big Data<\/em>\u00a0(data yang terhimpun dalam jumlah sangat besar), yang kemudian diproses oleh\u00a0<em>Artificial Intelligence<\/em>(kecerdasan buatan). Hal ini dapat melahirkan \u201cpabrik cerdas\u201d dan \u201crobot cerdas\u201d yang memaksimalkan fungsi <em>internet<\/em>. Dalam <em>Society<\/em> informasi masa lalu (<em>Society<\/em> 4.0), orang akan mengakses layanan\u00a0<em>cloud<\/em>\u00a0(<em>database<\/em>) di dunia maya melalui <em>internet<\/em> dan mencari, mengambil, dan menganalisis informasi atau data.<\/p>\n<p>Sementara itu, di <em>Society<\/em> 5.0, sejumlah besar informasi dari sensor di ruang fisik terakumulasi di dunia maya. Di dunia maya, data besar ini dianalisis oleh kecerdasan buatan atau\u00a0<em>Artificial Intelligence<\/em>(AI), dan hasil analisisnya diumpankan kembali ke manusia dalam ruang fisik dalam berbagai bentuk.<\/p>\n<p>Di <em>Society<\/em> 4.0, praktik umum adalah mengumpulkan informasi melalui jaringan dan menganalisisnya oleh manusia. Namun, dalam\u00a0<a href=\"http:\/\/www.timesindonesia.co.id\/tag\/Masyarakat-5.0\"><em>Society<\/em> 5.0<\/a>, orang, benda, dan sistem semuanya terhubung di dunia maya dan hasil optimal yang diperoleh oleh AI melebihi kemampuan manusia diberi\u00a0<em>feedback<\/em>\u00a0ke ruang fisik. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan <em>Society<\/em> dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin.<\/p>\n<p>Di <em>Society<\/em> 4.0 adalah mengumpulkan informasi melalui jaringan dan dianalisa lebih lanjut oleh manusia. Di <em>Society<\/em> 5.0, manusia, benda dan system semuanya terhubung di dunia maya dan hasil optimal yang diperoleh oleh Al (melebihi kemampuan manusia) diberi\u00a0<em>feedback<\/em>\u00a0ke ruang fisik. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan masyarakat dengan cara yang tidak mungkin dilakukan di era sebelumnya.<\/p>\n<p>Di <em>Society<\/em> 5.0 bukan lagi modal, namun data yang menghubungkan dan menggerakan segalanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan kurang beruntung. <em>Society<\/em> 5.0 merupakan kelompok yang menerapkan teknologi yang berfokus pada kehidupan manusia, yang berlandaskan pada kebiasaan <em>Society<\/em> 4.0.<\/p>\n<p>Salah satu dampak dari Revolusi Industri 4.0 dan <em>Society<\/em> 5.0 adalah dunia yang semakin terkoneksi sehingga tidak ada \u201cbatas\u201d lagi antara sistem yang satu dengan sistem yang lain. Sebagai contoh adalah bocornya data personal <em>Society<\/em> Indonesia, seperti contoh\u00a0<em>smartphone<\/em>\u00a0yang secara tidak sadar merekam segala aktifitas pengguna lalu dihimpun di dalam\u00a0<em>Big Data<\/em>. Hal mengerikan lainnya adalah potensi bocornya rahasia negara dan privasi negara. Sehingga dengan adanya ini, pemerintah perlu memperkuat sistem keamanan bangsa Indonesia agar data-data rahasia mengenai negara tidak mudah direntas.<\/p>\n<p>Awalanya, Pada <em>Society<\/em> 4.0\u00a0 mengandalkan otomatisasi, robot, <em>internet<\/em>, rantai pasokan secara global, dan juga\u00a0<em>Big Data<\/em>\u00a0yang terbentuk dari informasi <em>internet<\/em>, tetapi di <em>Society<\/em> 5.0,\u00a0<em>Big Data<\/em>\u00a0berkembang secara signifikan,\u00a0<em>Big Data<\/em>\u00a0terbentuk dari sensor, terhubung melalui\u00a0<em>internet of things<\/em>, dianalisis menggunakan\u00a0<em>Artificial Intelligence<\/em>dan dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat.<\/p>\n<p>Pemanfaatan <em>Big Data<\/em> yang mengikuti perkembangan <em>Society<\/em> 5.0 bisa dalam berbagai bidang. Salah satunya dalam bidang pemanfaatan teknologi wearable. Teknologi\u00a0<em>wearable<\/em>\u00a0biasanya digunakan untuk membantu aktivitas sehari-hari seperti komunikasi dan navigasi. Tapi di tangan Daniel Oscar Baskoro (peneliti dari Universitas Gajah Mada), teknologi\u00a0<em>wearable<\/em>\u00a0telah menjelma sebagai teknologi pengumpul informasi <em>Big Data<\/em>. Oscar menjelaskan tentang teknologi\u00a0<em>wearable<\/em>\u00a0dan menampilkan sejumlah aplikasi yang ia kembangkan untuk <em>Google Glass<\/em> dan <em>smartphone<\/em>, yaitu <em>Quick Disaster, Weaver, Realive<\/em>, dan <em>Stress Rate<\/em>.<\/p>\n<p><em>Quick Disaster<\/em> merupakan aplikasi bencana alam yang akan membantu pengguna saat terjadi dan setelah bencana alam. Misalnya saat terjadi gempa bumi, <em>Google Glass <\/em>akan membantu memberikan solusi di saat bencana itu terjadi dengan memberikan navigasi jalur evakuasi. Setelah bencana terjadi, pengguna bisa mengambil gambar dan melaporkan kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat bencana alam melalui aplikasi ini. Sedangkan <em><a href=\"http:\/\/sabrinawanggraini.wix.com\/weaver\">Weaver<\/a><\/em>\u00a0adalah aplikasi untuk meningkatkan pengalaman berkendara yang awalnya ia kembangkan untuk Toyota. Aplikasi ini bisa melacak berapa banyak bahan bakar minyak yang dihabiskan, mengetahui rasio penggunaan bahan bakar, dan mengetahui berapa banyak kadar CO<sub>2<\/sub> yang dikeluarkan setiap mobil.<\/p>\n<p><em>Realive<\/em> merupakan aplikasi untuk melaporkan kejadian secara\u00a0<em>real time<\/em>\u00a0seperti apabila ada kebakaran, kecelakaan, dan kejadian lain. Sedangkan Stress Rate, merupakan aplikasi untuk mengetahui tingkat kepadatan penduduk di suatu area publik. Kedua aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan dan akan diluncurkan dalam waktu dekat.<\/p>\n<p><em>Society<\/em> 5.0 mengubah cara pandang manusia terhadap valuasi suatu bisnis. Analisis bisnis di era digital sudah berubah. Aset tak lagi <em>tangible<\/em>, ada aset <em>intangible<\/em> yang tak bisa diukur dan dicatat pada balance sheet akuntansi. Sebagai contoh Gojek tak punya satu pun motor, tapi valuasinya 12 kali melebihi Garuda Indonesia. Apa asetnya? <em>Intangible<\/em>, bentuknya seperti brand, skill, inovasi, dan keterampilan yang akhirnya menciptakan <em>platform<\/em> berbasis ekosistem. Valuasi Gojek 10 miliar dollar AS (Rp 142 triliun) vs Garuda Indonesia yang berada di angka Rp 11,07 triliun.<\/p>\n<p>Banyak hal yang terjadi seiring dengan perkembangan teknologi. Selain gaya hidup manusia yang lebih berorientasi pada hal-hal yang berbau digital, terjadi juga perubahan pada pasar tenaga kerja yang melahirkan profesi-profesi baru seperti:\u00a0<em>blogger, web developer, apps creator\/developer, smart chief listener, smart kettle manager, Big Data analyst, cyber troops, cyber psychologist, cyber patrol, forensic cyber crime specialist, smart animator, game developer, smart control room operator, medical sonographer, prosthodontist, crowdfunding specialist, social entrepreneur, fashionista and ambassador, BIM developer, cloud computing services, cloud service specialist, dog whisperer, drone operator<\/em>\u00a0dsb.<\/p>\n<p>Di era <em>Society<\/em> 5.0, inovasi teknologi diarahkan untuk mengisi ketimpangan dengan memperbaiki produk dan jasa menjadi lebih berkualitas, bahkan mengembangkan produk barang dan jasa baru yang belum tersentuh di era sebelumnya.<\/p>\n<p>Otomatisasi dan penggunaan robot membuat proses produksi dapat berjalan 24 jam sehingga kapasitas produksi barang lebih optimal, standarisasi kualitas barang juga lebih terjamin. Pada akhirnya akan tercipta efisiensi yang dapat memaksimalkan keuntungan organisasi.<\/p>\n<p><strong>Manfaat yang bisa dicapai pada <em>SOCIETY<\/em> 5.0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>IoT mampu menghubungkan manusia dengan segala sesuatu. Berbagai pengetahuan dan informasi akan tersebar bebas dan tanpa batas.<\/li>\n<li>Banyak isu sosial akan teratasi dan manusia akan terlepas dari berbagai macam keterbatasan dalam hidup. Jarak dan lokasi tidak lagi menjadi kendala. Teknologi drone memungkinkan pengiriman barang menjangkau siapa saja dimana saja, konsultasi kesehatan jarak jauh dari rumah tanpa harus menemui dokter secara fisik, kerja tidak perlu dari kantor (<em>work from home<\/em>), smart food merekomendasikan menu sesuai kadar nutrisi yang dibutuhkan tubuh, produksi panen pertanian meningkat pesat memanfaatkan traktor tanpa awak kinerja tinggi, pemanfaatan transportasi modern tenaga listrik tanpa awak, <em>smart grid system<\/em> untuk mengelola permintaan &amp; pasokan listrik. dll.<\/li>\n<li>Solusi terhadap berbagai isu lingkungan, seperti : pemanfaatan remote sensing serta data oceanografik untuk monitoring dan management kualitas air,; analisa data meteorologi menggunakan <em>high performance computer<\/em> untuk pemecahan isu perubahan ligkungan; smart city yang aman, nyaman &amp; efisien; <em>early warning alert system<\/em> untuk melindungi manusia dari bencana alam &amp; penyakit berdasarkan kombinasi berbagai data.<\/li>\n<li>AI akan membebaskan manusia dari pekerjaan berat menganalisa informasi dalam skala masif. Problem matematis yang rumit dapat diselesaikan dengan cepat, informasi kondisi bisnis tersaji dalam waktu singkat sehingga para eksekutif perusahaan dapat membuat keputusan bisnis seketika, pemerintah dapat menyelesaikan berbagai problem sosial dengan bantuan <em>Big Data<\/em>.<\/li>\n<li>Manusia akan memiliki kemampuan lebih untuk melakukan sesuatu dengan bantuan robot dan otomatisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan adanya <em>Society<\/em> 5.0 orang, benda, dan sistem semuanya terhubung di dunia maya dan hasil optimal yang diperoleh oleh AI dan dengan penggabungan teknologi <em>Big Data<\/em> yang melebihi kemampuan manusia diberi\u00a0<em>feedback<\/em>\u00a0ke ruang fisik. Proses ini membawa nilai baru bagi industri dan <em>Society<\/em> dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin menjadi mungkin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi :<\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/www.japanindustrynews.com\/2019\/04\/connected-industries-japans-approach-to-industry-4-0-on-the-way-to-society-5-0\/<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/www.timesindonesia.co.id\/read\/news\/197889\/mengenal-<em>Society<\/em>-50-transformasi-kehidupan-yang-dikembangkan-jepang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">http:\/\/www.smartcityindo.com\/2019\/10\/mengenal-<em>Society<\/em>-50-transformasi.html<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/properti.kompas.com\/read\/2019\/01\/28\/115422021\/society-50-solusi-jepang-atasi-defisit-penduduk-dan-infrastruktur?page=all\">https:\/\/properti.kompas.com\/read\/2019\/01\/28\/115422021\/<em>Society<\/em>-50-solusi-jepang-atasi-defisit-penduduk-dan-infrastruktur?page=all<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=m5-fKmcUllQ\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=m5-fKmcUllQ<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=ZgDb1nU6WnY\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=ZgDb1nU6WnY<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">https:\/\/medium.com\/@mohamadalvin\/dampak-revolusi-industri-4-0-dan-<em>Society<\/em>-5-0-terhadap-ketahanan-nasional-bangsa-620fdd30f90f<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Society 5.0 adalah suatu konsep Society yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) yang pertama kali dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia. Melalui\u00a0Society 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi Big Data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4867,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-4866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Society 5.0 adalah suatu konsep Society yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) yang pertama kali dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia. Melalui\u00a0Society 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi Big Data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-04-19T02:30:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-04-26T02:35:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1310\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"editorarticle\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"editorarticle\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"editorarticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"headline\":\"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat?\",\"datePublished\":\"2024-04-19T02:30:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-26T02:35:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/\"},\"wordCount\":1281,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png\",\"articleSection\":[\"Computer Science \u2013 Software Engineering\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/\",\"name\":\"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png\",\"datePublished\":\"2024-04-19T02:30:18+00:00\",\"dateModified\":\"2024-04-26T02:35:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/04\\\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png\",\"width\":1310,\"height\":750},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2024\\\/04\\\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/author\\\/editorarticle\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","og_description":"Society 5.0 adalah suatu konsep Society yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based) yang pertama kali dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia. Melalui\u00a0Society 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi Big Data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/","og_site_name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","article_published_time":"2024-04-19T02:30:18+00:00","article_modified_time":"2024-04-26T02:35:05+00:00","og_image":[{"width":1310,"height":750,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png","type":"image\/png"}],"author":"editorarticle","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"editorarticle","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/"},"author":{"name":"editorarticle","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"headline":"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat?","datePublished":"2024-04-19T02:30:18+00:00","dateModified":"2024-04-26T02:35:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/"},"wordCount":1281,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png","articleSection":["Computer Science \u2013 Software Engineering"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/","name":"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png","datePublished":"2024-04-19T02:30:18+00:00","dateModified":"2024-04-26T02:35:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/Screenshot-2024-04-26-at-09.33.20.png","width":1310,"height":750},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/04\/siapkah-indonesia-menyosong-society-5-0-dengan-seiring-perkembangan-big-data-yang-semakin-pesat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siapkah Indonesia Menyosong Society 5.0 Dengan Seiring Perkembangan Big Data Yang Semakin Pesat?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/","name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88","name":"editorarticle","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","caption":"editorarticle"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/author\/editorarticle\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4868,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4866\/revisions\/4868"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}