{"id":4697,"date":"2024-03-19T14:24:45","date_gmt":"2024-03-19T07:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=4697"},"modified":"2024-03-22T14:28:15","modified_gmt":"2024-03-22T07:28:15","slug":"pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/","title":{"rendered":"Pertanian Rendah Karbon  (Low Carbon Agriculture)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4698 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1-640x426.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1-640x426.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1-480x319.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1-768x511.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1.png 939w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Sumber: <u><a href=\"https:\/\/www.themandarin.com.au\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/low-carbon-green-city.jpg\">https:\/\/www.themandarin.com.au\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/low-carbon-green-city.jpg<\/a><\/u><\/span><\/p>\n<p>Banyak negara telah menggunakan metode baru yang disebut ekonomi rendah karbon (<em>low carbon economy) <\/em>untuk meningkatkan ekonomi mereka dan melindungi mereka dari pemanasan global (He, 2016). Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada 2030, menuju tercapainya net zero emissions di tahun 2060.<\/p>\n<p>Sektor pertanian dan kehutanan juga mesti bertanggung jawab atas ancaman iklim global, menurut laporan khusus mengenai Perubahan Iklim dan Lahan yang diterbitkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Dalam laporannya, pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya telah berkontribusi hampir 23% emisi gas rumah kaca global.<\/p>\n<p>Faktanya, pengembangkan teknologi pertanian yang rendah karbon terbukti memiliki kemampuan untuk secara efektif mengurangi tingkat pemanasan global. Jadi, praktik dekarbonisasi oleh para petani sangat penting untuk mendorong pengembangan pertanian rendah karbon.<\/p>\n<p><strong>Pengertian Low Carbon Agriculture<\/strong><\/p>\n<p>Pertanian rendah karbon (low carbon agriculture) adalah sistem pertanian modern yang bertujuan untuk memerangi dampak buruk perubahan iklim dengan mengurangi masukan karbon dan meningkatkan penyerapan karbon melalui strategi pengelolaan yang diperbarui. Pertanian rendah karbon berupaya melindungi dan meningkatkan kualitas sumber daya alam, meningkatkan keanekaragaman hayati alami, dan meningkatkan hasil panen dan hewan sambil mengambil langkah-langkah menuju masa depan produksi pangan yang lebih berkelanjutan.<\/p>\n<p>Jadi, aktivitas pertanian apa yang bisa dilakukan untuk berpartisipasi dalam <em>low carbon agriculture?<\/em><\/p>\n<ol>\n<li>Gunakan mesin dan peralatan pertanian yang rendah karbon atau <em>zero-emissions machinery<\/em><\/li>\n<li>Gunakan manajemen pengairan pertanian yang lebih baik dan efisien<\/li>\n<li>Pemilihan bibit tanaman yang secara genetic lebih baik dan termasuk dalam GHG-focused breeding<\/li>\n<li>Penggunaan pupuk organic yang lebih baik<\/li>\n<li>Pemberian pupuk pada waktu dan dosis yang tepat<\/li>\n<li>Penggunaan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan panen<\/li>\n<li>Menetapkan focus panen pada kualitas nutrisi yang tinggi<\/li>\n<li>Memperbaiki rotasi kandungan nitrogen<\/li>\n<li>Memperhatikan maintenance dari peralatan pertanian<\/li>\n<li>Pengelolaan Jerami pertanian yang lebih baik<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pertanyaan selanjutnya adalah motivasi para petani untuk bersedia implementasi aktivitas pertanian dengan konsep <em>low carbon agriculture <\/em>ini.<\/p>\n<p>Tampaknya, pada negara yang telah menerapkan konsep ini, pemerintahnya memberikan subsidi untuk membantu para petani beralih <em>green technology<\/em> dan <em>green seeding<\/em>. Selain itu, pemerintahnya secara aktif mengedukasi masyarakan mengenai green agriculture sehingga secara tidak langsung telah membantu para petani untuk mempromosikan <em>agro-food green planting.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>He, J.-K. (2016). Global low-carbon transition and China\u2019s response strategies. Adv. Climate Change Res. 7, 204\u2013212. doi: 10.1016\/j.accre.2016.06.007<\/p>\n<p>Indonesia.go.id, 2023, Komitmen Indonesia Mengurangi Emisi Karbon, <u><a href=\"https:\/\/indonesia.go.id\/kategori\/editorial\/7939\/komitmen-indonesia-mengurangi-emisi-karbon?lang=1\">https:\/\/indonesia.go.id\/kategori\/editorial\/7939\/komitmen-indonesia-mengurangi-emisi-karbon?lang=1<\/a><\/u><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: https:\/\/www.themandarin.com.au\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/low-carbon-green-city.jpg Banyak negara telah menggunakan metode baru yang disebut ekonomi rendah karbon (low carbon economy) untuk meningkatkan ekonomi mereka dan melindungi mereka dari pemanasan global (He, 2016). Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada 2030, menuju tercapainya net zero emissions di tahun 2060. Sektor pertanian dan kehutanan juga mesti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4698,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[339],"tags":[],"class_list":["post-4697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-accounting-technology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pertanian Rendah Karbon (Low Carbon Agriculture) - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pertanian Rendah Karbon (Low Carbon Agriculture) - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sumber: https:\/\/www.themandarin.com.au\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/low-carbon-green-city.jpg Banyak negara telah menggunakan metode baru yang disebut ekonomi rendah karbon (low carbon economy) untuk meningkatkan ekonomi mereka dan melindungi mereka dari pemanasan global (He, 2016). Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada 2030, menuju tercapainya net zero emissions di tahun 2060. Sektor pertanian dan kehutanan juga mesti [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-19T07:24:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-22T07:28:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"939\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"625\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/akun-1.png\",\"width\":939,\"height\":625},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/\",\"name\":\"Pertanian Rendah Karbon (Low Carbon Agriculture) - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-03-19T07:24:45+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-22T07:28:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/pertanian-rendah-karbon-low-carbon-agriculture\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4699,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4697\/revisions\/4699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}