{"id":4568,"date":"2024-03-08T12:17:11","date_gmt":"2024-03-08T05:17:11","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=4568"},"modified":"2024-03-08T12:17:11","modified_gmt":"2024-03-08T05:17:11","slug":"membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/","title":{"rendered":"Membuka Potensi Inovasi Kreatif dengan Metode Design thinking"},"content":{"rendered":"<p>Hai, Sahabat Binus Bekasi Beken! Pernah dengar tentang <em>design thinking<\/em>? Ini adalah konsep yang mengubah paradigma dan membuka pintu bagi ide-ide segar serta inovasi yang cemerlang. Mari kita telusuri lebih dalam dunia <em>design thinking<\/em> dengan menggunakan <em>framework design thinking<\/em> yang dikembangkan oleh Nielsen Norman Group (NNG).<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4569 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt1-640x353.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"353\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt1-640x353.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt1-480x265.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt1-768x424.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt1.png 889w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Gambar 1. Design Thinking NNGroup<\/span><\/p>\n<p>Jadi, apa itu <em>design thinking<\/em>? Secara sederhana, ini adalah pendekatan yang menekankan pada pemahaman masalah dari perspektif pengguna dan menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhan mereka. Bayangkan jika kita ingin meningkatkan pengalaman onboarding bagi pengguna baru.Dalam fase &#8220;Empathize,&#8221; kita melakukan riset menyeluruh untuk memahami aktivitas, pemikiran, dan perasaan pengguna. Tujuannya adalah merasakan empati sepenuhnya dengan pengguna dan memahami pandangan mereka. Salah satu teknik yang sering digunakan dalam fase ini adalah affinity mapping.<\/p>\n<p>Dengan affinity mapping, kita dapat mengorganisir dan mengelompokkan temuan dari riset kita ke dalam pola-pola yang bermakna. Dengan cara ini, kita dapat melihat pola-pola umum dan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang kebutuhan, masalah, dan harapan pengguna. Ini membantu kita untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan dan fokus yang lebih tepat untuk fase-fase berikutnya dalam proses design thinking.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4570 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2-640x416.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2-640x416.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2-480x312.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2-768x500.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2.png 787w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Gambar 2. <em>Affinity Mapping<\/em> (Schicker, 2020)<\/span><\/p>\n<p>Selanjutnya, kita memasuki fase &#8220;Define,&#8221; di mana kita menggabungkan hasil riset untuk mengidentifikasi masalah utama yang dihadapi pengguna. Di fase ini, kita mulai mencari peluang inovasi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya. Sebagai tambahan, dalam fase ini, kita juga dapat membuat <em>user persona<\/em> dan <em>user journey map<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4571 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt3-640x426.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt3-640x426.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt3-480x320.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt3-768x512.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt3.png 818w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Gambar 3. <em>User Persona <\/em>(<em>Designed by Freepik<\/em>)<\/span><\/p>\n<p>Kemudian, di fase &#8220;Ideate,&#8221; kita mengeluarkan kreativitas dengan melakukan brainstorming ide-ide yang beragam untuk mengatasi masalah-masalah yang telah diidentifikasi. Tidak ada batasan di sini, semua ide didorong! Sebagai tambahan, dalam fase ini, kita dapat menggunakan teknik seperti &#8220;crazy eight&#8221; dan mindmap.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4572 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt4.png\" alt=\"\" width=\"554\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt4.png 554w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt4-480x321.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 554px) 100vw, 554px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Gambar 4. Sesi<em> Brainstorming <\/em>(<em>Photo by Freepik<\/em>)<\/span><\/p>\n<p>Setelah tahap ideation, langkah berikutnya adalah memasuki fase &#8220;Prototype,&#8221; di mana kita dapat membuat dua jenis prototipe: <em>low fidelity<\/em> dan <em>high fidelity.<\/em> <em>Low fidelity prototype<\/em> adalah versi sederhana yang fokus pada konsep dasar, sering kali dibuat dengan bahan-bahan sederhana seperti <em>paper prototoype<\/em>, sementara <em>high fidelity prototype<\/em> menyerupai produk akhir dan dibuat dengan perangkat lunak desain canggih.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4573 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt5-640x426.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt5-640x426.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt5-480x319.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt5.png 654w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Gambar 5. High Fidelity Prototype (<em>Designed by Freepik<\/em>)<\/span><\/p>\n<p>Fase selanjutnya adalah &#8220;Test,&#8221; di mana kita kembali kepada pengguna untuk menguji prototipe kita dan mendapatkan <em>feedback<\/em> yang berharga. Kita ingin memastikan solusi kita benar-benar memenuhi kebutuhan pengguna dan meningkatkan pengalaman mereka.<\/p>\n<p>Dan yang terakhir adalah fase &#8220;Implement,&#8221; di mana kita menerapkan solusi kita ke dalam praktik. Ini saatnya mengubah visi menjadi kenyataan dan memberikan dampak nyata bagi pengguna.<\/p>\n<p>Jadi, mengapa <em>design thinking<\/em> begitu penting? Karena dengan pendekatan ini, kita bisa menciptakan solusi-solusi yang memenuhi kebutuhan pengguna, mendorong inovasi, dan menciptakan keunggulan kompetitif.<\/p>\n<p>Mari kita menjelajahi dunia <em>design thinking<\/em> bersama-sama, Sahabat Binus Bekasi Beken, dan membuka potensi inovasi kreatif kita. Bersiaplah untuk memecahkan masalah dengan cara yang baru dan menyenangkan!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kontak:<\/p>\n<p><a href=\"mailto:Bit.program@binus.edu\">Bit.program@binus.edu<\/a> (email)<\/p>\n<p>Business Information Technology Program<\/p>\n<p>School of Information Systems Binus@Bekasi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai, Sahabat Binus Bekasi Beken! Pernah dengar tentang design thinking? Ini adalah konsep yang mengubah paradigma dan membuka pintu bagi ide-ide segar serta inovasi yang cemerlang. Mari kita telusuri lebih dalam dunia design thinking dengan menggunakan framework design thinking yang dikembangkan oleh Nielsen Norman Group (NNG). Gambar 1. Design Thinking NNGroup Jadi, apa itu design [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":4570,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[337],"tags":[],"class_list":["post-4568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-information-technology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Membuka Potensi Inovasi Kreatif dengan Metode Design thinking - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Membuka Potensi Inovasi Kreatif dengan Metode Design thinking - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hai, Sahabat Binus Bekasi Beken! Pernah dengar tentang design thinking? Ini adalah konsep yang mengubah paradigma dan membuka pintu bagi ide-ide segar serta inovasi yang cemerlang. Mari kita telusuri lebih dalam dunia design thinking dengan menggunakan framework design thinking yang dikembangkan oleh Nielsen Norman Group (NNG). Gambar 1. Design Thinking NNGroup Jadi, apa itu design [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-08T05:17:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"787\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"512\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/bitt2.png\",\"width\":787,\"height\":512},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/\",\"name\":\"Membuka Potensi Inovasi Kreatif dengan Metode Design thinking - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2024-03-08T05:17:11+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-08T05:17:11+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2024\/03\/membuka-potensi-inovasi-kreatif-dengan-metode-design-thinking\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4568","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4568"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4574,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4568\/revisions\/4574"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4570"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}