{"id":4090,"date":"2023-10-25T10:36:24","date_gmt":"2023-10-25T03:36:24","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=4090"},"modified":"2023-10-25T10:36:24","modified_gmt":"2023-10-25T03:36:24","slug":"how-to-become-a-software-engineer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/","title":{"rendered":"HOW TO BECOME A SOFTWARE ENGINEER"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-4091\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture1-6.jpg\" alt=\"\" width=\"620\" height=\"271\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 8pt\">Sumber: domainesia.com<\/span><\/p>\n<p>Langkah awal dalam meniti karir sebagai <em>Software Engineer<\/em> adalah setidaknya memiliki gelar sarjana pada bidang tersebut, namun ini bukanlah kunci utama. Yang menjadi kunci utama diantaranya:<\/p>\n<ol>\n<li>Kemampuan <em>programming<\/em><\/li>\n<li>Pengetahuan terkait <em>scripting<\/em> dan bahasa pemrograman berbasis <em>object-oriented<\/em><\/li>\n<li>Sifat yang berorientasi pada pemecahan masalah (<em>problem solving<\/em>)<\/li>\n<li>Keinginan untuk terus belajar<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menjadi seorang <em>Software Engineer<\/em> merupakan suatu karir yang sangat fleksibel dan berfokus pada perkembangan teknologi. Memilih jalur karir ini harus terus berkembang dan <strong>sangat cocok bagi orang yang sangat antusias pada pemecahan masalah, berpikiran kreatif dan menjadikan teknologi sebagai alat dalam membuat solusi (Li, Ko, &amp; Zhu, 2015)<\/strong>.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Apa itu Software Engineering?<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4092\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture2-1.png\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"282\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture2-1.png 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture2-1-480x217.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 8pt\">Sumber: codingninjas.com<\/span><\/p>\n<p>Secara singkat menurut Dr. Scott Overmyer, wakil dekan program teknologi informasi di Southern New Hampshire University (SNHU) \u201c<em>Software Engineering is the application of engineering principles to the development of software<\/em>\u201d, hal ini diartikan bahwa <strong><em>Software Engineering<\/em> merupakan pengaplikasian dari prinsip-prinsip teknik dalam mengembangkan suatu <em>software<\/em><\/strong>. Lebih dari seorang programmer, Overmyer mengatakan bahwa seorang <em>Software Engineer<\/em> bertanggung jawab dalam penerapan prinsip-prinsip teknik tersebut pada tiap fase pengembangan <em>software<\/em> itu sendiri.<\/p>\n<p><em>Software Engineering<\/em> ini berfokus pada <em>project management<\/em>, <em>analytical thinking<\/em>, dan <em>collaborative skills<\/em>, hal ini memberikan peluang yang baik bagi seorang <em>analytical thinkers<\/em> dalam menyelesaikan permasalahan yang nyata dan sedang terjadi pada kehidupan sehari-hari (Ardis, 2015).<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Apa yang Dilakukan Seorang <em>Software Engineer<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4093\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture3-5.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture3-5.jpg 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture3-5-480x300.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 8pt\">Sumber: leverageedu.com<\/span><\/p>\n<p>Setiap bisnis pasti memiliki permasalahannya masing-masing, dari setiap permasalahan yang dihadapi, disitu ada seorang <strong><em>Software Engineer<\/em> yang bertugas dalam menyelesaikan permasalahan tersebut menggunakan teknologi yang tepat<\/strong>. Ini diartikan bahwa seorang <em>Software Engineer<\/em> harus secara alami mampu menyelesaikan setiap masalah secara independen atau kolaborasi.<\/p>\n<p>Terdapat <em>software development life cycle<\/em> yang berisikan beberapa fase, diantaranya desain, pengembangan, pengujian, dan perawatan <em>software<\/em>. Setiap fase tersebut memerlukan keahlian dan pemikiran yang kritis agar bisnis yang dijalani dapat berfungsi secara baik dengan dukungan teknologi tersebut, karena ketika suatu <em>software<\/em> di desain secara baik, maka <em>software<\/em> tersebut harus terasa halus dan lancar untuk setiap pengguna (Li, Ko, &amp; Zhu, 2015).<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Apa yang Dibutuhkan untuk Menjadi Seorang <em>Software Engineer<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4094\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture4-1.png\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture4-1.png 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture4-1-480x256.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 8pt\">Sumber: appsero.com<\/span><\/p>\n<p>Gelar sarjana terkesan sangat menuntut, namun memang seperti itu yang dihadapi. Keahlian pada bidang ilmu komputer atau program STEM (<em>Science<\/em>, <em>Technology<\/em>, <em>Engineering<\/em> dan <em>Math<\/em>) lainnya akan sangat membantu. Selain itu, komunikasi dan kerjasama tim juga memainkan peranan yang sangat penting.<\/p>\n<p><strong>Memiliki keahlian dalam melakukan pemrograman adalah hal wajib<\/strong> yang dikuasai oleh seorang <em>Software Engineer<\/em>, namun <strong>memiliiki keahlian terkait metode <em>agile<\/em> merupakan nilai lebih lainnya<\/strong>. Hal ini dikarenakan pada saat ini, banyak sekali industri yang menggunakan pendekatan agile seperti Scrum.<\/p>\n<p>Seperti yang telah dijelaskan, keahlian pemrograman merupakan hal wajib yang harus dikuasai, namun keahlian ini tidak akan memberikan dampak apa-apa tanpa adanya rasa ingin tau terkait bagaimana cara kerja komputer dan <em>software<\/em>, serta bagaimana memanfaatkannya agar dapat dijadikan alat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang ada.<\/p>\n<p>Hal lainnya yang diperlukan adalah memiliki pendidikan dan pengalaman yang telah teruji dan mampu dibuktikan dengan mengkontribusikannya pada suatu tim. Pada kenyataannya, kebanyakan pekerjaan yang dilakukan seorang <em>Software Engineer<\/em> adalah membantu klien dalam menginstal dan menggunakan <em>software<\/em> baru yang telah dibangung. Dengan begitu, keterampilan interpersonal yang kuat merupakan kunci untuk menghadapinya.<\/p>\n<p>Selain itu, keahlian dalam <em>software versioning<\/em> juga tidak kalah pentingnya, bagaimana suatu aplikasi dapat mengelola dan mengontrol perubahan perangkat lunak dari banyak contributor. Ditambah, <strong>pengetahuan terkait bagaimana memperoleh, memodelkan, dan menyusun suatu permasalahan sehingga dapat diporoses menjadi suatu <em>software<\/em> yang tepat merupakan kemampuan yang wajib dimiliki (Radermacher &amp; Walia, 2013)<\/strong>.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Seperti Apa Berkarir Menjadi Seorang <em>Software Engineer<\/em>?<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4095\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture5-2.png\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture5-2.png 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture5-2-480x256.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 8pt\">Sumber: <a href=\"http:\/\/appsero.com\">appsero.com<\/a><\/span><\/p>\n<p>Pada kesehariannya, seorang <strong><em>Software Engineer<\/em> menghadapi pekerjaan yang <em>team-oriented<\/em> dan <em>project-based<\/em><\/strong>. Salah satu kelebihan dari peran yang dinamis seperti ini adalah akan ada banyak kesempatan yang diperoleh dalam berkontribusi pada siklus pembuatan, pengeksekusian, dan pengelolaan <em>software<\/em> baru.<\/p>\n<p>Sebagai seorang <em>Software Engineer<\/em>, maka <strong>diwajibkan dalam menentukan kebutuhan dari suatu proyek dan menentukan solusinya melalui proses <em>engineering<\/em> yang tepat<\/strong>. Diluar itu, bisa saja seorang <em>Software Engineer<\/em> bekerja pada tahap <em>maintenance<\/em> pada proyek yang sudah ada sebelumnya, di mana akan ada banyak kesempatan dalam melakukan <em>re-engineering<\/em> pada <em>software<\/em> yang sudah ada tersebut (Ardis, 2015).<\/p>\n<p>Seorang <em>Software Engineer<\/em> yang baik selalu memikirkan bagaimana solusi dari <em>software<\/em> yang dibuat mencakup solusi secara keseluruhan. Mereka selalu melihat dari <em>big picture<\/em> tentang bagaimana mendapatkan keuntungan yang optimal dari suatu solusi yang diberikan untuk kedepannya. Suatu <em>software<\/em> yang mudah untuk dipelihara dengan fungsionalitas yang baik merupakan suatu hal yang harus dicapai pada suatu arsitektur, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan pada kebutuhan bisnis (Hewner &amp; Guzdial, 2010).<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Apalagi yang Harus Diketahui?<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4096\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture6-2.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture6-2.jpg 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture6-2-480x300.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 8pt\">Sumber: leverageedu.com<\/span><\/p>\n<p>Ingatlah, <strong>banyak industri yang membutuhkan <em>software<\/em><\/strong>, mulai dari industri asuransi, fashion, manufaktur, transportasi, bahkan pemerintah pun semuanya membutuhkan <em>software<\/em> demi memudahkan untuk menjalankan pekerjaannya.<\/p>\n<p>Mengingat jangkauan <em>Software Engineering<\/em> yang luas, kebergunaannya pun banyak diaplikasikan seperti pada <em>software development<\/em>, <em>cybersecurity<\/em>, <em>game development<\/em>, <em>full stack engineering<\/em>, <em>cloud engineering<\/em>, <em>research science<\/em>, <em>artificial intelligence engineer<\/em>, atau bahkan <em>product manager<\/em>.<\/p>\n<p>Wakil Presiden dari <em>People Operations<\/em> di Google menyatakan, \u201c<em>significant learning and growth occur after college and that many skills to succeed in industry are not the same ones you need to succeed in school<\/em>\u201d (Bryant, 2013).<\/p>\n<p><strong>Jika memiliki waktu luang, gunakanlah waktu tersebut untuk memperdalam bahasa pemrograman lain dan berlatih dalam membuat solusi pada suatu permasalahan<\/strong>, maka ini akan menjadi awal yang baik.<\/p>\n<h1>References<\/h1>\n<p>Ardis, M. (2015). Software Engineering 2014 &#8211; Curriculum Guidelines for Undergraduate Degree Programs in Software Engineering. <em>ACM Curricula Recommendations<\/em>.<\/p>\n<p>Bryant, A. (2013). In head-hunting, big data may not be such a big deal. <em>The New York Times<\/em>, <em>20<\/em>, p. 425.<\/p>\n<p>Hewner, M., &amp; Guzdial, M. (2010). What game developers look for in a new graduate: Interviews and surveys at one game company. <em>Proceedings of the 41st ACM Technical Symposium on Computer Science Education<\/em>, (pp. 275-279).<\/p>\n<p>Li, P. L., Ko, A. J., &amp; Zhu, J. (2015). What Makes a Great Software Engineer? <em>2015 IEEE\/ACM 37th IEEE International Conference on Software Engineering.<\/em> <em>1<\/em>, pp. 700-710. IEEE.<\/p>\n<p>Radermacher, A., &amp; Walia, G. (2013). Gaps Between Industry Expectations and the Abilities of Graduates\u202f: Systematic Literature Review Findings. <em>Proceeding of the 44th ACM technical symposium on Computer science education<\/em>, (pp. 525-530).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\">BINUS @Bekasi<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumber: domainesia.com Langkah awal dalam meniti karir sebagai Software Engineer adalah setidaknya memiliki gelar sarjana pada bidang tersebut, namun ini bukanlah kunci utama. Yang menjadi kunci utama diantaranya: Kemampuan programming Pengetahuan terkait scripting dan bahasa pemrograman berbasis object-oriented Sifat yang berorientasi pada pemecahan masalah (problem solving) Keinginan untuk terus belajar &nbsp; Menjadi seorang Software Engineer [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4091,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[374],"class_list":["post-4090","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering","tag-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>HOW TO BECOME A SOFTWARE ENGINEER | BINUS @Bekasi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu Software Engineering? Software Engineering ini berfokus pada project management, analytical thinking, dan collaborative skills, hal ini ...\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"HOW TO BECOME A SOFTWARE ENGINEER | BINUS @Bekasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu Software Engineering? Software Engineering ini berfokus pada project management, analytical thinking, dan collaborative skills, hal ini ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-25T03:36:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture1-6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"462\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"202\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Picture1-6.jpg\",\"width\":462,\"height\":202},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/\",\"name\":\"HOW TO BECOME A SOFTWARE ENGINEER | BINUS @Bekasi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2023-10-25T03:36:24+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-25T03:36:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0ad698e88db873580c50b2fc9dde2270\"},\"description\":\"Apa itu Software Engineering? Software Engineering ini berfokus pada project management, analytical thinking, dan collaborative skills, hal ini ...\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2023\/10\/how-to-become-a-software-engineer\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0ad698e88db873580c50b2fc9dde2270\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4090"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4090\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4097,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4090\/revisions\/4097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4091"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}