{"id":11561,"date":"2026-09-17T14:58:58","date_gmt":"2026-09-17T07:58:58","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=11561"},"modified":"2026-10-30T15:02:40","modified_gmt":"2026-10-30T08:02:40","slug":"storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/","title":{"rendered":"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-11562\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"295\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png 677w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS-640x331.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS-480x248.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di tengah perkembangan media digital, masyarakat setiap hari dihadapkan pada berbagai macam informasi. Mulai dari video pendek, foto, iklan, berita, hingga unggahan dari content creator, semuanya bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens. Kondisi ini membuat penyampaian pesan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi. Pesan juga perlu dikemas dengan cara yang menarik agar mampu membuat audiens berhenti, memperhatikan, dan mengingatnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Salah satu cara yang banyak digunakan dalam komunikasi digital adalah storytelling atau penyampaian pesan melalui cerita. Storytelling sebenarnya bukan hal baru dalam komunikasi. Sejak dahulu, manusia menggunakan cerita untuk menyampaikan pengalaman, nilai, pengetahuan, dan pesan kepada orang lain. Namun, perkembangan teknologi membuat storytelling memiliki bentuk yang semakin beragam.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Saat ini, sebuah cerita dapat disampaikan melalui video berdurasi singkat, Instagram Story, TikTok, YouTube, podcast, foto, bahkan melalui kombinasi teks dan visual. Perubahan tersebut membuat storytelling menjadi salah satu cara yang menarik untuk menyampaikan pesan di tengah kebiasaan audiens yang semakin terbiasa dengan konten digital.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Mengapa Cerita Lebih Mudah Menarik Perhatian?<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebuah informasi terkadang sulit menarik perhatian apabila hanya disampaikan dalam bentuk fakta. Berbeda dengan cerita yang memiliki alur, karakter, masalah, dan penyelesaian. Unsur-unsur tersebut dapat membuat audiens merasa penasaran terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Misalnya, dibandingkan mengatakan bahwa &#8220;banyak mahasiswa merasa kesulitan mengatur waktu&#8221;, sebuah konten dapat menceritakan seorang mahasiswa yang harus menghadapi tugas kuliah, kegiatan organisasi, pertemanan, dan waktu istirahat dalam satu minggu. Audiens kemudian dapat mengikuti bagaimana tokoh tersebut menghadapi masalah dan menemukan cara untuk mengatasinya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Informasi yang sama dapat terasa berbeda ketika disampaikan melalui pengalaman. Audiens tidak hanya mendapatkan fakta, tetapi juga mengikuti perjalanan yang membuat pesan terasa lebih dekat dengan kehidupan mereka.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam komunikasi, kedekatan tersebut menjadi penting karena audiens cenderung lebih mudah menghubungkan pesan dengan pengalaman yang mereka kenal. Storytelling kemudian tidak hanya berfungsi untuk memberikan informasi, tetapi juga membantu membangun hubungan antara pesan dan audiens.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Storytelling di Tengah Perkembangan Media Sosial<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Media sosial memberikan ruang yang sangat luas bagi siapa saja untuk membuat dan menyebarkan cerita. Pengguna tidak lagi hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi komunikator.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Instagram, TikTok, YouTube, dan berbagai platform lainnya memungkinkan cerita dikemas menggunakan kombinasi gambar, video, suara, musik, teks, dan animasi. Dengan begitu, sebuah cerita tidak harus selalu disampaikan melalui tulisan panjang.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Contohnya dapat dilihat pada video pendek mengenai kehidupan mahasiswa. Cerita dapat dimulai dari suasana pagi ketika bersiap pergi kuliah, dilanjutkan dengan aktivitas di kampus, mengerjakan tugas, berdiskusi dengan teman, hingga menyelesaikan aktivitas pada malam hari.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Cerita tersebut sebenarnya sederhana. Namun, ketika disusun dengan visual, musik, dialog, dan alur yang tepat, aktivitas sehari-hari dapat berubah menjadi konten yang menarik.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan storytelling bukan selalu terletak pada seberapa besar atau luar biasa cerita yang dimiliki. Cerita sederhana pun dapat menjadi menarik ketika memiliki sudut pandang dan cara penyampaian yang tepat.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Visual dan Audio Memperkuat Cerita<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di era digital, storytelling tidak dapat dipisahkan dari komunikasi visual dan audio. Sebuah cerita dapat terasa berbeda tergantung bagaimana visual dan suara digunakan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pemilihan angle kamera, pencahayaan, warna, tipografi, ekspresi, musik, hingga efek suara dapat membantu menciptakan suasana tertentu. Adegan yang menggambarkan kesedihan, misalnya, dapat menggunakan tempo yang lebih tenang dan visual yang mendukung suasana tersebut. Sebaliknya, adegan yang menggambarkan kegembiraan dapat menggunakan tempo yang lebih dinamis.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Elemen visual juga dapat membantu audiens memahami informasi dengan lebih cepat. Penelitian mengenai visual storytelling menunjukkan bahwa elemen visual dapat membantu membangun keterhubungan antara cerita, audiens, dan pesan yang disampaikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Karena itu, membuat storytelling untuk media digital bukan hanya tentang menulis cerita. Proses tersebut juga membutuhkan pemikiran mengenai bagaimana cerita akan diterjemahkan menjadi gambar, video, suara, dan berbagai elemen komunikasi lainnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Emosi Membantu Pesan Menjadi Lebih Berkesan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Salah satu alasan storytelling sering digunakan dalam komunikasi adalah kemampuannya untuk membangun keterlibatan emosional. Ketika audiens merasa tertawa, terharu, penasaran, atau bahkan merasa memiliki pengalaman yang sama dengan tokoh dalam cerita, pesan dapat terasa lebih personal.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Contohnya adalah kampanye sosial. Daripada hanya menampilkan angka mengenai sebuah permasalahan, kampanye dapat memperkenalkan pengalaman seseorang yang mengalami permasalahan tersebut. Cerita personal dapat membantu audiens melihat isu yang sebelumnya terasa jauh menjadi sesuatu yang lebih nyata.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, penggunaan emosi tetap perlu dilakukan secara bertanggung jawab. Cerita sebaiknya tidak dibuat hanya untuk memancing reaksi, tetapi juga harus memiliki pesan yang jelas dan relevan dengan tujuan komunikasi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dengan demikian, emosi berfungsi sebagai jembatan antara informasi dan pengalaman audiens.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Audiens Menjadi Bagian dari Cerita<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perbedaan penting antara media konvensional dan media digital adalah adanya kesempatan bagi audiens untuk memberikan respons secara langsung. Setelah melihat sebuah cerita, audiens dapat memberikan komentar, membagikan konten, membuat versi mereka sendiri, atau melanjutkan percakapan dengan pembuat konten.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hal tersebut membuat komunikasi digital menjadi lebih interaktif. Sebuah cerita tidak selalu berhenti ketika konten selesai ditonton. Respons audiens dapat menjadi bagian dari perjalanan cerita berikutnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Misalnya, seorang content creator membuat video mengenai pengalaman pertama mengikuti organisasi kampus. Audiens kemudian memberikan komentar mengenai pengalaman mereka sendiri. Komentar tersebut dapat menjadi inspirasi untuk membuat konten lanjutan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam situasi seperti ini, audiens tidak lagi hanya menjadi penonton. Mereka juga dapat ikut membentuk percakapan dan memperluas cerita.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Tidak Semua Cerita Harus Panjang<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa storytelling membutuhkan cerita yang panjang. Padahal, storytelling dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Video berdurasi beberapa puluh detik tetap dapat memiliki struktur cerita sederhana. Misalnya:<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Masalah \u2192 Proses \u2192 Penyelesaian \u2192 Pesan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Seorang mahasiswa dapat menceritakan bagaimana ia kesulitan menyelesaikan tugas, mencari cara untuk mengatur waktunya, kemudian berhasil menyelesaikan tugas tersebut. Walaupun singkat, konten tersebut tetap memiliki alur dan pesan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Justru dalam media sosial, kemampuan menyederhanakan cerita menjadi penting. Pembuat konten perlu menentukan bagian mana yang benar-benar diperlukan dan bagian mana yang dapat dihilangkan tanpa menghilangkan inti pesan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Storytelling Bukan Hanya untuk Hiburan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Storytelling sering dikaitkan dengan konten hiburan. Padahal, penggunaannya jauh lebih luas. Cerita dapat digunakan dalam pendidikan, pemasaran, kampanye sosial, public relations, personal branding, hingga penyampaian informasi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam pemasaran, misalnya, sebuah brand dapat menggunakan cerita untuk memperkenalkan nilai dan identitasnya. Dalam pendidikan, materi yang kompleks dapat dijelaskan melalui contoh atau pengalaman tertentu. Sementara dalam kampanye sosial, storytelling dapat membantu menyampaikan isu kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Penelitian mengenai digital storytelling juga menunjukkan bahwa storytelling di media sosial dapat menjadi bagian dari kompetensi komunikasi dan keterampilan kreatif. Artinya, kemampuan membangun cerita tidak hanya berguna untuk menghasilkan konten yang menarik, tetapi juga dapat menjadi keterampilan komunikasi yang relevan di lingkungan digital.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Dari Cerita Menjadi Pesan yang Bermakna<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada akhirnya, storytelling bukan sekadar membuat konten terlihat menarik. Di balik sebuah cerita terdapat proses dalam menentukan ide, memahami audiens, menyusun pesan, memilih media, menentukan visual, dan membangun alur komunikasi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di tengah banyaknya konten yang muncul setiap hari, cerita dapat menjadi salah satu cara untuk membuat pesan lebih mudah diperhatikan dan diingat. Namun, cerita yang baik bukan hanya cerita yang membuat orang berhenti scrolling. Cerita yang baik adalah cerita yang mampu membuat audiens memahami sesuatu, merasakan sesuatu, atau bahkan melihat sebuah persoalan dari sudut pandang yang berbeda.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Perkembangan teknologi mungkin mengubah cara manusia bercerita, tetapi kebutuhan manusia untuk terhubung melalui cerita tetap ada. Dari percakapan sederhana hingga video berdurasi singkat di media sosial, storytelling terus menjadi bagian dari bagaimana manusia menyampaikan dan menerima pesan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Karena itu, di era digital, kemampuan bercerita menjadi semakin penting. Bukan karena semua pesan harus dibuat dramatis, tetapi karena <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">sebuah cerita dapat mengubah informasi yang biasa menjadi pengalaman komunikasi yang lebih dekat, relevan, dan berkesan.<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Referensi<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Aripradono, H. W. (2020). Penerapan komunikasi digital storytelling pada media sosial Instagram. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Teknika, 9<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(2), 121\u2013128. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.34148\/teknika.v9i2.298\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/doi.org\/10.34148\/teknika.v9i2.298<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mahmudah, S. M., &amp; Prasetyo, K. (2025). Digital storytelling as a communication competency and creative skill on social media platforms. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">ICCD<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Mohamed, K. M. M. (2025). Visual storytelling and cultural connection in GCC social media advertising. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Frontiers in Communication, 10<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Zhang, X., Ji, X., Cao, P., &amp; Xiao, Q. (2026). Storytelling through images: Understanding the persuasive effectiveness of social media influencers\u2019 visual narratives. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Journal of Business Research<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah perkembangan media digital, masyarakat setiap hari dihadapkan pada berbagai macam informasi. Mulai dari video pendek, foto, iklan, berita, hingga unggahan dari content creator, semuanya bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens. Kondisi ini membuat penyampaian pesan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi. Pesan juga perlu dikemas dengan cara yang menarik agar mampu membuat audiens berhenti, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":11562,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-11561","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tengah perkembangan media digital, masyarakat setiap hari dihadapkan pada berbagai macam informasi. Mulai dari video pendek, foto, iklan, berita, hingga unggahan dari content creator, semuanya bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens. Kondisi ini membuat penyampaian pesan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi. Pesan juga perlu dikemas dengan cara yang menarik agar mampu membuat audiens berhenti, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-17T07:58:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-30T08:02:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"677\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"editorarticle\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"editorarticle\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"editorarticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"headline\":\"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan\",\"datePublished\":\"2026-09-17T07:58:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-30T08:02:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/\"},\"wordCount\":1297,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SSS.png\",\"articleSection\":[\"Creative Communication\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/\",\"name\":\"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SSS.png\",\"datePublished\":\"2026-09-17T07:58:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-30T08:02:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SSS.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SSS.png\",\"width\":677,\"height\":350},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/author\\\/editorarticle\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","og_description":"Di tengah perkembangan media digital, masyarakat setiap hari dihadapkan pada berbagai macam informasi. Mulai dari video pendek, foto, iklan, berita, hingga unggahan dari content creator, semuanya bersaing untuk mendapatkan perhatian audiens. Kondisi ini membuat penyampaian pesan tidak cukup hanya dengan memberikan informasi. Pesan juga perlu dikemas dengan cara yang menarik agar mampu membuat audiens berhenti, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/","og_site_name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","article_published_time":"2026-09-17T07:58:58+00:00","article_modified_time":"2026-10-30T08:02:40+00:00","og_image":[{"width":677,"height":350,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png","type":"image\/png"}],"author":"editorarticle","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"editorarticle","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/"},"author":{"name":"editorarticle","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"headline":"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan","datePublished":"2026-09-17T07:58:58+00:00","dateModified":"2026-10-30T08:02:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/"},"wordCount":1297,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png","articleSection":["Creative Communication"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/","name":"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png","datePublished":"2026-09-17T07:58:58+00:00","dateModified":"2026-10-30T08:02:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SSS.png","width":677,"height":350},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/storytelling-di-era-digital-mengapa-sebuah-cerita-bisa-membuat-konten-lebih-berkesan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Storytelling di Era Digital: Mengapa Sebuah Cerita Bisa Membuat Konten Lebih Berkesan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/","name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88","name":"editorarticle","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","caption":"editorarticle"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/author\/editorarticle\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11561","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11561"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11561\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11564,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11561\/revisions\/11564"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11562"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11561"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11561"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11561"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}