{"id":11553,"date":"2026-09-17T14:55:13","date_gmt":"2026-09-17T07:55:13","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=11553"},"modified":"2026-10-30T14:58:56","modified_gmt":"2026-10-30T07:58:56","slug":"ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/","title":{"rendered":"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-11558\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png\" alt=\"\" width=\"562\" height=\"316\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png 939w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS-640x359.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS-480x269.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS-768x431.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 562px) 100vw, 562px\" \/><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di tengah derasnya arus informasi digital, perhatian audiens menjadi sesuatu yang semakin sulit diperoleh. Setiap kali membuka media sosial, pengguna akan menemukan berbagai macam konten dalam waktu yang bersamaan. Ada video pendek, foto, iklan, berita, infografis, hingga unggahan dari content creator. Dengan banyaknya pilihan tersebut, pengguna dapat dengan mudah melewati sebuah konten hanya dalam beberapa detik.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Situasi ini membuat cara penyampaian pesan menjadi semakin penting. Sebuah informasi tidak hanya perlu memiliki isi yang baik, tetapi juga perlu dikemas dengan cara yang mampu menarik perhatian. Salah satu bentuk komunikasi yang berkembang pesat adalah konten singkat yang mengandalkan visual, seperti video pendek, reels, dan berbagai format visual lainnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, mengapa konten yang singkat dan memiliki visual menarik sering kali membuat seseorang berhenti scrolling?<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Visual Menjadi Hal Pertama yang Menarik Perhatian<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Ketika seseorang membuka media sosial, mereka tidak membaca seluruh informasi yang tersedia satu per satu. Konten muncul secara berurutan dan pengguna dengan cepat memutuskan apakah mereka ingin melihatnya lebih lanjut atau melewatinya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam kondisi tersebut, visual memiliki peran penting. Gambar, ekspresi, warna, komposisi, dan gerakan dapat menjadi elemen awal yang membuat sebuah konten terlihat berbeda dari konten lain di sekitarnya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Penelitian menggunakan eye tracking menunjukkan bahwa perhatian visual di media sosial tidak selalu mengikuti minat yang sebelumnya dimiliki pengguna. Artinya, seseorang dapat memberikan perhatian pada sebuah konten yang awalnya tidak secara khusus mereka cari.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hal ini menunjukkan bahwa tampilan sebuah pesan dapat memengaruhi kemungkinan audiens memberikan perhatian, bahkan sebelum mereka mengetahui keseluruhan isi pesan tersebut.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Mengapa Konten Singkat Terasa Lebih Mudah Dikonsumsi?<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Konten singkat sesuai dengan pola konsumsi media yang berlangsung cepat. Pengguna dapat melihat satu video, kemudian langsung berpindah ke video berikutnya hanya dengan melakukan scroll.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Platform video pendek juga membentuk pengalaman konsumsi yang berbeda dari media tradisional. Penelitian terbaru mengenai platform short-form video menggambarkan pola konsumsi sebagai interaksi yang cepat dan berurutan dalam lingkungan <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">infinite scrolling<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Karena itu, pembuat konten perlu menyampaikan inti pesan dengan lebih ringkas. Informasi yang terlalu panjang atau tidak langsung menuju inti dapat membuat audiens kehilangan ketertarikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Namun, singkat bukan berarti harus menghilangkan informasi penting. Tantangannya justru terletak pada bagaimana sebuah pesan dapat dipadatkan tanpa kehilangan maknanya.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Warna dan Kontras Membantu Konten Menonjol<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam sebuah feed media sosial, konten tidak berdiri sendiri. Sebuah unggahan selalu muncul berdampingan dengan berbagai konten lainnya. Karena itu, karakteristik visual tertentu dapat membantu sebuah konten lebih mudah diperhatikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Salah satu penelitian mengenai gambar di media sosial menemukan bahwa kompleksitas warna dapat berfungsi sebagai isyarat visual yang menarik perhatian dan dapat mendorong pengguna untuk memproses sebuah unggahan secara lebih mendalam.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pemilihan warna tentu tidak berarti semakin banyak warna akan selalu menghasilkan konten yang lebih menarik. Yang lebih penting adalah bagaimana warna digunakan untuk memperjelas hierarki informasi, menciptakan kontras, dan mendukung pesan yang ingin disampaikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Misalnya, sebuah poster digital dapat menggunakan satu warna yang berbeda untuk menonjolkan informasi utama. Dengan begitu, audiens dapat lebih cepat mengetahui bagian mana yang perlu diperhatikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Bukan Hanya Gambar, Suara Juga Berbicara<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Konten digital saat ini semakin bersifat multimodal. Artinya, pesan dapat disampaikan melalui kombinasi gambar, teks, suara, musik, dan gerakan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dalam penelitian mengenai video pendek untuk komunikasi di media sosial, faktor visual dan audio sama-sama ditemukan memiliki hubungan dengan efektivitas komunikasi. Unsur seperti struktur teks, intensitas emosional judul, kecepatan berbicara, dan musik latar juga dikaji dalam kaitannya dengan engagement.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Hal tersebut menunjukkan bahwa visual yang menarik dapat menjadi lebih kuat ketika didukung oleh audio yang sesuai.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Contohnya, sebuah video edukasi dapat menggunakan teks singkat di layar, gambar yang relevan, suara narator yang jelas, serta musik latar dengan volume yang tidak mengganggu. Semua elemen tersebut bekerja bersama untuk menyampaikan satu pesan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Konten Menarik Harus Tetap Memiliki Pesan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Menarik perhatian hanyalah tahap awal. Setelah audiens berhenti scrolling, tantangan berikutnya adalah membuat mereka memahami pesan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Sebuah video mungkin memiliki visual yang sangat menarik, tetapi jika audiens tidak memahami maksudnya, komunikasi tersebut belum tentu berhasil.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Karena itu, visual sebaiknya tidak digunakan hanya sebagai hiasan. Setiap elemen visual perlu memiliki fungsi. Foto dapat digunakan untuk memberikan konteks, teks untuk memperjelas informasi, animasi untuk menjelaskan proses, dan ekspresi atau gerakan untuk memperkuat suasana.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dengan kata lain, visual yang baik bukan hanya visual yang bagus dilihat, tetapi visual yang membantu pesan menjadi lebih mudah dipahami.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Ketika Cerita Bertemu Visual<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Visual juga dapat digunakan untuk membangun storytelling. Sebuah cerita tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang karena alurnya dapat disampaikan melalui rangkaian gambar atau video.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Misalnya, sebuah video mengenai kehidupan mahasiswa dapat dimulai dengan adegan bangun pagi, dilanjutkan dengan perjalanan menuju kampus, aktivitas di kelas, mengerjakan tugas, berdiskusi dengan teman, dan akhirnya menyelesaikan aktivitas pada malam hari.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Tanpa banyak dialog sekalipun, audiens dapat memahami perjalanan tokoh melalui visual.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Inilah salah satu kekuatan komunikasi visual: gambar dan gerakan dapat menyampaikan konteks yang terkadang sulit dijelaskan hanya melalui kata-kata.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Singkat Bukan Berarti Dangkal<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Munculnya konten singkat bukan berarti semua komunikasi harus dibuat sesingkat mungkin. Format singkat memiliki kelebihan dalam menarik perhatian dan menyampaikan pesan secara cepat, tetapi tetap membutuhkan perencanaan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pembuat konten perlu menentukan inti pesan, memahami audiens, memilih visual yang sesuai, serta mempertimbangkan bagaimana informasi tersebut akan diterima.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Bahkan, penelitian mengenai popularitas video pendek menunjukkan bahwa berbagai modalitas dan karakteristik video dapat digunakan untuk memahami keterlibatan audiens terhadap konten.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Dengan demikian, membuat konten singkat sebenarnya bukan pekerjaan yang sederhana. Justru karena durasinya terbatas, setiap detik dan setiap elemen visual perlu dipertimbangkan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Dari Menarik Perhatian Menjadi Komunikasi yang Bermakna<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada akhirnya, kekuatan konten visual bukan hanya terletak pada kemampuannya membuat seseorang berhenti scrolling. Tantangan yang lebih besar adalah mengubah perhatian tersebut menjadi pemahaman.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Visual dapat menarik perhatian. Teks dapat memberikan informasi. Audio dapat membangun suasana. Storytelling dapat memberikan konteks. Ketika semua elemen tersebut digunakan secara tepat, sebuah konten singkat dapat menjadi bentuk komunikasi yang efektif.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Di era ketika masyarakat berhadapan dengan begitu banyak informasi setiap hari, kemampuan menyampaikan pesan secara visual menjadi semakin penting. Bukan berarti semua pesan harus dibuat pendek atau mengikuti tren, tetapi karena cara sebuah pesan dikemas dapat menentukan apakah audiens akan melewatinya atau berhenti untuk mendengarkan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"auto\">Pada akhirnya, visual bukan sekadar pelengkap komunikasi. Dalam lingkungan digital, visual dapat menjadi bahasa pertama yang berbicara kepada audiens.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b><span data-contrast=\"auto\">Referensi<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Vraga, E. K., Bode, L., Smithson, A.-B., &amp; Troller-Renfree, S. (2019). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Accidentally attentive: Comparing visual, close-ended, and open-ended measures of attention on social media<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Computers in Human Behavior, 99<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, 235\u2013244.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Kanuri, V. K., Hughes, C., &amp; Hodges, B. T. (2024). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Standing out from the crowd: When and why color complexity in social media images increases user engagement<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">International Journal of Research in Marketing, 41<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">(2), 174\u2013193.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><span data-contrast=\"auto\">Wang, R., Lei, Z., &amp; Xiao, L. (2026). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">What affects the communication effect of rumor-refuting short videos? An empirical study based on multimodal features<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">International Journal of Information Management, 88<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, 103049.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li data-leveltext=\"%1.\" data-font=\"Times New Roman\" data-listid=\"1\" data-list-defn-props=\"{&quot;335552541&quot;:0,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559991&quot;:360,&quot;469769242&quot;:[65533,0],&quot;469777803&quot;:&quot;left&quot;,&quot;469777804&quot;:&quot;%1.&quot;,&quot;469777815&quot;:&quot;multilevel&quot;}\" data-aria-posinset=\"1\" data-aria-level=\"1\"><i><span data-contrast=\"auto\">AMPS: Predicting popularity of short-form videos using multi-modal attention mechanisms in social media marketing environments<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. (2024). <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">Journal of Retailing and Consumer Services, 78<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, 103778<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah derasnya arus informasi digital, perhatian audiens menjadi sesuatu yang semakin sulit diperoleh. Setiap kali membuka media sosial, pengguna akan menemukan berbagai macam konten dalam waktu yang bersamaan. Ada video pendek, foto, iklan, berita, infografis, hingga unggahan dari content creator. Dengan banyaknya pilihan tersebut, pengguna dapat dengan mudah melewati sebuah konten hanya dalam beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":11558,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-11553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tengah derasnya arus informasi digital, perhatian audiens menjadi sesuatu yang semakin sulit diperoleh. Setiap kali membuka media sosial, pengguna akan menemukan berbagai macam konten dalam waktu yang bersamaan. Ada video pendek, foto, iklan, berita, infografis, hingga unggahan dari content creator. Dengan banyaknya pilihan tersebut, pengguna dapat dengan mudah melewati sebuah konten hanya dalam beberapa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-17T07:55:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-30T07:58:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"939\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"527\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"editorarticle\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"editorarticle\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"editorarticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"headline\":\"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian?\",\"datePublished\":\"2026-09-17T07:55:13+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-30T07:58:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/\"},\"wordCount\":1120,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SS.png\",\"articleSection\":[\"Creative Communication\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/\",\"name\":\"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SS.png\",\"datePublished\":\"2026-09-17T07:55:13+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-30T07:58:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SS.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/SS.png\",\"width\":939,\"height\":527},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/09\\\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/author\\\/editorarticle\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","og_description":"Di tengah derasnya arus informasi digital, perhatian audiens menjadi sesuatu yang semakin sulit diperoleh. Setiap kali membuka media sosial, pengguna akan menemukan berbagai macam konten dalam waktu yang bersamaan. Ada video pendek, foto, iklan, berita, infografis, hingga unggahan dari content creator. Dengan banyaknya pilihan tersebut, pengguna dapat dengan mudah melewati sebuah konten hanya dalam beberapa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/","og_site_name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","article_published_time":"2026-09-17T07:55:13+00:00","article_modified_time":"2026-10-30T07:58:56+00:00","og_image":[{"width":939,"height":527,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png","type":"image\/png"}],"author":"editorarticle","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"editorarticle","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/"},"author":{"name":"editorarticle","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"headline":"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian?","datePublished":"2026-09-17T07:55:13+00:00","dateModified":"2026-10-30T07:58:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/"},"wordCount":1120,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png","articleSection":["Creative Communication"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/","name":"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png","datePublished":"2026-09-17T07:55:13+00:00","dateModified":"2026-10-30T07:58:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/SS.png","width":939,"height":527},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/09\/ketika-visual-berbicara-mengapa-konten-singkat-lebih-mudah-menarik-perhatian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika Visual Berbicara: Mengapa Konten Singkat Lebih Mudah Menarik Perhatian?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/","name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88","name":"editorarticle","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","caption":"editorarticle"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/author\/editorarticle\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11553"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11560,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11553\/revisions\/11560"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}