{"id":11489,"date":"2026-08-11T12:16:05","date_gmt":"2026-08-11T05:16:05","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=11489"},"modified":"2026-10-30T14:19:36","modified_gmt":"2026-10-30T07:19:36","slug":"kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/","title":{"rendered":"Kenapa Skill &#8216;Code Reengineering&#8217; Makin Mahal Harganya di Era AI?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter  wp-image-11491\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png\" alt=\"\" width=\"694\" height=\"333\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png 1361w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2-640x307.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2-1200x576.png 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2-480x230.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2-768x368.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2-1024x491.png 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 694px) 100vw, 694px\" \/><\/p>\n<p>Hai, <em>Software Engineers<\/em>!<\/p>\n<p>Bayangkan Anda memiliki sebuah mobil antik. Mesinnya sudah tua, buku panduannya hilang entah ke mana, dan mekanik yang dulu merakitnya sudah lama pensiun. Masalahnya, mobil ini tidak sekadar dipajang; mobil ini harus dipakai setiap hari untuk mengantar barang senilai miliaran rupiah. Anda tidak bisa sembarangan mengganti mesinnya secara mendadak, karena jika mobil ini mogok, bisnis Anda bisa hancur total.<\/p>\n<p>Kira-kira seperti itulah gambaran sistem perangkat lunak di banyak perusahaan raksasa, bank, dan maskapai penerbangan saat ini. Di tengah ramainya tren Kecerdasan Buatan (AI) yang bisa membuat aplikasi baru dalam hitungan detik, ada satu pertanyaan besar yang sering terlupakan: <em>Siapa yang bertugas merawat dan memperbaiki sistem-sistem raksasa warisan masa lalu ini?<\/em><\/p>\n<p>Inilah mengapa profesi sebagai &#8220;Dokter Bedah Kode&#8221; atau spesialis <em>Code Reengineering<\/em> kini menjadi salah satu pekerjaan paling dicari dan bergaji paling tinggi di dunia teknologi.<\/p>\n<p><strong>Bom Waktu Bernama &#8220;Hutang Teknis&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Saat ini, narasi yang beredar selalu tentang kecepatan. Semua orang berlomba menggunakan AI untuk menulis kode secepat kilat. Tapi, di balik euforia tersebut, ada krisis diam-diam yang mengancam fondasi dunia digital kita: <strong>Hutang Teknis<\/strong> (<em>Technical Debt<\/em>).<\/p>\n<p>Hutang teknis adalah istilah untuk masalah-masalah sistemik yang ditunda perbaikannya demi mengejar kecepatan rilis. Ibarat menunda membersihkan rumah, lama-kelamaan kotorannya menumpuk dan rumahnya jadi tidak bisa dihuni. Saat ini, perusahaan-perusahaan top dunia diperkirakan memikul beban &#8220;hutang&#8221; sistem warisan ini hingga mencapai angka $2 triliun! Banyak perusahaan menghabiskan nyaris separuh dari anggaran IT mereka hanya untuk mencegah sistem tua ini dari kehancuran.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu Sebenarnya &#8220;Kode Warisan&#8221; (Legacy Code)?<\/strong><\/p>\n<p>Banyak yang mengira &#8220;kode warisan&#8221; hanyalah program komputer kuno dari tahun 80-an. Faktanya tidak selalu begitu.<\/p>\n<p>Sebuah aplikasi canggih yang baru dibuat enam bulan lalu pun bisa langsung berubah menjadi &#8220;kode warisan&#8221; jika:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tidak Punya Jaring Pengaman:<\/strong> Tidak ada sistem pengujian otomatis (<em>automated tests<\/em>). Artinya, kalau Anda mengubah satu baris kode di halaman depan, entah bagaimana halaman pembayaran di belakang bisa ikut meledak.<\/li>\n<li><strong>Pembuatnya Sudah Pergi:<\/strong> Ketika insinyur aslinya <em>resign<\/em>, mereka tidak hanya meninggalkan kode, tapi juga &#8220;konteks&#8221; di kepalanya. Seringkali ada baris kode yang terlihat aneh, padahal itu dibuat untuk mengakali sebuah masalah bisnis 10 tahun lalu yang tidak pernah dicatat di dokumen mana pun.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Ilusi Kecepatan: Mengapa AI Justru Bikin Tambah Pusing?<\/strong><\/p>\n<p>Banyak bos perusahaan berpikir, <em>&#8220;Ah, gampang, suruh saja AI seperti Copilot untuk membereskan kode lama!&#8221;<\/em> Sayangnya, realita di lapangan tidak seindah itu.<\/p>\n<p>AI generatif memang sangat luar biasa untuk merakit kode baru dari nol. Tapi saat dihadapkan pada &#8220;kode spaghetti&#8221; masa lalu yang berantakan, AI seringkali malah memperparah keadaan. Mengapa? Karena AI bekerja seperti mesin fotokopi super cepat yang tidak paham makna. AI bisa dengan cepat menyalin atau menebak baris kode, tapi ia tidak tahu <em>konteks bisnis<\/em> di baliknya.<\/p>\n<p>AI tidak tahu bahwa aturan perhitungan pajak di aplikasi tersebut sengaja dibuat &#8220;sedikit menyimpang&#8221; karena ada negosiasi bisnis lima tahun lalu. Ketika AI mencoba merapikan (me-refaktor) kode tersebut agar terlihat &#8220;bersih&#8221;, ia secara tidak sengaja menghapus logika bisnis yang krusial.<\/p>\n<p>Terlebih lagi, karena AI mengetik dengan sangat cepat, programmer muda seringkali langsung menerima saja saran dari AI tanpa benar-benar memahaminya. Hasilnya? &#8220;Hutang&#8221; kerumitan baru yang tercipta dalam sekejap mata. Pekerjaan programmer senior kini justru berubah: dari yang tadinya menulis kode, kini menghabiskan waktu berjam-jam menjadi &#8220;editor&#8221; untuk membersihkan kekacauan logika yang dibuat oleh mesin AI.<\/p>\n<p><strong>Bencana Nyata Saat &#8220;Mesin Tua&#8221; Diabaikan<\/strong><\/p>\n<p>Kalau Anda pikir menunda perbaikan kode ini dampaknya cuma di layar komputer, coba ingat-ingat kembali beberapa kekacauan global baru-baru ini.<\/p>\n<p>Pada akhir 2022, <strong>Southwest Airlines<\/strong> di Amerika Serikat mengalami kelumpuhan total yang membuat lebih dari 16.000 penerbangan batal. Kerugiannya? Nyaris $1 miliar! Badai salju memang menjadi pemicunya, tapi penyebab hancurnya operasi mereka adalah sistem penjadwalan kru yang sudah sangat tua. Ketika banyak jadwal berubah mendadak, sistem komputernya kewalahan dan &#8220;menyerah&#8221;, membuat ribuan kru dan pesawat telantar tanpa arah.<\/p>\n<p>Atau ingat insiden <strong>Layar Biru (Blue Screen of Death)<\/strong> dari <strong>CrowdStrike<\/strong> di pertengahan 2024? Sebuah kesalahan kecil pada pembaruan data yang dimasukkan ke tingkat paling dasar dari sistem operasi Windows (kernel) membuat jutaan komputer di rumah sakit, bandara, dan bursa saham dunia mendadak mati.<\/p>\n<p>Ini adalah bukti nyata: sistem warisan tidak bisa dibiarkan begitu saja, tapi juga tidak bisa dimodifikasi secara sembarangan.<\/p>\n<p><strong>Mengapa Gaji &#8220;Dokter Bedah Kode&#8221; Begitu Fantastis?<\/strong><\/p>\n<p>Karena risiko bencana miliaran dolar inilah, insinyur perangkat lunak yang memiliki spesialisasi merestrukturisasi kode (membedah dan memperbaiki tanpa merusak) dibayar dengan harga premium. Di Amerika Serikat, seorang <em>Software Engineer Specialist<\/em> yang andal menangani sistem modernisasi ini bisa membawa pulang gaji dan bonus hingga di atas $180.000 (sekitar Rp2,8 miliar) per tahun.<\/p>\n<p>Pekerjaan ini tidak bisa diotomatisasi begitu saja. Menulis aplikasi baru itu ibarat menggambar di kertas kosong. Tapi memodernisasi sistem yang sedang berjalan itu ibarat <strong>merenovasi pondasi gedung pencakar langit, saat gedung itu sedang diisi ribuan orang yang sedang bekerja, tanpa boleh membuat satu pun lampu di dalamnya berkedip.<\/strong><\/p>\n<p><strong>Dua Jurus Rahasia: Arkeologi Digital dan &#8220;Pohon Pencekik&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Lalu, bagaimana para ahli ini bekerja? Mereka punya metodologi tingkat dewa, di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Reverse Engineering (Rekayasa Balik)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Ini adalah seni menjadi arkeolog digital. Saat tidak ada buku panduan, para insinyur ini membongkar program yang sudah jadi (biner) dan melacak alur logikanya secara mundur. Tujuannya adalah untuk menemukan &#8220;resep rahasia&#8221; dan aturan bisnis yang tertanam kuat di dalamnya, agar bisa dipindahkan ke sistem baru dengan aman.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Pola Strangler Fig (Pohon Ara Pencekik)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Daripada menghancurkan gedung lama dan membangun yang baru (yang hampir selalu berujung pada kegagalan dan pemborosan dana), insinyur menggunakan filosofi <em>Strangler Fig<\/em>. Di hutan hujan, pohon ara pencekik tumbuh perlahan dari atas pohon inangnya. Ia menumbuhkan sulurnya ke bawah, perlahan menyedot nutrisi, dan membentuk batangnya sendiri yang kokoh.<\/p>\n<p>Dalam dunia <em>coding<\/em>, insinyur membangun sistem baru perlahan-lahan di sekeliling sistem lama. Satu per satu fungsi dipindahkan ke sistem yang modern tanpa disadari oleh pengguna. Pada akhirnya, ketika sistem baru sudah bisa berdiri sendiri sepenuhnya, sistem lama yang rapuh itu bisa &#8220;dimatikan&#8221; dan dibuang untuk selamanya dengan aman.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan: AI sebagai &#8220;Alat Penghancur&#8221; yang Terkendali<\/strong><\/p>\n<p>AI tidak akan menggantikan para ahli bedah kode ini, melainkan menjadi alat berat (<em>jackhammer<\/em>) andalan mereka. Di masa depan, organisasi tidak lagi menyuruh ribuan programmer junior untuk menjaga mesin tua. Mereka akan menggunakan sistem AI yang dikendalikan oleh para spesialis senior ini untuk &#8220;membaca&#8221; jutaan baris kode masa lalu, memetakannya, lalu merobohkan dan membangunnya ulang ke dalam bentuk arsitektur masa depan secara sistematis.<\/p>\n<p>Di era di mana semua orang bisa membuat aplikasi standar secara instan dengan AI, pahlawan teknologi yang sesungguhnya, dan yang dibayar paling mahal, adalah mereka yang mampu memecahkan teka-teki masa lalu dan menjaga agar dunia digital kita tidak runtuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>References<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/hackernoon.com\/7-persuasive-ways-ctos-can-get-stakeholders-onboard-with-code-refactoring\">https:\/\/hackernoon.com\/7-persuasive-ways-ctos-can-get-stakeholders-onboard-with-code-refactoring<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/productdock.com\/why-technical-debt-is-a-risk-for-your-business-and-how-to-fix-it\/\">https:\/\/productdock.com\/why-technical-debt-is-a-risk-for-your-business-and-how-to-fix-it\/<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/isg-one.com\/articles\/six-best-practices-for-enterprises-in-the-wake-of-the-crowdstrike-microsoft-it-outage\">https:\/\/isg-one.com\/articles\/six-best-practices-for-enterprises-in-the-wake-of-the-crowdstrike-microsoft-it-outage<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/learn.microsoft.com\/en-us\/azure\/architecture\/patterns\/strangler-fig\">https:\/\/learn.microsoft.com\/en-us\/azure\/architecture\/patterns\/strangler-fig<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/dev.to\/joeldevelops\/why-ai-refactoring-is-a-rug-pull-the-hidden-risks-of-automated-code-changes-1jim\">https:\/\/dev.to\/joeldevelops\/why-ai-refactoring-is-a-rug-pull-the-hidden-risks-of-automated-code-changes-1jim<\/a><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai, Software Engineers! Bayangkan Anda memiliki sebuah mobil antik. Mesinnya sudah tua, buku panduannya hilang entah ke mana, dan mekanik yang dulu merakitnya sudah lama pensiun. Masalahnya, mobil ini tidak sekadar dipajang; mobil ini harus dipakai setiap hari untuk mengantar barang senilai miliaran rupiah. Anda tidak bisa sembarangan mengganti mesinnya secara mendadak, karena jika mobil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":11491,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-11489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kenapa Skill &#039;Code Reengineering&#039; Makin Mahal Harganya di Era AI? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kenapa Skill &#039;Code Reengineering&#039; Makin Mahal Harganya di Era AI? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hai, Software Engineers! Bayangkan Anda memiliki sebuah mobil antik. Mesinnya sudah tua, buku panduannya hilang entah ke mana, dan mekanik yang dulu merakitnya sudah lama pensiun. Masalahnya, mobil ini tidak sekadar dipajang; mobil ini harus dipakai setiap hari untuk mengantar barang senilai miliaran rupiah. Anda tidak bisa sembarangan mengganti mesinnya secara mendadak, karena jika mobil [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-11T05:16:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-30T07:19:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1361\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"653\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"editorarticle\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"editorarticle\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"editorarticle\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"headline\":\"Kenapa Skill &#8216;Code Reengineering&#8217; Makin Mahal Harganya di Era AI?\",\"datePublished\":\"2026-08-11T05:16:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-30T07:19:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/\"},\"wordCount\":1105,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/you2.png\",\"articleSection\":[\"Computer Science \u2013 Software Engineering\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/\",\"name\":\"Kenapa Skill 'Code Reengineering' Makin Mahal Harganya di Era AI? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/you2.png\",\"datePublished\":\"2026-08-11T05:16:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-30T07:19:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/you2.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/you2.png\",\"width\":1361,\"height\":653},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/2026\\\/08\\\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kenapa Skill &#8216;Code Reengineering&#8217; Makin Mahal Harganya di Era AI?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/binus.ac.id\\\/bekasi\\\/author\\\/editorarticle\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kenapa Skill 'Code Reengineering' Makin Mahal Harganya di Era AI? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kenapa Skill 'Code Reengineering' Makin Mahal Harganya di Era AI? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","og_description":"Hai, Software Engineers! Bayangkan Anda memiliki sebuah mobil antik. Mesinnya sudah tua, buku panduannya hilang entah ke mana, dan mekanik yang dulu merakitnya sudah lama pensiun. Masalahnya, mobil ini tidak sekadar dipajang; mobil ini harus dipakai setiap hari untuk mengantar barang senilai miliaran rupiah. Anda tidak bisa sembarangan mengganti mesinnya secara mendadak, karena jika mobil [&hellip;]","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/","og_site_name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","article_published_time":"2026-08-11T05:16:05+00:00","article_modified_time":"2026-10-30T07:19:36+00:00","og_image":[{"width":1361,"height":653,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png","type":"image\/png"}],"author":"editorarticle","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"editorarticle","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/"},"author":{"name":"editorarticle","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"headline":"Kenapa Skill &#8216;Code Reengineering&#8217; Makin Mahal Harganya di Era AI?","datePublished":"2026-08-11T05:16:05+00:00","dateModified":"2026-10-30T07:19:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/"},"wordCount":1105,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png","articleSection":["Computer Science \u2013 Software Engineering"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/","name":"Kenapa Skill 'Code Reengineering' Makin Mahal Harganya di Era AI? - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png","datePublished":"2026-08-11T05:16:05+00:00","dateModified":"2026-10-30T07:19:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/you2.png","width":1361,"height":653},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/08\/kenapa-skill-code-reengineering-makin-mahal-harganya-di-era-ai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kenapa Skill &#8216;Code Reengineering&#8217; Makin Mahal Harganya di Era AI?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/","name":"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology","description":"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88","name":"editorarticle","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g","caption":"editorarticle"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/author\/editorarticle\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11489"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11489\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11492,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11489\/revisions\/11492"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}