{"id":10764,"date":"2026-04-15T13:25:14","date_gmt":"2026-04-15T06:25:14","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=10764"},"modified":"2026-04-15T13:25:14","modified_gmt":"2026-04-15T06:25:14","slug":"strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/","title":{"rendered":"Strategi Marketing yang Bumerang: Pelajaran dari Viralitas Kritik \u201cTrade In\u201d Samsung di TikTok"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-10765 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6-640x1041.jpg\" alt=\"\" width=\"365\" height=\"594\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6-640x1041.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6-480x781.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6-768x1249.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6.jpg 904w\" sizes=\"auto, (max-width: 365px) 100vw, 365px\" \/><span style=\"font-family: inherit;font-size: 10pt\">source: TikTok\/@istriisenggg<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u201cNiatnya mau promo, tapi malah jadi krisis reputasi?\u201d\u00a0 <\/strong><\/p>\n<p>Belakangan ini, viral sebuah video di TikTok yang memperlihatkan ketegangan antara konsumen dan pihak brand dalam program trade-in Samsung. Alih-alih menjadi strategi marketing yang menarik, program tersebut justru memicu kritik publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial.<\/p>\n<p>Fenomena ini menjadi contoh nyata bagaimana strategi komunikasi yang kurang tepat dapat berbalik arah (backfire) dan merugikan brand.<\/p>\n<p>Ketika Campaign Tidak Sejalan dengan Ekspektasi Audiens<\/p>\n<p>Program trade in pada dasarnya dirancang untuk menarik minat konsumen dengan menawarkan kemudahan upgrade produk. Namun, dalam kasus ini, muncul persepsi bahwa nilai yang diberikan tidak sesuai dengan ekspektasi konsumen.<\/p>\n<p>Di era digital, ekspektasi audiens sangat dipengaruhi oleh:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Transparansi informasi <\/strong><\/li>\n<li><strong style=\"font-family: inherit\">Pengalaman pengguna lain <\/strong><\/li>\n<li><strong style=\"font-family: inherit\">Komunikasi brand di media sosial\u00a0<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Ketika ketiga hal ini tidak selaras, potensi terjadinya kritik publik menjadi sangat besar.<\/p>\n<p>Salah satu faktor utama yang membuat kasus ini membesar adalah sifat viral dari platform seperti TikTok. Konten yang menampilkan:<\/p>\n<ul>\n<li>Emosi (marah, kecewa)<\/li>\n<li>Konflik langsung<\/li>\n<li>Ketimpangan antara ekspektasi dan realita.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ini cenderung lebih mudah menarik perhatian dan dibagikan oleh audiens.<\/p>\n<p>Menurut berbagai studi digital marketing, konten dengan emosi negatif sering kali memiliki engagement yang lebih tinggi, terutama karena memicu diskusi dan reaksi publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1>Digital Transparency &amp; \u201cCall Out Culture\u201d<\/h1>\n<p>Fenomena ini juga berkaitan dengan tren call out culture, di mana audiens tidak ragu untuk mengkritik brand secara terbuka.<\/p>\n<p>Di sisi lain, muncul tuntutan akan digital transparency, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Kejelasan informasi<\/li>\n<li>Kejujuran dalam komunikasi<\/li>\n<li>Konsistensi antara promosi dan realita<\/li>\n<\/ul>\n<p>Brand yang gagal memenuhi ekspektasi ini berisiko mengalami krisis reputasi yang cepat menyebar.<\/p>\n<h3><\/h3>\n<h3><strong>Namun, Tidak Semua Persepsi Berpihak pada Satu Sisi<\/strong><\/h3>\n<p>Meskipun kritik terhadap program trade in Samsung ramai diperbincangkan, respons audiens di TikTok menunjukkan bahwa opini publik tidak sepenuhnya satu arah.<\/p>\n<p>Di kolom komentar, terlihat adanya pro dan kontra yang cukup kuat. Beberapa pengguna justru membela brand dan menilai bahwa ekspektasi konsumen terlalu tinggi terhadap program tersebut. Misalnya, akun @bulebulukan berkomentar, \u201cUser samsung bukan entry level tapi mau gratis tuker \ud83d\ude02\u201d, sementara @techbroindo menyatakan, \u201capaan sih, ya kalau gak dapet pulang, malah marah-marah zzzzz. keluar duit juga kagak \ud83e\udd72.\u201d<\/p>\n<p>Komentar lain seperti dari @Denil Alfian juga menyoroti bahwa program tersebut bukan sepenuhnya milik brand, \u201cIni promo Blibli, bukan promo program Samsung jadi jangan salahin Samsung.\u201d Selain itu, ada pula yang membandingkannya dengan mekanisme promosi lain, seperti yang disampaikan @GG, \u201cIni ibarat flash sale, gak dapet trus marah2 \ud83e\udd23.\u201d Bahkan, akun @Nikita Minaj menambahkan, \u201cye lagian mana ada yg gratis di dunia ini.\u201d<\/p>\n<p><strong>Tetapi<\/strong> di sisi lain, kritik terhadap brand tetap muncul. Akun @mas` \u0e08\u0e35\u0e08\u0e35\u0e49 berpendapat, \u201csekelas Samsung &amp; Blibli loh bisa blunder gini, bisa-bisanya bikin event \/ promo gimmick \ud83d\ude05\ud83d\ude05.\u201d<\/p>\n<p>Perbedaan sudut pandang ini menunjukkan bahwa dalam era digital, satu fenomena dapat menghasilkan berbagai interpretasi. Audiens tidak hanya menjadi penerima pesan, tetapi juga aktif membentuk narasi berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan ekspektasi masing-masing.<\/p>\n<p>Bagi brand, kondisi ini menegaskan bahwa krisis komunikasi tidak selalu bersifat hitam-putih. Diperlukan strategi komunikasi yang lebih komprehensif, transparan, dan empatik agar mampu merespons berbagai perspektif yang berkembang di publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Di Mana Letak Kesalahan Strategi?\u00a0 <\/strong><\/h1>\n<p>Kasus ini memberikan beberapa insight penting terkait kesalahan dalam strategi komunikasi:<\/p>\n<ol>\n<li>Kurangnya Transparansi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Informasi yang tidak disampaikan secara jelas dapat menimbulkan misinterpretasi.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Gap antara Promosi dan Realita<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika pengalaman konsumen tidak sesuai dengan yang dijanjikan, kepercayaan akan menurun.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>Minimnya Empati dalam Komunikasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Respons brand terhadap kritik juga menjadi faktor penting dalam menentukan persepsi publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Dampak bagi Brand\u00a0 <\/strong><\/h1>\n<p>Strategi yang \u201cbumerang\u201d seperti ini dapat berdampak pada:<\/p>\n<ul>\n<li>Penurunan kepercayaan konsumen<\/li>\n<li>Reputasi brand yang terganggu<\/li>\n<li>Munculnya narasi negatif yang sulit dikendalikan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dalam era media sosial, satu konten viral dapat membentuk persepsi publik dalam waktu singkat.<\/p>\n<p>Kasus ini menjadi pembelajaran penting bahwa strategi marketing tidak hanya soal ide kreatif, tetapi juga tentang eksekusi dan komunikasi yang tepat.<\/p>\n<p>Perlu dipahami bahwa:<\/p>\n<ul>\n<li>Setiap campaign memiliki risiko<\/li>\n<li>Audiens memiliki kekuatan untuk membentuk narasi<\/li>\n<li>Respons terhadap krisis sama pentingnya dengan campaign itu sendiri<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hal ini sejalan dengan pembelajaran di BINUS University, di mana mahasiswa dilatih untuk berpikir strategis dan adaptif dalam menghadapi dinamika industri.<\/p>\n<p>Kasus ini menunjukkan bahwa marketing tidak lagi hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang sesuai dengan ekspektasi audiens.<\/p>\n<p>Brand perlu memastikan bahwa:<\/p>\n<ul>\n<li>Janji dalam campaign dapat dipenuhi<\/li>\n<li>Komunikasi dilakukan secara transparan<\/li>\n<li>Audiens merasa didengar<\/li>\n<\/ul>\n<p>Viralnya kritik terhadap program trade in Samsung menjadi pengingat bahwa strategi marketing yang tidak tepat dapat berbalik menjadi krisis reputasi.<\/p>\n<p>Di era digital, audiens memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, brand perlu lebih berhati-hati dalam merancang dan mengkomunikasikan campaign.<\/p>\n<p>Bagi mahasiswa Creative Communication, fenomena ini menjadi pelajaran berharga bahwa keberhasilan strategi tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga oleh bagaimana pesan tersebut diterima dan dirasakan oleh audiens.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>source: TikTok\/@istriisenggg &nbsp; \u201cNiatnya mau promo, tapi malah jadi krisis reputasi?\u201d\u00a0 Belakangan ini, viral sebuah video di TikTok yang memperlihatkan ketegangan antara konsumen dan pihak brand dalam program trade-in Samsung. Alih-alih menjadi strategi marketing yang menarik, program tersebut justru memicu kritik publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Fenomena ini menjadi contoh nyata bagaimana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10765,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-10764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Strategi Marketing yang Bumerang: Pelajaran dari Viralitas Kritik \u201cTrade In\u201d Samsung di TikTok - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Marketing yang Bumerang: Pelajaran dari Viralitas Kritik \u201cTrade In\u201d Samsung di TikTok - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"source: TikTok\/@istriisenggg &nbsp; \u201cNiatnya mau promo, tapi malah jadi krisis reputasi?\u201d\u00a0 Belakangan ini, viral sebuah video di TikTok yang memperlihatkan ketegangan antara konsumen dan pihak brand dalam program trade-in Samsung. Alih-alih menjadi strategi marketing yang menarik, program tersebut justru memicu kritik publik dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Fenomena ini menjadi contoh nyata bagaimana [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-15T06:25:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"904\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1470\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/Picture1-6.jpg\",\"width\":904,\"height\":1470},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/\",\"name\":\"Strategi Marketing yang Bumerang: Pelajaran dari Viralitas Kritik \\u201cTrade In\\u201d Samsung di TikTok - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-04-15T06:25:14+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-15T06:25:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/04\/strategi-marketing-yang-bumerang-pelajaran-dari-viralitas-kritik-trade-in-samsung-di-tiktok\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10764"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10766,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10764\/revisions\/10766"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10765"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}