{"id":10430,"date":"2026-03-11T10:13:15","date_gmt":"2026-03-11T03:13:15","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=10430"},"modified":"2026-03-11T10:13:15","modified_gmt":"2026-03-11T03:13:15","slug":"pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/","title":{"rendered":"Pentingnya Tahapan Requirement dalam Pengembangan Perangkat Lunak"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10432\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1430\" height=\"956\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1.jpg 1430w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1-640x428.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1-1200x802.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1-480x321.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1-768x513.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1-1024x685.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1430px) 100vw, 1430px\" \/><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Dalam pengembangan perangkat lunak, banyak orang langsung membayangkan aktivitas coding, pembuatan tampilan aplikasi, atau implementasi teknologi terbaru. Padahal, salah satu tahapan paling krusial dalam proses pengembangan perangkat lunak terjadi sebelum baris kode pertama ditulis, yaitu tahapan requirement.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Tahapan requirement merupakan proses untuk memahami dan mendefinisikan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai kebutuhan pengguna dan tujuan sistem, proses pengembangan perangkat lunak berisiko menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan harapan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Apa Itu Requirement dalam Pengembangan Perangkat Lunak?<\/strong><\/span><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400\">Requirement adalah deskripsi tentang fungsi, layanan, atau batasan yang harus dimiliki oleh suatu sistem. Requirement menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh sistem serta kondisi atau aturan yang harus dipenuhi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Secara umum, requirement dalam perangkat lunak dapat dibagi menjadi dua jenis utama:<\/p>\n<p><strong>1. Functional Requirement<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Menjelaskan fitur atau fungsi yang harus dimiliki sistem.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Sistem dapat melakukan login pengguna.<\/li>\n<li>Sistem dapat menampilkan laporan penjualan.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>2. Non-Functional Requirement<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Menjelaskan kualitas atau karakteristik sistem.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>Sistem harus dapat memproses 1000 transaksi per menit.<\/li>\n<li>Sistem harus memiliki tingkat keamanan tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kedua jenis requirement ini sangat penting untuk memastikan sistem yang dikembangkan benar-benar memenuhi kebutuhan pengguna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1 style=\"font-weight: 400\"><strong>Mengapa Tahapan Requirement Sangat Penting?<\/strong><\/h1>\n<p style=\"font-weight: 400\">Tahapan requirement memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan suatu proyek perangkat lunak. Berikut beberapa alasan mengapa tahapan ini sangat penting.<\/p>\n<p><strong>1. Menghindari Kesalahan Pengembangan<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Kesalahan dalam memahami kebutuhan pengguna dapat menyebabkan sistem yang dibangun tidak sesuai dengan tujuan awal. Jika kesalahan ini baru ditemukan pada tahap akhir pengembangan, biaya perbaikannya bisa menjadi sangat besar.<\/p>\n<p><strong>2. Menjadi Dasar Perancangan Sistem<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Requirement menjadi acuan utama dalam tahap berikutnya, seperti system design, database design, dan interface design. Dengan requirement yang jelas, proses perancangan sistem dapat dilakukan secara lebih terarah.<\/p>\n<p><strong>3. Mempermudah Komunikasi antara Tim dan Stakeholder<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Dokumen requirement berfungsi sebagai media komunikasi antara pengembang, manajer proyek, dan stakeholder. Semua pihak dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai sistem yang akan dikembangkan.<\/p>\n<p><strong>4. Mengurangi Risiko Kegagalan Proyek<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Banyak proyek perangkat lunak gagal karena kebutuhan sistem tidak didefinisikan dengan baik. Dengan proses requirement yang matang, risiko perubahan besar di tengah proyek dapat diminimalkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Tahapan dalam Requirement Engineering<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Dalam praktiknya, proses requirement biasanya terdiri dari beberapa langkah utama:<\/p>\n<p><strong>1. Requirement Elicitation<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Mengumpulkan kebutuhan dari pengguna melalui wawancara, observasi, atau diskusi.<\/p>\n<p><strong>2. Requirement Analysis<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Menganalisis dan menyusun kebutuhan yang telah dikumpulkan agar lebih terstruktur.<\/p>\n<p><strong>3. Requirement Specification<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Mendokumentasikan requirement secara formal dalam dokumen seperti <em>Software Requirement Specification (SRS)<\/em>.<\/p>\n<p><strong>4. Requirement Validation<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Memastikan bahwa requirement yang telah ditulis benar-benar sesuai dengan kebutuhan stakeholder.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-size: 14pt\"><strong>Contoh Sederhana<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Misalnya sebuah perusahaan ingin membuat aplikasi pemesanan makanan online.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Beberapa requirement yang mungkin muncul antara lain:<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><strong>Functional Requirement<\/strong><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400\">\n<li>Pengguna dapat melihat daftar menu.<\/li>\n<li>Pengguna dapat memesan makanan.<\/li>\n<li>Sistem dapat menghitung total harga pesanan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400\"><strong>Non-Functional Requirement<\/strong><\/p>\n<ul style=\"font-weight: 400\">\n<li>Sistem harus dapat diakses melalui perangkat mobile.<\/li>\n<li>Waktu respon sistem tidak lebih dari 3 detik.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400\">Dengan requirement yang jelas, tim pengembang dapat membangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Tahapan requirement merupakan fondasi utama dalam pengembangan perangkat lunak. Proses ini membantu memastikan bahwa sistem yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna dan tujuan bisnis. Tanpa requirement yang jelas, pengembangan perangkat lunak berisiko menghasilkan produk yang tidak efektif dan sulit digunakan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Oleh karena itu, sebelum memulai proses coding atau implementasi teknologi, sangat penting bagi tim pengembang untuk meluangkan waktu dalam memahami dan mendokumentasikan kebutuhan sistem secara menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.geeksforgeeks.org\/software-engineering\/requirements-gathering-introduction-processes-benefits-and-tools\/\">https:\/\/www.geeksforgeeks.org\/software-engineering\/requirements-gathering-introduction-processes-benefits-and-tools\/<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.innoq.com\/en\/articles\/2020\/03\/requirements-engineering\/\">https:\/\/www.innoq.com\/en\/articles\/2020\/03\/requirements-engineering\/<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam pengembangan perangkat lunak, banyak orang langsung membayangkan aktivitas coding, pembuatan tampilan aplikasi, atau implementasi teknologi terbaru. Padahal, salah satu tahapan paling krusial dalam proses pengembangan perangkat lunak terjadi sebelum baris kode pertama ditulis, yaitu tahapan requirement. Tahapan requirement merupakan proses untuk memahami dan mendefinisikan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10432,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-10430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science-software-engineering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pentingnya Tahapan Requirement dalam Pengembangan Perangkat Lunak - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Tahapan Requirement dalam Pengembangan Perangkat Lunak - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam pengembangan perangkat lunak, banyak orang langsung membayangkan aktivitas coding, pembuatan tampilan aplikasi, atau implementasi teknologi terbaru. Padahal, salah satu tahapan paling krusial dalam proses pengembangan perangkat lunak terjadi sebelum baris kode pertama ditulis, yaitu tahapan requirement. Tahapan requirement merupakan proses untuk memahami dan mendefinisikan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Tanpa pemahaman yang jelas mengenai [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-11T03:13:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1430\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"956\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1-1.jpg\",\"width\":1430,\"height\":956},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/\",\"name\":\"Pentingnya Tahapan Requirement dalam Pengembangan Perangkat Lunak - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-03-11T03:13:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-11T03:13:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/03\/pentingnya-tahapan-requirement-dalam-pengembangan-perangkat-lunak\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10430"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10433,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10430\/revisions\/10433"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}