{"id":10379,"date":"2026-02-28T08:36:36","date_gmt":"2026-02-28T01:36:36","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=10379"},"modified":"2026-03-02T08:39:40","modified_gmt":"2026-03-02T01:39:40","slug":"how-to-be-a-good-peer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/","title":{"rendered":"HOW TO BE A GOOD PEER"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10380\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1.png\" alt=\"\" width=\"460\" height=\"389\" \/><\/p>\n<p>Beberapa waktu yang lalu, Universitas Bina Nusantara bekerja sama dengan SMAS Unity School untuk mengadakan <em>talkshow<\/em> yang mengangkat tema &#8220;5D&#8221;. Acara ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Pratiwi Hozeng dan Ibu Moondore Madalina Ali yang berbagi wawasan mengenai isu perundungan (<em>bullying<\/em>) di lingkungan sekolah serta pendekatan penangannya melalui konsep 5D. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman para siswa tentang bentuk-bentuk <em>bullying<\/em> dan strategi efektif dalam menghadapinya, guna menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan suportif.<\/p>\n<p><em>Bullying<\/em> merupakan salah satu fenomena sosial yang sering kali kita temui dalam kehidupan sehari hari. Secara umum,\u00a0 <em>bullying<\/em> dapat diartikan sebagai perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan antara perilaku dan korban. Walaupun <em>bullying<\/em> dapat diartikan sebagai agresivitas, tetapi tidak semua perilaku agresif dapat dikategorikan sebagai <em>bullying<\/em>. Perbedaan utamanya adalah terletak pada pola berulang dan ketidakseimbangan kekuatan dalam <em>bullying<\/em>, sedangkan agresivitas terletak dalam situasi yang lebih luas tanpa adanya pola yang bersifat konsisten serta tidak selalu terjadi ketimpangan relasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Pandangan Psikologi terhadap <em>Bullying<\/em> <\/strong><\/h1>\n<p>Dalam pandangan Psikologi, <em>bullying<\/em> dapat dibagi menjadi beberapa kategori, salah satunya adalah <em>relational bullying <\/em>atau yang sering disebut sebagai social <em>bullying<\/em>. <em>Bullying<\/em> jenis ini biasanya bertujuan untuk merusak hubungan sosial atau reputasi seseorang. Contoh yang sering kali ditemukan dalam lingkungan sekolah adalah ketika ada seorang siswa yang dijauhi oleh teman-temannya dan tidak ada yang mau memilihnya saat ada pembagian kelompok. Bentuk <em>bullying<\/em> sejenis ini terlihat sangat sederhana dan terkesan sangat halus, akan tetapi dampak yang dihasilkan bisa sangat signifikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Pelaku <em>Bullying<\/em> ?<\/strong><\/h1>\n<p>Terdapat beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa seseorang bisa menjadi pelaku <em>bullying<\/em>. Salah satunya adalah sebagai bentuk pelampiasan emosi atau frustasi yang tidak tersampaikan dengan baik. Selain itu, dalam beberapa budaya atau lingkungan, <em>bullying<\/em> bisa terjadi sebagai bagian dari tradisi, seperti masa orientasi siswa (MOS). Fenomena ini juga memperlihatkan bahwa korban <em>bullying<\/em> di masa lalu berpotensi menjadi pelaku di masa depan, sebagai bentuk balas dendam atas pengalaman pahit yang pernah mereka alami sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Dampak <em>Bullying<\/em> terhadap Korban <\/strong><\/h1>\n<p>Dampak <em>bullying<\/em> terhadap korban tidak hanya terbatas pada aspek fisik, melainkan juga melibatkan dimensi psikologis dan sosial. Beberapa dampak yang sering dialami oleh korban adalah :<\/p>\n<ol>\n<li>Dampak fisik (<em>physical<\/em>) : Hal biasanya menjadi sasaran utama dalam pembullyan, korban dapat mengalami luka luka, cedera, dan keluhan fisik yang lainnya akibat dari kekerasan langsung yang dialaminya.<\/li>\n<li>Dampak psikologis : Korban <em>bullying<\/em> sering merasakan kecemasan berlebihan, panik attac, dan dalam beberapa kasus dapat memunculkan trauma masa lalu.<\/li>\n<li>Perubahan kepribadian : Korban <em>bullying<\/em> yang awalnya memiliki kepribadian ceria, periang, dan mudah berbaur dengan temannya, akan mengalami perubahan kepribadian menjadi pendiam dan tertutup setelah menerima <em>bullying<\/em> karena takut untuk melakukan interaksi sosial.<\/li>\n<li>Dampak akademik : gangguan emosional yang dialami oleh korban dapat menurunkan motivasi belajar dan berujung pada penurunan nilai akademik korban.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Dampak <em>Bullying<\/em> terhadap Lingkungan Sosial<\/strong><\/h1>\n<p>Tidak hanya berdampak pada korban, <em>bullying<\/em> juga bisa berdampak pada lingkungan sosial sekitar. Misalnya hubungan antara anak dan orang tua yang awalnya harmonis, dapat menjadi renggang setelah peristiwa <em>bullying<\/em> yang dapat mengubah perilaku sang anak selaku korban. Pihak sekolah juga harus terlibat aktif dalam penangan kasus <em>bullying<\/em>, yang tentu saja hal ini dapat menambah beban instuisi pendidikan. Selain itu, hubungan pertemanan korban dengan teman-temannya juga akan ikut berdampak, karena korban yang awalnya ceria bisa menjadi lebih murung dan menarik diri dari lingkungan sosialnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>Strategi Penangan <em>Bullying<\/em> : Pendekatan 5D<\/strong><\/h1>\n<p>Dalam menangani kasus <em>bullying<\/em>, terutama dalam membantu korban untuk berani stand up, diperlukan pendekatan yang sensitif dan disesuaikan dengan kepribadian masing masing individu serta situasi yang dialami oleh korban. Tidak bijak apabila kita langsung mendorong korban untuk stand up tanpa mengerti keadaannya serta memahami kondisi mental dan emosionalnya. Oleh karena itu, pendekatan 5D menjadi salah satu strategi yang efektif.<\/p>\n<ol>\n<li><em>Distract<\/em> : Mengalihkan perhatian dari situasi <em>bullying<\/em> dengan membuat suara atau kegiatan lain untuk men-ditraksi pelaku.<\/li>\n<li>Delegate : Mencari bantuan dari orang yang memiliki otoritas lebih tinggi atau lebih berwenang dalam menangani situasi tersebut.<\/li>\n<li>Document : Mencatat kronologi kejadian atau merekam kejadian sebagai barang bukti. Namun, dokumentasi ini tidak boleh disebarluaskan tanpa seizin dari korban.<\/li>\n<li>Direct : Menghadapi langsung situasi <em>bullying<\/em>, tetapi harus memperhatikan situasi dan kondisi agar tidak membahayakan diri sendiri.<\/li>\n<li>Delay : Mendekati korban dan menanyakan kondisi korban setelah kejadian untuk memberikan dukungan emosional.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<h1><strong>Penutup <\/strong><\/h1>\n<p><em>Bullying<\/em> merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak, baik individu, keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas. Memahami bentuk bentuk <em>bullying<\/em>, dampak, serta strategi penangannya adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan sehat bagi semua individu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa waktu yang lalu, Universitas Bina Nusantara bekerja sama dengan SMAS Unity School untuk mengadakan talkshow yang mengangkat tema &#8220;5D&#8221;. Acara ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Pratiwi Hozeng dan Ibu Moondore Madalina Ali yang berbagi wawasan mengenai isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah serta pendekatan penangannya melalui konsep 5D. Tujuan utama dari kegiatan ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10380,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[346],"tags":[],"class_list":["post-10379","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-psychology"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>HOW TO BE A GOOD PEER - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"HOW TO BE A GOOD PEER - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beberapa waktu yang lalu, Universitas Bina Nusantara bekerja sama dengan SMAS Unity School untuk mengadakan talkshow yang mengangkat tema &#8220;5D&#8221;. Acara ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ibu Pratiwi Hozeng dan Ibu Moondore Madalina Ali yang berbagi wawasan mengenai isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah serta pendekatan penangannya melalui konsep 5D. Tujuan utama dari kegiatan ini [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-28T01:36:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-02T01:39:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"460\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"389\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Picture1.png\",\"width\":460,\"height\":389},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/\",\"name\":\"HOW TO BE A GOOD PEER - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-02-28T01:36:36+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-02T01:39:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/how-to-be-a-good-peer\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10379","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10379"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10379\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10381,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10379\/revisions\/10381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10379"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10379"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10379"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}