{"id":10373,"date":"2026-02-27T15:02:54","date_gmt":"2026-02-27T08:02:54","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=10373"},"modified":"2026-02-27T15:03:21","modified_gmt":"2026-02-27T08:03:21","slug":"era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Era Ekonomi Sirkular pada Masa Depan Supply Chain dan Layanan Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10374\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1.png\" alt=\"\" width=\"871\" height=\"489\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1.png 871w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1-640x359.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1-480x269.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1-768x431.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 871px) 100vw, 871px\" \/><\/p>\n<p>Ekspansi industri, urbanisasi, dan peningkatan daya beli masyarakat memang mendorong perputaran ekonomi, namun pada saat yang sama, pola konsumsi yang semakin intensif juga memicu lonjakan penggunaan sumber daya alam dan produksi limbah dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan kelas menengah yang terus tumbuh, aktivitas konsumsi menjadi mesin utama ekonomi nasional.<\/p>\n<p>Setiap produk yang dibeli, setiap kemasan yang dibuka, dan setiap barang yang diganti dengan versi terbaru, pada akhirnya meninggalkan jejak material yang tidak kecil, hal ini ditandai dengan setiap kenaikan konsumsi hampir selalu diikuti oleh peningkatan limbah. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat Indonesia menghasilkan lebih dari 68 juta ton sampah per tahun, angka yang mencerminkan beban ekologis yang masif.<\/p>\n<p>Ironisnya, sebagian besar sampah itu masih berakhir di tempat pembuangan akhir, bukan kembali ke siklus produksi melalui daur ulang atau pemanfaatan ulang. Pola <em>take\u2013make\u2013use- dispose<\/em> masih menjadi arus utama dalam sistem ekonomi kita. Model <em>take\u2013make\u2013use- dispose <\/em>memang pernah mendorong pertumbuhan cepat, tetapi kini menunjukkan batasnya. Ketika limbah terus meningkat dan biaya distribusi tetap tinggi, pertanyaannya sederhana: sampai kapan model ini bisa dipertahankan?<\/p>\n<p>Melihat realitas tersebut, konsep <em>circular economy<\/em> atau ekonomi sirkular menawarkan jalan baru yang lebih sistemik dan berorientasi jangka panjang. \u00a0Selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan negara, strategi ekonomi sirkular tercantum pada <em>Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025\u20132045<\/em> sebagai bagian dari transformasi menuju <em>Green Economy<\/em> dan ekonomi rendah karbon.<\/p>\n<p>Sebagai negara dengan populasi besar, pertumbuhan kelas menengah yang cepat, serta tekanan terhadap infrastruktur pengelolaan limbah, Indonesia tidak memiliki banyak ruang untuk mempertahankan model ekonomi linear. Alih-alih berhenti pada tahap pembuangan, ekonomi sirkular mendorong agar material terus berputar dalam suatu sistem tertutup melalui perbaikan, penggunaan ulang, rekondisi, dan daur ulang. Dalam kerangka ini, limbah tidak lagi dipandang sebagai residu yang harus disingkirkan, melainkan sebagai sumber daya sekunder yang memiliki nilai ekonomi baru.<\/p>\n<p>Implikasinya tidak berhenti pada aspek produksi, tetapi merambah hingga transformasi fundamental rantai pasok. Dalam pendekatan ekonomi sirkular, rantai pasok tidak berhenti ketika produk berpindah tangan kepada konsumen. Justru pada titik itulah siklus baru dimulai. Sistem distribusi diperluas untuk mencakup mekanisme pengembalian, perbaikan, pembaruan, hingga pemrosesan ulang material. Konsep ini dikenal sebagai <em>reverse logistics<\/em>, yaitu alur balik yang memastikan produk dan komponen tidak berakhir sebagai limbah, melainkan kembali masuk ke dalam siklus nilai. Reverse logistics memungkinkan perusahaan menarik kembali produk bekas untuk diperbaiki, diperbarui, atau didaur ulang Rouhani (2025).<\/p>\n<p>Namun transformasi menuju ekonomi sirkular tidak cukup hanya berhenti pada desain ulang rantai pasok. Jika <em>supply chain<\/em> adalah tulang punggung operasional, maka <em>service management<\/em> adalah jantung yang menjaga keberlanjutan hubungan dengan pelanggan. Dalam model sirkular, layanan bukan lagi pelengkap setelah penjualan, melainkan inti dari proposisi nilai perusahaan.<\/p>\n<p>Konsep <em>product-as-a-service<\/em> mulai mendapatkan perhatian sebagai paradigma baru. Alih-alih menjual produk secara penuh dan memindahkan seluruh tanggung jawab kepada konsumen, perusahaan menyediakan fungsi sebagai layanan. Pelanggan membayar berdasarkan tingkat penggunaan, bukan kepemilikan, perubahan ini menggeser insentif bisnis secara mendasar: perusahaan tidak lagi terdorong untuk menjual sebanyak mungkin unit baru, melainkan memastikan produk yang ada lebih tahan lama, mudah diperbaiki, dan efisien dalam penggunaan sumber daya dan mendorong ekonomi sikular (Vishkaei 2025).<\/p>\n<p>Sejumlah praktik di Indonesia menunjukkan arah perubahan ini mulai terbentuk, sebagai contoh; AQUA melalui program \u201cBijak Berplastik\u201d mendorong peningkatan pengumpulan dan daur ulang botol PET agar kembali ke siklus produksi. Sementara itu, Unilever Indonesia menguji coba sistem <em>refill<\/em> dan kemasan guna ulang untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa ekonomi sirkular bukan lagi konsep teoretis, melainkan mulai diintegrasikan dalam strategi operasional dan layanan.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, transisi menuju ekonomi sirkular bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi nasional. Dengan biaya logistik yang masih tinggi dan timbunan sampah yang terus meningkat, perubahan model bisnis menjadi semakin mendesak. Sudah saatnya dunia usaha Indonesia bergerak dari model <em>linear<\/em> (<em>take\u2013make\u2013use- dispose)<\/em> menuju <em>circular<\/em> (<em>make-use-collect-recycle). <\/em>Perubahan ini bukan sekadar demi membangun citra hijau, tetapi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak lagi berjalan dengan mengorbankan sumber daya masa depan. Ekonomi yang kuat bukan hanya yang tumbuh cepat, melainkan yang mampu tumbuh secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>DAFTAR PUSTAKA <\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Maleki Vishkaei, B. (2025). Optimal ordering for Product-as-a-Service models with circular economy practices. <em>International Journal of Production Research<\/em>, <em>63<\/em>(11), 4066\u20134085. https:\/\/doi.org\/10.1080\/00207543.2024.2434949<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Rouhani, S., Wardley, L. J., &amp; Amin, S. H. (2025). A Comprehensive Survey into Reverse Logistics and Closed-Loop Supply Chain Aspects to Provide Analyses and Insights for Implementation. <em>Journal of Cleaner Production<\/em>, 144743.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20240625131019-4-549127\/ri-hasilkan-697-juta-ton-sampah-per-tahun-ini-datanya\">https:\/\/www.cnbcindonesia.com\/news\/20240625131019-4-549127\/ri-hasilkan-697-juta-ton-sampah-per-tahun-ini-datanya<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/perpustakaan.bappenas.go.id\/elibrary\/file_upload\/koleksi\/dokumenbappenas\/konten\/Dokumen%202025\/Konten\/%7BDigital%7D%20Ringkasan%20RPJMN%20Tahun%202025-2029.pdf\">https:\/\/perpustakaan.bappenas.go.id\/elibrary\/file_upload\/koleksi\/dokumenbappenas\/konten\/Dokumen%202025\/Konten\/%7BDigital%7D%20Ringkasan%20RPJMN%20Tahun%202025-2029.pdf<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/life\/2020\/03\/07\/unilever-indonesia-provides-refill-station-in-bintaro.html?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/www.thejakartapost.com\/life\/2020\/03\/07\/unilever-indonesia-provides-refill-station-in-bintaro.html?utm_source=chatgpt.com<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><a href=\"https:\/\/www.sehataqua.co.id\/blog\/danone-aqua-dan-alfamart-luncurkan-reverse-vending-machine\/?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/www.sehataqua.co.id\/blog\/danone-aqua-dan-alfamart-luncurkan-reverse-vending-machine\/?utm_source=chatgpt.com<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekspansi industri, urbanisasi, dan peningkatan daya beli masyarakat memang mendorong perputaran ekonomi, namun pada saat yang sama, pola konsumsi yang semakin intensif juga memicu lonjakan penggunaan sumber daya alam dan produksi limbah dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan kelas menengah yang terus tumbuh, aktivitas konsumsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10374,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[347],"tags":[],"class_list":["post-10373","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-business-management"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Era Ekonomi Sirkular pada Masa Depan Supply Chain dan Layanan Berkelanjutan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Era Ekonomi Sirkular pada Masa Depan Supply Chain dan Layanan Berkelanjutan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ekspansi industri, urbanisasi, dan peningkatan daya beli masyarakat memang mendorong perputaran ekonomi, namun pada saat yang sama, pola konsumsi yang semakin intensif juga memicu lonjakan penggunaan sumber daya alam dan produksi limbah dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan kelas menengah yang terus tumbuh, aktivitas konsumsi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-27T08:02:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-27T08:03:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"871\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"489\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture1-1.png\",\"width\":871,\"height\":489},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/\",\"name\":\"Era Ekonomi Sirkular pada Masa Depan Supply Chain dan Layanan Berkelanjutan - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-02-27T08:02:54+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-27T08:03:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/era-ekonomi-sirkular-pada-masa-depan-supply-chain-dan-layanan-berkelanjutan\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10373","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10373"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10373\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10375,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10373\/revisions\/10375"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10373"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10373"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10373"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}