{"id":10267,"date":"2026-02-10T10:43:47","date_gmt":"2026-02-10T03:43:47","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=10267"},"modified":"2026-02-10T10:59:26","modified_gmt":"2026-02-10T03:59:26","slug":"series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/","title":{"rendered":"Series Adolescence di Netflix: Ketika Media Sosial Ikut Membentuk Cara Remaja Berkomunikasi"},"content":{"rendered":"<p>Serial <em>Adolescence<\/em> yang tayang di Netflix menghadirkan kisah yang terasa dekat dengan realitas kehidupan remaja masa kini. Ceritanya tidak hanya berfokus pada kasus kriminal yang melibatkan anak berusia 13 tahun, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana media digital, khususnya media sosial, berperan dalam membentuk cara remaja berkomunikasi, memandang diri sendiri, dan memahami lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10269\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture6.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"312\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture6.jpg 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture6-480x240.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, remaja tidak lagi tumbuh hanya melalui interaksi keluarga dan sekolah. Mereka juga \u201cdibesarkan\u201d oleh layar ponsel, algoritma, serta komunitas digital yang sering kali luput dari pengawasan orang dewasa. <em>Adolescence<\/em> menggambarkan realitas tersebut secara halus namun bermakna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>I.\u00a0 \u00a0Media Sosial sebagai Ruang Belajar Baru (Social Cognitive Theory)<\/strong><\/h1>\n<p>Dalam kajian komunikasi, <em>Social Cognitive Theory<\/em> menjelaskan bahwa individu mempelajari perilaku dan nilai melalui proses pengamatan. Media khususnya media sosial, menjadi salah satu sumber utama pembelajaran tersebut. Serial <em>Adolescence<\/em> menunjukkan bagaimana karakter Jamie secara perlahan menyerap pola pikir dari konten digital yang ia konsumsi.<\/p>\n<p>Tanpa disadari, pesan-pesan yang berulang baik berupa opini, komentar, maupun narasi ekstrem sehingga membentuk cara pandang remaja terhadap dunia. Media sosial dalam serial ini tidak tampil sebagai pihak yang secara langsung mengajarkan sesuatu, tetapi berperan sebagai ruang yang secara konsisten memperkuat nilai tertentu hingga terasa wajar. Inilah bentuk pengaruh komunikasi media yang bekerja secara tidak kasatmata, tetapi berdampak signifikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>II.\u00a0 \u00a0Pencarian Jati Diri Remaja di Era Digital (Teori Identitas Erikson)<\/strong><\/h1>\n<p>Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas. Erikson menyebut tahap ini sebagai periode pencarian jati diri yang rentan terhadap kebingungan peran. <em>Adolescence<\/em> menggambarkan kondisi tersebut melalui karakter yang merasa terasing, tidak dipahami, dan berusaha mencari pengakuan.<\/p>\n<p>Media sosial kemudian hadir sebagai ruang alternatif untuk memperoleh validasi. Namun, validasi yang diperoleh tidak selalu bersifat positif. Serial ini menunjukkan bahwa ketika komunikasi interpersonal di dunia nyata tidak berjalan optimal, remaja cenderung mencari makna dan penerimaan di ruang digital, meskipun berisiko menjerumuskan mereka pada pola pikir yang keliru.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10270\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture7.jpg\" alt=\"\" width=\"624\" height=\"351\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture7.jpg 624w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture7-480x270.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>III.\u00a0 \u00a0Komunikasi Keluarga yang Terputus Secara Emosional (Interpersonal Communication)<\/strong><\/h1>\n<p>Menariknya, <em>Adolescence<\/em> tidak menggambarkan keluarga yang sepenuhnya abai. Orang tua tetap hadir dan berusaha berkomunikasi, tetapi sering kali gagal membangun kedekatan emosional. Dalam perspektif komunikasi interpersonal, kondisi ini menunjukkan adanya jarak psikologis yang membuat pesan tidak tersampaikan secara efektif.<\/p>\n<p>Serial ini menegaskan bahwa komunikasi keluarga di era digital tidak cukup hanya dilakukan secara verbal. Diperlukan empati, keterbukaan, serta pemahaman terhadap dunia digital yang menjadi bagian dari kehidupan remaja sehari-hari. Tanpa itu, komunikasi mudah terhenti meskipun secara fisik berada dalam satu ruang yang sama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>IV.\u00a0 \u00a0Algoritma dan Realitas yang Dibentuk Media (Agenda Setting)<\/strong><\/h1>\n<p><em>Adolescence<\/em> juga relevan dikaitkan dengan teori <em>Agenda Setting<\/em>, yang menyatakan bahwa media memiliki peran dalam menentukan isu apa yang dianggap penting oleh audiens. Melalui algoritma, media sosial secara selektif menampilkan konten tertentu secara berulang, sehingga membentuk fokus perhatian pengguna.<\/p>\n<p>Bagi remaja, paparan konten yang tidak seimbang dapat memengaruhi cara berpikir dan mengambil keputusan. Serial ini secara implisit mengkritik minimnya literasi media di kalangan remaja, sekaligus menyoroti besarnya pengaruh platform digital dalam membentuk realitas sosial dan psikologis penggunanya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-10268\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8.jpg\" alt=\"\" width=\"711\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8.jpg 1430w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8-640x360.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8-1200x676.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8-480x270.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8-768x432.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture8-1024x576.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 711px) 100vw, 711px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>V.\u00a0 \u00a0Penutup<\/strong><\/h1>\n<p><em>Adolescence<\/em> bukan sekadar serial hiburan. Series ini menjadi cermin yang memperlihatkan kompleksitas kehidupan remaja di era digital, terutama dari sudut pandang komunikasi. Serial ini mengingatkan bahwa persoalan remaja saat ini tidak bisa dilepaskan dari bagaimana mereka berkomunikasi, siapa yang mereka dengarkan, dan pesan apa yang terus mereka terima.<\/p>\n<p>Bagi orang tua, <em>Adolescence<\/em> menjadi peringatan akan pentingnya memahami dunia digital anak muda. Sementara bagi mahasiswa komunikasi, serial ini menunjukkan bahwa teori komunikasi tidak hanya hidup di ruang akademik, tetapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi <\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Bandura, A. (2021). Social cognitive theory of mass communication. <em>Media Psychology<\/em>, 24(2), 1\u201315.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Livingstone, S., &amp; Blum-Ross, A. (2020). <em>Parenting for a digital future: How hopes and fears about technology shape children\u2019s lives<\/em>. Oxford University Press.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Odgers, C. L., &amp; Jensen, M. R. (2020). Adolescent mental health in the digital age. <em>Journal of Child Psychology and Psychiatry<\/em>, 61(3), 336\u2013348.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">Valkenburg, P. M., Meier, A., &amp; Beyens, I. (2022). Social media use and adolescents\u2019 self-esteem. <em>Current Opinion in Psychology<\/em>, 44, 58\u201363.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\">The Guardian. (2025). <em>How Netflix\u2019s Adolescence sparks conversations about toxic masculinity and youth online culture<\/em>.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serial Adolescence yang tayang di Netflix menghadirkan kisah yang terasa dekat dengan realitas kehidupan remaja masa kini. Ceritanya tidak hanya berfokus pada kasus kriminal yang melibatkan anak berusia 13 tahun, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana media digital, khususnya media sosial, berperan dalam membentuk cara remaja berkomunikasi, memandang diri sendiri, dan memahami lingkungan sekitarnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10269,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-10267","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Series Adolescence di Netflix: Ketika Media Sosial Ikut Membentuk Cara Remaja Berkomunikasi - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Series Adolescence di Netflix: Ketika Media Sosial Ikut Membentuk Cara Remaja Berkomunikasi - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Serial Adolescence yang tayang di Netflix menghadirkan kisah yang terasa dekat dengan realitas kehidupan remaja masa kini. Ceritanya tidak hanya berfokus pada kasus kriminal yang melibatkan anak berusia 13 tahun, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana media digital, khususnya media sosial, berperan dalam membentuk cara remaja berkomunikasi, memandang diri sendiri, dan memahami lingkungan sekitarnya. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-10T03:43:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-10T03:59:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"624\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"312\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture6.jpg\",\"width\":624,\"height\":312},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/\",\"name\":\"Series Adolescence di Netflix: Ketika Media Sosial Ikut Membentuk Cara Remaja Berkomunikasi - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-02-10T03:43:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-10T03:59:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/series-adolescence-di-netflix-ketika-media-sosial-ikut-membentuk-cara-remaja-berkomunikasi\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10267","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10267"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10267\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10277,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10267\/revisions\/10277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10267"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10267"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10267"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}