{"id":10263,"date":"2026-02-10T10:34:08","date_gmt":"2026-02-10T03:34:08","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?p=10263"},"modified":"2026-02-10T10:34:08","modified_gmt":"2026-02-10T03:34:08","slug":"velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/","title":{"rendered":"Velocity Trend dan Perubahan Komunikasi Digital: Mengapa Video Viral di Media Sosial Bisa Menentukan Fokus Publik"},"content":{"rendered":"<p>Di era media sosial, tren datang dan pergi dengan sangat cepat. Salah satu fenomena terbaru yang sedang ramai diperbincangkan adalah <strong>velocity trend<\/strong>, terutama di TikTok dan Instagram Reels. Velocity trend merujuk pada video pendek dengan pengaturan kecepatan tertentu dengan mempercepat atau memperlambat bagian video yang membuat konten terlihat lebih dinamis, menarik, dan cepat menyebar. Fenomena ini bukan sekadar hiburan semata, tetapi juga mencerminkan pola baru komunikasi digital yang semakin visual dan partisipatif (DetikJateng, 2025; Kompas.com, 2025).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10265\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4.png\" alt=\"\" width=\"780\" height=\"424\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4.png 780w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4-640x348.png 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4-480x261.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4-768x417.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 780px) 100vw, 780px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>I.\u00a0 \u00a0Apa Itu Velocity Trend?<\/strong><\/h1>\n<p>Velocity trend adalah teknik editing video yang membuat visual bergerak lebih cepat atau lambat sesuai efek yang diinginkan. Pengguna biasanya memanfaatkan teknik ini untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Membuat video dance atau challenge menjadi lebih dramatis.<\/li>\n<li>Menonjolkan momen tertentu dalam video sehingga lebih \u201cklik-able\u201d.<\/li>\n<li>Menarik perhatian audiens dalam waktu singkat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Keunggulan tren ini adalah kemampuannya menyebar dengan cepat. Algoritma platform sosial menampilkan konten tersebut kepada pengguna yang memiliki minat serupa, sehingga tren dapat viral dalam hitungan jam (Jurnalis TV, 2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>II.\u00a0 \u00a0Velocity Trend dan Diffusion of Innovations<\/strong><\/h1>\n<p>Penyebaran cepat <em>velocity trend<\/em> dapat dianalisis melalui teori <strong>Diffusion of Innovations<\/strong> karya Everett M. Rogers. Teori ini menjelaskan bagaimana inovasi atau ide tersebar di masyarakat melalui berbagai tahapan: dari inovator, early adopter, hingga mayoritas.<\/p>\n<p>Dalam konteks media sosial, tren tidak hanya dipengaruhi oleh influencer besar, tetapi juga diperkuat algoritma platform yang menampilkan konten kepada audiens yang relevan. Konten yang mudah ditiru dan menarik memiliki peluang lebih besar untuk diadopsi secara luas, sehingga tren velocity menjadi fenomena viral yang cepat tersebar (Azizah &amp; Fajri, 2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>III. Audiens Aktif dan Uses and Gratifications Theory<\/strong><\/h1>\n<p>Velocity trend juga sejalan dengan <strong>Uses and Gratifications Theory<\/strong>, yang menyatakan bahwa audiens bersifat aktif dalam memilih media untuk memenuhi kebutuhan tertentu, seperti hiburan, informasi, interaksi sosial, atau ekspresi diri (Jayanti &amp; Prasetyo, 2025).<\/p>\n<p>Pengguna TikTok atau Instagram tidak hanya menonton video, tetapi juga aktif membuat konten sendiri, menyesuaikan teknik velocity untuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengekspresikan kreativitas.<\/li>\n<li>Meningkatkan interaksi sosial melalui komentar dan share.<\/li>\n<li>Memperkuat identitas digital.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan kata lain, velocity trend memungkinkan audiens berpartisipasi secara aktif dalam budaya digital, bukan sekadar menjadi konsumen pasif.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10264\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5.jpg\" alt=\"\" width=\"1339\" height=\"893\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5.jpg 1339w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5-640x427.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5-1200x800.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5-480x320.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5-768x512.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture5-1024x683.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1339px) 100vw, 1339px\" \/><span style=\"font-size: 10pt\">Sumber: https:\/\/www.freepik.com\/free-vector\/person-addicted-social-media_6591659.htm#from_element=cross_selling__vector<\/span><\/p>\n<h1><strong>IV.\u00a0 \u00a0Agenda Setting dan Tren Viral<\/strong><\/h1>\n<p>Fenomena velocity trend juga dapat dianalisis melalui teori <strong>agenda setting<\/strong>, yang menjelaskan bagaimana media memengaruhi apa yang dianggap penting oleh publik.<\/p>\n<p>Media sosial modern menggunakan algoritma untuk menyoroti konten populer, sehingga tren velocity sering menjadi pusat perhatian audiens. Hal ini memicu diskusi dan interaksi di kalangan pengguna, yang kemudian memperkuat posisi tren tersebut dalam perhatian publik (Efridah &amp; Nirmala, 2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>V.\u00a0 \u00a0Dampak Velocity Trend terhadap Komunikasi Digital<\/strong><\/h1>\n<p>Velocity trend membawa perubahan signifikan pada komunikasi di era digital:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Bahasa visual dominan<\/strong>: Komunikasi lebih banyak menggunakan video dan visual bergerak daripada teks panjang.<\/li>\n<li><strong>Partisipasi audiens meningkat<\/strong>: Pengguna tidak hanya menonton, tetapi juga ikut membuat konten.<\/li>\n<li><strong>Persepsi publik cepat terbentuk<\/strong>: Tren viral membentuk opini dan norma sosial dengan cepat.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa tren velocity dapat memengaruhi motivasi pengguna dalam membuat konten, baik dari aspek internal (kepuasan diri) maupun eksternal (interaksi sosial) (Azizah &amp; Fajri, 2025; Jayanti &amp; Prasetyo, 2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h1><strong>VI.\u00a0 \u00a0Kesimpulan<\/strong><\/h1>\n<p>Velocity trend bukan sekadar efek visual atau hiburan sementara. Fenomena ini mencerminkan dinamika komunikasi modern yang bersifat:<\/p>\n<ul>\n<li>Cepat dan viral<\/li>\n<li>Partisipatif dan interaktif<\/li>\n<li>Berbasis visual<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan memahami tren ini melalui teori komunikasi seperti Diffusion of Innovations, Uses and Gratifications, dan Agenda Setting, kita bisa melihat bagaimana tren viral di media sosial mencerminkan cara baru manusia berkomunikasi dan berinteraksi di dunia digital.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Azizah, R. I., &amp; Fajri, C. (2025). Analisis sentimen netizen terhadap trend velocity pada akun @yuukiituru di TikTok. <em>Jurnal Impresi Indonesia<\/em>, 3(1), 45\u201358. <a href=\"https:\/\/jii.rivierapublishing.id\/index.php\/jii\/article\/view\/7097?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/jii.rivierapublishing.id\/index.php\/jii\/article\/view\/7097<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">DetikJateng. (2025, 25 Maret). Apa itu velocity yang viral jadi tren TikTok? Ini arti dan cara membuatnya. Detik.com. <a href=\"https:\/\/wolipop.detik.com\/entertainment-news\/d-7830574\/arti-velocity-istilah-baru-yang-sedang-viral-di-media-sosial?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/wolipop.detik.com\/entertainment-news\/d-7830574\/arti-velocity-istilah-baru-yang-sedang-viral-di-media-sosial<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Efridah, E., &amp; Nirmala, S. (2025). Representation of TikTok viral trends on Generation Z communication behavior. <em>Sinergi International Journal of Communication Sciences<\/em>, 2(1), 23\u201337. <a href=\"https:\/\/journal.sinergi.or.id\/index.php\/ijcs\/article\/view\/873?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/journal.sinergi.or.id\/index.php\/ijcs\/article\/view\/873<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Jayanti, M., &amp; Prasetyo, B. (2025). Teori uses and gratifications terhadap kecenderungan kecanduan informasi dan hiburan di sosial media TikTok. <em>Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik<\/em>, 7(2), 112\u2013130. <a href=\"https:\/\/jurnal.ittc.web.id\/index.php\/jiksp\/article\/view\/3130?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/jurnal.ittc.web.id\/index.php\/jiksp\/article\/view\/3130<\/a><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 10pt\">Jurnalis TV. (2025). Velocity: Tren TikTok yang meriahkan momen bukber Ramadan 2025. Jurnalistv.id. <a href=\"https:\/\/jurnalistv.id\/trending\/6108\/velocity-tren-tiktok-yang-meriahkan-momen-bukber-ramadhan-2025?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/jurnalistv.id\/trending\/6108\/velocity-tren-tiktok-yang-meriahkan-momen-bukber-ramadhan-2025<\/a><\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era media sosial, tren datang dan pergi dengan sangat cepat. Salah satu fenomena terbaru yang sedang ramai diperbincangkan adalah velocity trend, terutama di TikTok dan Instagram Reels. Velocity trend merujuk pada video pendek dengan pengaturan kecepatan tertentu dengan mempercepat atau memperlambat bagian video yang membuat konten terlihat lebih dinamis, menarik, dan cepat menyebar. Fenomena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10265,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[349],"tags":[],"class_list":["post-10263","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-creative-communication"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Velocity Trend dan Perubahan Komunikasi Digital: Mengapa Video Viral di Media Sosial Bisa Menentukan Fokus Publik - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Velocity Trend dan Perubahan Komunikasi Digital: Mengapa Video Viral di Media Sosial Bisa Menentukan Fokus Publik - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di era media sosial, tren datang dan pergi dengan sangat cepat. Salah satu fenomena terbaru yang sedang ramai diperbincangkan adalah velocity trend, terutama di TikTok dan Instagram Reels. Velocity trend merujuk pada video pendek dengan pengaturan kecepatan tertentu dengan mempercepat atau memperlambat bagian video yang membuat konten terlihat lebih dinamis, menarik, dan cepat menyebar. Fenomena [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-10T03:34:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"780\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"424\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/\",\"name\":\"BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"description\":\"Binus kampus komunitas kreatif Bekasi dengan visi membangun universitas yang berkelas dunia di tahun 2020 mendatang, sebagai langkah menuju visi tersebut, BINA NUSANTARA kampus komunitas kreatif mengambil suatu langkah mantap untuk membuka jaringan pendidikan di Kota Bekasi.\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Picture4.png\",\"width\":780,\"height\":424},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/\",\"name\":\"Velocity Trend dan Perubahan Komunikasi Digital: Mengapa Video Viral di Media Sosial Bisa Menentukan Fokus Publik - BINUS @Bekasi - Kampus Beken Asyik | Business Service and Technology\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2026-02-10T03:34:08+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-10T03:34:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/2026\/02\/velocity-trend-dan-perubahan-komunikasi-digital-mengapa-video-viral-di-media-sosial-bisa-menentukan-fokus-publik\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#\/schema\/person\/0093f9a535f53c255093cb9273f60a88\",\"name\":\"editorarticle\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cd7fa27148001ad24ed966c031d91645eee771a6f7fe3b565b46a75ad24f4df6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"editorarticle\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10263"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10263\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10266,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10263\/revisions\/10266"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10263"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10263"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}