FAQ
Apa yang dipelajari di jurusan Artificial Intelligence?
Kamu akan mempelajari fondasi ilmu komputer dan matematika, yang dipadukan langsung dengan materi inti AI seperti Machine Learning, Deep Learning, Computer Vision, Large Language Model (LLM), hingga IoT dan robotika. Selain penguasaan teknis, kamu juga dibekali pemahaman etika AI serta pengalaman praktik langsung di dunia kerja.
Apakah harus bisa coding sebelum masuk jurusan Artificial Intelligence?
Tidak harus, karena kurikulum sudah disusun bertahap dari dasar untuk membangun pemahaman teori dan praktik secara terpadu. Sejak semester pertama, kamu akan langsung dibimbing mempelajari dasar-dasar pemrograman dan metode perancangan program dari awal.
Apa saja peluang karier lulusan Artificial Intelligence?
Lulusan program ini bisa berkarier sebagai AI Scientist, Machine Learning Operations (MLOps) Engineer, Developer, Analyst, IT Consultant, hingga Project Manager. Selain bekerja di perusahaan global, kamu juga disiapkan untuk mampu membangun bisnis sendiri sebagai Entrepreneur di bidang teknologi.
Industri apa yang membutuhkan lulusan Artificial Intelligence?
Keahlian lulusan AI sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah di berbagai sektor industri, mulai dari kesehatan (healthcare), keuangan (finance), pendidikan (education), hingga bidang teknologi dan bisnis lainnya.
Apakah mahasiswa akan kunjungan ke proyek AI ?
Lebih dari sekadar kunjungan singkat, mahasiswa akan terjun langsung ke proyek dan lingkungan kerja nyata selama dua semester penuh (semester 6 dan 7) melalui Enrichment Program. Mahasiswa bisa memilih jalur magang di perusahaan industri, terlibat riset di laboratorium, merintis startup, membangun proyek komunitas, atau kuliah di luar negeri.
