{"id":19711,"date":"2026-10-22T16:15:44","date_gmt":"2026-10-22T09:15:44","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=19711"},"modified":"2026-10-22T16:18:04","modified_gmt":"2026-10-22T09:18:04","slug":"open-banking-bagaimana-satu-aplikasi-bisa-terhubung-dengan-banyak-layanan-keuangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2026\/10\/22\/open-banking-bagaimana-satu-aplikasi-bisa-terhubung-dengan-banyak-layanan-keuangan\/","title":{"rendered":"Open Banking: Bagaimana Satu Aplikasi Bisa Terhubung dengan Banyak Layanan Keuangan?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-19713 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/Picture2.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" \/><\/p>\n<p>Pernahkah Anda menggunakan sebuah aplikasi yang dapat menampilkan pilihan pembayaran dari beberapa bank, mengecek informasi rekening, atau menghubungkan layanan keuangan dari perusahaan yang berbeda? Di belakang pengalaman tersebut terdapat teknologi yang disebut API atau Application Programming Interface. Dalam industri keuangan, penggunaan API menjadi salah satu fondasi dari konsep yang sering disebut open banking. Teknologi ini memungkinkan sistem dari lembaga yang berbeda saling berkomunikasi melalui aturan dan izin tertentu. Di Indonesia, Bank Indonesia mengembangkan standardisasi konektivitas tersebut melalui Standar Nasional Open API Pembayaran atau SNAP (Bank Indonesia, n.d.).<\/p>\n<p><strong>Apa Itu API?<\/strong><\/p>\n<p>Secara sederhana, API dapat dibayangkan sebagai jalur komunikasi antara dua aplikasi. Bank Indonesia mendefinisikan API sebagai seperangkat protokol dan instruksi yang memfasilitasi interkoneksi antaraplikasi (Bank Indonesia, 2021). Misalnya, sebuah aplikasi belanja ingin menyediakan pilihan pembayaran dari bank. Aplikasi tersebut tidak perlu mengetahui seluruh sistem internal bank. Melalui API yang sesuai, aplikasi dapat mengirimkan permintaan tertentu kepada sistem bank, lalu menerima respons dalam format yang telah disepakati. Jadi, API memungkinkan dua sistem berbicara tanpa harus membuka seluruh bagian sistem masing-masing.<\/p>\n<p><strong>Lalu, Apa Itu Open API?<\/strong><\/p>\n<p>Bank Indonesia mendefinisikan Open API Pembayaran sebagai API yang digunakan secara terbuka dengan akses keterhubungan berdasarkan perjanjian kerja sama antara penyedia layanan dan pengguna layanan dalam pemrosesan transaksi pembayaran (Bank Indonesia, 2021). Kata \u201copen\u201d di sini tidak berarti siapa pun dapat masuk ke rekening bank tanpa izin. Akses tetap memiliki ketentuan, otorisasi, persyaratan teknis, dan aturan keamanan. Dalam SNAP, Bank Indonesia bahkan menetapkan standar untuk protokol komunikasi, arsitektur API, struktur data, metode autentikasi, metode otorisasi, enkripsi, dan pengelolaan akses API (Bank Indonesia, 2024). Artinya, keterbukaan bukan berarti tanpa perlindungan.<\/p>\n<p><strong>Mengapa Perlu Standar Nasional?<\/strong><\/p>\n<p>Bayangkan setiap bank memiliki bahasa API yang sepenuhnya berbeda. Perusahaan teknologi yang ingin terhubung dengan 20 bank mungkin harus membuat 20 bentuk integrasi yang sangat berbeda. Standardisasi mencoba mengurangi persoalan tersebut. Bank Indonesia menetapkan SNAP pada 2021 sebagai standar nasional Open API Pembayaran. Salah satu tujuannya adalah mendorong integrasi, interkoneksi, interoperabilitas, serta keamanan dan keandalan infrastruktur sistem pembayaran (Bank Indonesia, 2021). Dengan standar bersama, pelaku industri memiliki acuan yang sama mengenai bagaimana komunikasi sistem pembayaran dilakukan.<\/p>\n<p><strong>Bagaimana Satu Aplikasi Bisa Mengakses Banyak Layanan?<\/strong><\/p>\n<p>Contohnya, sebuah aplikasi keuangan bekerja sama dengan beberapa lembaga keuangan. Ketika pengguna memilih layanan bank tertentu, aplikasi dapat mengirimkan permintaan melalui API yang tersedia. API kemudian menjadi penghubung antara aplikasi dengan sistem penyedia layanan. Tergantung pada layanan dan izin yang tersedia, API dapat digunakan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan pembayaran dan informasi tertentu. Namun, hubungan tersebut bukan berarti aplikasi mendapat kebebasan untuk melihat seluruh rekening pengguna. SNAP memiliki pengaturan mengenai autentikasi, otorisasi, akses API, perlindungan data, serta tanggung jawab antara penyedia dan pengguna layanan (Bank Indonesia, 2024)<\/p>\n<p><strong>Bagaimana dengan Data Nasabah?<\/strong><\/p>\n<p>Ini menjadi salah satu bagian paling penting dari open banking. Integrasi layanan keuangan melibatkan data yang dapat bersifat sensitif. Karena itu, Bank Indonesia memasukkan pelindungan konsumen dan perlindungan data sebagai bagian dari tata kelola SNAP. Pedoman SNAP juga mengatur persyaratan kehati-hatian bagi penyedia layanan dan pengguna layanan serta hubungan kontraktual antara para pihak (Bank Indonesia, n.d.). Dalam praktik open banking, izin pengguna menjadi konsep penting karena layanan pihak ketiga tidak seharusnya memperoleh data atau menjalankan aktivitas di luar akses yang memang telah diberikan melalui mekanisme yang berlaku. Artinya, kemudahan integrasi harus berjalan bersama dengan kontrol terhadap akses.<\/p>\n<p><strong>Nyaman, tetapi Keamanan Tetap Penting<\/strong><\/p>\n<p>Kenyamanan open banking berasal dari kemampuan berbagai layanan untuk terhubung. Namun, semakin banyak sistem yang terhubung, semakin penting pula pengelolaan akses, keamanan, autentikasi, otorisasi, dan perlindungan data. Inilah sebabnya SNAP tidak hanya mengatur cara API mengirim data. Standar tersebut juga mencakup keamanan sistem informasi, tata kelola, dan manajemen risiko (Bank Indonesia, 2021).<\/p>\n<p>Jadi, ketika satu aplikasi tampak dapat berbicara dengan berbagai layanan keuangan, sebenarnya aplikasi tersebut tidak memiliki satu pintu rahasia menuju semua bank. Di belakangnya terdapat API, perjanjian kerja sama, autentikasi, izin akses, dan standar teknologi yang memungkinkan satu sistem berkomunikasi dengan sistem lainnya. Open banking bukan membuat sistem keuangan menjadi tanpa batas. Teknologi ini mencoba membuat batas antar sistem menjadi lebih mudah dilewati secara terkontrol.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Bibliography<\/strong><\/p>\n<p>Bank Indonesia. (2021). Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 23\/15\/PADG\/2021 tentang Standar Nasional Open Application Programming Interface Pembayaran. <a href=\"https:\/\/www.bi.go.id\/id\/publikasi\/peraturan\/Pages\/PADG_231521.aspx\">https:\/\/www.bi.go.id\/id\/publikasi\/peraturan\/Pages\/PADG_231521.aspx<\/a><\/p>\n<p>Bank Indonesia. (n.d.). Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). <a href=\"https:\/\/www.bi.go.id\/id\/layanan\/Standar\/SNAP\/default.aspx\">https:\/\/www.bi.go.id\/id\/layanan\/Standar\/SNAP\/default.aspx<\/a><\/p>\n<p>Bank Indonesia. (n.d.). Standar Nasional Open API Pembayaran: Pedoman Tata Kelola. <a href=\"https:\/\/www.bi.go.id\/id\/layanan\/Standar\/SNAP\/Documents\/SNAP_Pedoman_Tata_Kelola.pdf\">https:\/\/www.bi.go.id\/id\/layanan\/Standar\/SNAP\/Documents\/SNAP_Pedoman_Tata_Kelola.pdf<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda menggunakan sebuah aplikasi yang dapat menampilkan pilihan pembayaran dari beberapa bank, mengecek informasi rekening, atau menghubungkan layanan keuangan dari perusahaan yang berbeda? Di belakang pengalaman tersebut terdapat teknologi yang disebut API atau Application Programming Interface. Dalam industri keuangan, penggunaan API menjadi salah satu fondasi dari konsep yang sering disebut open banking. Teknologi ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":19713,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-19711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"featured":{"small":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2026\/10\/Picture2.png"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19711","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19711"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19716,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19711\/revisions\/19716"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19713"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}