{"id":19632,"date":"2026-09-02T16:52:06","date_gmt":"2026-09-02T09:52:06","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=19632"},"modified":"2026-09-04T16:33:23","modified_gmt":"2026-09-04T09:33:23","slug":"seberapa-siap-pendidikan-tinggi-mencetak-akuntan-era-big-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2026\/09\/02\/seberapa-siap-pendidikan-tinggi-mencetak-akuntan-era-big-data\/","title":{"rendered":"Seberapa Siap Pendidikan Tinggi Mencetak Akuntan Era Big Data?"},"content":{"rendered":"<p>Profesi akuntansi sedang mengalami pergeseran fundamental. Jika dahulu kompetensi inti seorang akuntan cukup diukur dari kemampuan menyusun laporan keuangan dan memahami standar akuntansi, kini tuntutan dunia kerja bergerak jauh lebih cepat. Laporan <em>Future Ready 2025<\/em> dari Wolters Kluwer mencatat lonjakan dramatis adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam profesi akuntansi, dari hanya 9% pada 2024 menjadi 41% pada 2025, dengan 77% firma berencana memperluas investasi teknologi tersebut. Pertanyaannya kemudian apakah perguruan tinggi, sebagai gerbang utama pencetak akuntan baru, sudah siap mengikuti kecepatan ini?<\/p>\n<p>Jawabannya, belum sepenuhnya. Kamalan et al., (2025) menemukan bahwa integrasi <em>big data analytics<\/em> (BDA) ke dalam kurikulum akuntansi sarjana masih berada pada tahap awal. Terdapat kesenjangan signifikan antara kompetensi yang dimiliki lulusan dan kebutuhan aktual dunia industri. Sebuah gap yang jika dibiarkan dapat membuat lulusan akuntansi kalah bersaing dengan tenaga kerja yang lebih melek data. Temuan ini bukan fenomena baru maupun terisolasi. Pan dan Mazzei (2023) menyatakan bahwa tantangan nyata yang dihadapi institusi pendidikan tinggi saat mencoba menyisipkan analitik data ke kurikulum akuntansi. Tantangan itu berupa kompleksitas materi, keterbatasan sumber daya dosen, serta terbatasnya jam kredit yang tersedia bagi mahasiswa. Mereka menekankan bahwa pengajaran analitik data tidak bisa dilakukan sendirian oleh dosen akuntansi, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dengan fakultas sistem informasi maupun statistik.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, SeTin, Sudibyo, dan Debbianita (2024) juga menegaskan adanya kesenjangan antara kebutuhan riil dan kondisi aktual integrasi analitik data di kelas. Banyak pengajar mengakui pentingnya keterampilan ini, namun implementasinya di lapangan masih tertatih-tatih akibat keterbatasan pelatihan dosen dan infrastruktur pembelajaran. Di level yang lebih struktural, Birt et al., (2023) mengungkap bahwa pendekatan pedagogis dalam menanamkan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi (ICT) serta analitik data sangat beragam antar institusi. Hal ini menunjukkan belum adanya standar yang seragam, meskipun badan profesi akuntansi di kedua negara telah menerbitkan kompetensi ICT terbaru yang wajib diadopsi.<\/p>\n<p>Lantas, apa solusinya? Moran (2026) menawarkan perspektif yang lebih optimistis dengan memetakan berbagai sumber daya pembelajaran yang dapat dimanfaatkan pengajar untuk mengintegrasikan analitik data ke kurikulum secara bertahap, sperti mulai dari studi kasus berbasis dataset riil, perangkat lunak visualisasi data yang ramah pemula, hingga modul kolaboratif lintas mata kuliah. Pendekatan semacam ini penting karena transformasi kurikulum tidak harus berarti merombak total, melainkan menyisipkan literasi data secara progresif ke mata kuliah yang sudah ada.<\/p>\n<p>Kesenjangan antara kecepatan adopsi teknologi di industri dan laju perubahan kurikulum di kampus adalah tantangan struktural yang membutuhkan kolaborasi tiga arah, yaitu antara perguruan tinggi, badan profesi akuntansi, dan dunia usaha. Tanpa sinergi ini, lulusan akuntansi berisiko memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang sudah tertinggal sebelum karier mereka dimulai. Era <em>big data<\/em> menuntut akuntan bukan sekadar pencatat transaksi, melainkan penerjemah data menjadi keputusan bisnis strategis. Dan pendidikan tinggi harus segera menyesuaikan arah kompasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Birt, J., et al. (2023). <em>Critical analysis of integration of ICT and data analytics into the accounting curriculum: A multidimensional perspective<\/em>. Accounting &amp; Finance, 63, 4037\u20134063. DOI: 10.1111\/acfi.13084<\/p>\n<p>Kamalan, et al. (2025). <em>Big Data Analytics Integration in Accounting Education: A Critical Review<\/em>. Journal of Information Systems Engineering and Management. DOI: 10.52711\/jisem.2025<\/p>\n<p>Moran, W. (2026). <em>Resources for Integrating Data Analytics into the Accounting Curriculum<\/em>. Journal of Accounting and Business Education, 10(3).<\/p>\n<p>Pan, K., &amp; Mazzei, M. (2023). <em>Preparing Accounting Students for Careers Utilizing Data Analytics: Curriculum Innovation Steps and Challenges<\/em>. AIS Educator Journal, 18(1), 1\u201319. DOI: 10.3194\/1935-8156-18.1.1<\/p>\n<p>SeTin, S., Sudibyo, Y. A., &amp; Debbianita, D. (2024). <em>Data Analytics Skills: Is Accounting Curriculum Ready?<\/em>. Journal of Higher Education Theory and Practice, 24(3). DOI: 10.33423\/jhetp.v24i3.6839<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profesi akuntansi sedang mengalami pergeseran fundamental. Jika dahulu kompetensi inti seorang akuntan cukup diukur dari kemampuan menyusun laporan keuangan dan memahami standar akuntansi, kini tuntutan dunia kerja bergerak jauh lebih cepat. Laporan Future Ready 2025 dari Wolters Kluwer mencatat lonjakan dramatis adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam profesi akuntansi, dari hanya 9% pada 2024 menjadi 41% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-19632","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"featured":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19632"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19633,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19632\/revisions\/19633"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}