{"id":19614,"date":"2026-09-02T16:22:40","date_gmt":"2026-09-02T09:22:40","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=19614"},"modified":"2026-09-04T16:33:53","modified_gmt":"2026-09-04T09:33:53","slug":"apakah-big-data-dan-green-accounting-menentukan-reputasi-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2026\/09\/02\/apakah-big-data-dan-green-accounting-menentukan-reputasi-perusahaan\/","title":{"rendered":"Apakah Big Data dan Green Accounting Menentukan Reputasi Perusahaan?"},"content":{"rendered":"<p>\u201cApakah perusahaan benar-benar peduli lingkungan, atau hanya sedang membangun pencitraan digital?\u201d Pertanyaan ini kini menjadi ancaman nyata bagi dunia bisnis modern. Di era media sosial dan transparansi digital, satu data tentang emisi karbon, pencemaran lingkungan, atau eksploitasi sumber daya dapat menyebar viral hanya dalam hitungan jam. Reputasi perusahaan yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh karena jejak data yang tersebar di internet. Inilah alasan mengapa Big Data mulai menjadi senjata baru dalam dunia akuntansi hijau dan pelaporan keberlanjutan perusahaan.<\/p>\n<p>Selama bertahun-tahun, akuntansi identik dengan laporan laba rugi, neraca, dan angka-angka keuangan. Namun, dunia bisnis kini berubah drastis. Investor, konsumen, bahkan masyarakat umum tidak lagi hanya bertanya \u201cberapa keuntungan perusahaan?\u201d, tetapi juga \u201cbagaimana perusahaan memperoleh keuntungan tersebut?\u201d. Isu Environmental, Social, and Governance (ESG) membuat perusahaan harus mempertanggungjawabkan dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas bisnis mereka.<\/p>\n<p>Di sinilah Big Data memainkan peran penting. Big Data merupakan kumpulan data dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai sumber seperti media sosial, sensor digital, transaksi elektronik, cloud computing, hingga Internet of Things (IoT). Menurut Arroyo et al. (2022), Big Data telah menjadi revolusi baru dalam proses pengambilan keputusan karena mampu mengubah data menjadi insight strategis secara <em>real-time<\/em>. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memonitor aktivitas operasional dan dampak lingkungannya secara jauh lebih cepat dibanding sistem akuntansi tradisional.<\/p>\n<p>Akuntansi hijau atau <em>green accounting<\/em> sendiri merupakan pendekatan akuntansi yang memasukkan aspek lingkungan dalam pengukuran dan pelaporan perusahaan. Jika sebelumnya perusahaan hanya fokus mengejar profit, kini mereka juga dituntut melaporkan penggunaan energi, emisi karbon, limbah produksi, hingga dampak sosial operasional bisnis. Masalahnya, pengukuran tersebut sangat kompleks jika dilakukan secara manual. Oleh karena itu, Big Data menjadi solusi penting dalam mendukung sustainability reporting modern.<\/p>\n<p>Melalui teknologi Big Data, perusahaan dapat mengumpulkan data emisi karbon secara otomatis menggunakan sensor digital, memantau konsumsi energi secara <em>real-time<\/em>, bahkan menganalisis opini publik terkait isu lingkungan melalui media sosial. Dalam konteks ini, data tidak lagi sekadar angka, tetapi telah berubah menjadi alat pengawasan publik terhadap perusahaan.<\/p>\n<p>Fenomena ini juga memunculkan istilah greenwashing, yaitu kondisi ketika perusahaan terlihat \u201cramah lingkungan\u201d dalam laporan atau iklan, tetapi praktik nyatanya tidak benar-benar mendukung keberlanjutan. Di era Big Data, <em>greenwashing<\/em> menjadi semakin sulit dilakukan karena publik memiliki akses luas terhadap informasi digital. Data transaksi, aktivitas media sosial, laporan ESG, hingga berita online dapat dibandingkan dan dianalisis secara cepat oleh investor maupun masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut Bin-Nashwan et al. (2025), integrasi <em>artificial intelligence, Big Data governance<\/em>, dan sistem pelaporan digital mampu meningkatkan akurasi laporan keuangan serta efisiensi audit perusahaan. Artinya, teknologi tidak hanya membantu perusahaan menyusun laporan keberlanjutan, tetapi juga meningkatkan transparansi dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik. Hal ini menjadi penting karena reputasi perusahaan modern sangat bergantung pada tingkat kepercayaan stakeholder terhadap data yang dipublikasikan.<\/p>\n<p>Perubahan besar ini juga mengubah peran profesi akuntan. Akuntan masa depan tidak cukup hanya memahami debit dan kredit. Mereka juga harus mampu membaca pola data, memahami data analytics, serta menginterpretasikan informasi ESG dan sustainability metrics. Damerji dan Salimi (2021) menjelaskan bahwa adopsi teknologi <em>artificial intelligence<\/em> dalam bidang akuntansi dipengaruhi oleh kesiapan teknologi dan persepsi pengguna terhadap manfaat teknologi tersebut. Dengan kata lain, kemampuan digital akan menjadi kompetensi utama akuntan di masa depan.<\/p>\n<p>Selain itu, <em>Big Data<\/em> juga memiliki peran penting dalam mendeteksi <em>fraud<\/em> dan manipulasi laporan perusahaan. Adejumo dan Ogburie (2025) menjelaskan bahwa <em>forensic accounting<\/em> berbasis teknologi membantu mendeteksi pola transaksi abnormal dan meningkatkan efektivitas investigasi fraud. Dalam konteks ESG, hal ini sangat relevan karena perusahaan dapat saja memanipulasi data keberlanjutan demi membangun citra positif di mata investor.<\/p>\n<p>Menariknya, perkembangan <em>Big Data<\/em> dalam akuntansi keberlanjutan juga mulai digunakan untuk mendukung <em>Sustainable Development Goals (SDGs).<\/em> Arroyo Esteban et al. (2022) menemukan bahwa organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai memanfaatkan <em>Big Data<\/em> untuk membantu monitoring pembangunan berkelanjutan dan pengambilan keputusan berbasis data. Ini menunjukkan bahwa <em>Big Data<\/em> bukan hanya alat bisnis, tetapi juga instrumen penting dalam pembangunan global.<\/p>\n<p>Namun demikian, di balik peluang besar tersebut terdapat tantangan serius. Semakin banyak data yang dikumpulkan perusahaan, semakin besar pula risiko kebocoran data, <em>cybercrime<\/em>, dan manipulasi informasi digital. Selain itu, belum semua perusahaan memiliki kesiapan teknologi maupun sumber daya manusia untuk mengelola <em>Big Data<\/em> secara optimal. Bhimani (2020) bahkan menekankan bahwa perkembangan data digital menuntut perubahan besar dalam metode penelitian dan praktik akuntansi modern.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, masa depan akuntansi hijau tidak lagi hanya berbicara tentang laporan tahunan yang penuh angka dan grafik. Masa depan tersebut berbicara tentang transparansi, teknologi, dan kepercayaan publik. Di era <em>Big Data<\/em>, reputasi perusahaan tidak lagi dibangun melalui slogan atau iklan semata, tetapi melalui data yang dapat diverifikasi oleh siapa saja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Referensi <\/strong><\/p>\n<p>Adejumo, A. P., &amp; Ogburie, C. P. (2025). Forensic accounting in financial fraud detection: Trends and challenges. <em>International Journal of Science and Research Archive<\/em>, 14(3), 1219\u20131232. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.30574\/ijsra.2025.14.3.0815\">https:\/\/doi.org\/10.30574\/ijsra.2025.14.3.0815<\/a><\/p>\n<p>Arroyo, Esteban, S., Urqu\u00eda-Grande, E., Mart\u00ednez de Silva, A., &amp; P\u00e9rez-Est\u00e9banez, R. (2022). Big data, accounting and international development: Trends and challenges. <em>Management Letters\/Cuadernos de Gesti\u00f3n, 22<\/em>(1), 193\u2013213.<\/p>\n<p>Bhimani, A. (2020). Digital data and management accounting: Why we need to rethink research methods. <em>Journal of Management Control, 31<\/em>(1\u20132), 9\u201323.<\/p>\n<p>Bin-Nashwan, S. A., Li, J. Z., Jiang, H., Bajary, A. R., &amp; Ma\u2019aji, M. M. (2025). Does AI adoption redefine financial reporting accuracy, auditing efficiency, and information asymmetry? An integrated model of TOE-TAM-RDT and big data governance. <em>Computers in Human Behavior Reports, 17<\/em>, 100572. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chbr.2024.100572\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.chbr.2024.100572<\/a><\/p>\n<p>Damerji, H., &amp; Salimi, A. (2021). Mediating effect of use perceptions on technology readiness and adoption of artificial intelligence in accounting. <em>Accounting Education, 30<\/em>(2), 107\u2013130. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1080\/09639284.2021.1872035\">https:\/\/doi.org\/10.1080\/09639284.2021.1872035<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cApakah perusahaan benar-benar peduli lingkungan, atau hanya sedang membangun pencitraan digital?\u201d Pertanyaan ini kini menjadi ancaman nyata bagi dunia bisnis modern. Di era media sosial dan transparansi digital, satu data tentang emisi karbon, pencemaran lingkungan, atau eksploitasi sumber daya dapat menyebar viral hanya dalam hitungan jam. Reputasi perusahaan yang dibangun bertahun-tahun bisa runtuh karena jejak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-19614","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"featured":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19614","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19614"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19614\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19617,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19614\/revisions\/19617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19614"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19614"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19614"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}