{"id":19302,"date":"2025-09-04T14:24:21","date_gmt":"2025-09-04T07:24:21","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=19302"},"modified":"2025-09-04T14:26:38","modified_gmt":"2025-09-04T07:26:38","slug":"mengelola-uang-di-era-cashless-society-tips-untuk-generasi-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2025\/09\/04\/mengelola-uang-di-era-cashless-society-tips-untuk-generasi-digital\/","title":{"rendered":"Mengelola Uang di Era Cashless \u00a0Society: Tips untuk Generasi Digital"},"content":{"rendered":"<p>Beralihnya kebiasaan menuju sistem <em>cashles<\/em> atau \u201c<em>Cashless \u00a0Society<\/em>\u201d\u00a0 telah mengubah cara kita dalam melakukan transaksi, Laporan The Time menunjukkan bahwa pembayaran tunai di Inggris menurut daristis dari 51% pada tahun 2013 menjadi 12% pada tahun 2023 (Sharkey, 2024). Pergeseran sistem pambayaran ini menawarkan kemudahan dan efisiensi, namun juga menimbilkan tantangan baru dalam pengelolaan keuangan pribadi bagi generasi digital.<\/p>\n<p>Salah satu fenomena psikologis penting yang perlu diketahui dalam sistem <em>cashless <\/em>\u00a0adalah \u201c<em>Cashless \u00a0Effect<\/em>\u201d,, yaitu tren dimana konsumen cenderung menghabiskan lebih banyak uang ketika menggunakan metode pembayaran digital ketimbang memakai uangtunai. Hal ini dikarenakan transkasi digital memiliki \u201c<em>Pain<\/em>\u201d yang terasa kurang sehingga pengeluaran tidak bisa terkendali (Ita, 2025). Investopedia menyebut bahwa fenomena ini berisiko menggerus disiplin finansial seseorang, sementara sebuah riset dari <em>University of Adelaide<\/em> menekankan bahwa penggunaan uang tunai justru meningkatkan kesadaran terhadap pengeluaran harian (Ita, 2025).\u00a0 Maka, generasi digital perlu membangun disiplin dengan memanfaatkan aplikasi keuangan, menetapkan anggaran yang jelas, hingga menerapkan jeda waktu sebelum membeli barang-barang non-esensial<\/p>\n<p>Di sisi lain, keunggulan sistem <em>cashless <\/em>\u00a0dapat dilihat dari jejak transaksinya yang otomatis tercatat di dalam sistem sesuai dengan bank masing-masing, hal tersebut memudahkan individu dalam melacak pola pengeluaran dan pemasukan sehingga mempermudah menyusun anggaran bulanan secara lebih terstruktur.\u00a0 Dengan memanfaatkan laporan bank, <em>e-wallet<\/em>, atau aplikasi pengelola keuangan, generasi digital bisa dengan mudah meninjau kategori belanja yang paling banyak menyerap dana, serta menandai pengeluaran yang tidak perlu untuk kemudian dievaluasi. Wikipedia menegaskan bahwa kemudahan ini menjadi salah satu alasan utama banyak negara mendorong percepatan <em>cashless society<\/em> karena transparansi data dianggap mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan finansial.<\/p>\n<p>Meski demikian, transisi menuju <em>cashless \u00a0society<\/em> bukan tanpa risiko, studi dari Oxford (2024) mengungkapkan bahwa sistem nontunai memang mendorong inklusi finansial, transparansi, dan efisiensi, tetapi juga sekaligus menghadirkan ancaman berupa kerentanan informasi pribadi, keamanan siber, serta risiko ekslusi bagi kelompok yang belum memiliki akses digital yang memadai (Vlad Mihail Dinescu et al., 2024). Seldal and Nyhus (2022) memperlihatkan bahwa literasi finansial digital menjadi faktor kunci yang dapat membuat individu yang memiliki pemahaman yang yang lebih baik mampu menghindari kerentanan finansial menggunakan metode <em>cashless <\/em>. Oleh karena itu, selain menikmati kemudahan transaksi, generasi digital perlu meningkatkan pemahaman mengenai keamanan data, penggunaan otentikasi ganda, hingga pentingnya menjaga dana darurat.<\/p>\n<p>Secara keseluruhan, era <em>Cashless \u00a0Society<\/em> membuka peluang besar dan juga tantangan dalam pegelolaan keuangan pribadi. Generasi digital perlu menyadari risiko perilaku konsumtif, menjaga disiplin anggaran, memanfaatkan teknologi untuk pencatatan transaksi, serta meningkatkan literasi finansial agar tetap tangguh menghadapi risiko digital<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Referensi:<\/p>\n<p>Ita, D.-A. (2025).\u00a0<em>Is Going Cashless \u00a0Making You Overspend? Learn How to Outsmart the Cashless \u00a0Effect<\/em>. Investopedia. <a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/the-cashless-effect-and-your-spending-11739269?utm_source=chatgpt.com\">https:\/\/www.investopedia.com\/the-<em>cashless <\/em>-effect-and-your-spending-11739269<em>?utm_source=chatgpt.com<\/em><\/a><\/p>\n<p>Seldal, M. M. N., &amp; Nyhus, E. K. (2022). Financial vulnerability, financial literacy, and the use of digital payment technologies. <em>Journal of Consumer Policy<\/em>, <em>45<\/em>(2), 281\u2013306. https:\/\/doi.org\/10.1007\/s10603-022-09512-9<\/p>\n<p>Sharkey, J. (2024, December 11).\u00a0<em>Should all shops have to accept cash?<\/em>\u00a0Thetimes.com; The Times. https:\/\/www.thetimes.com\/business-money\/money\/article\/should-all-shops-have-to-accept-cash-n0f3d6pwh<em>?<\/em><\/p>\n<p>\u200c Vlad Mihail Dinescu, Ayomide Olomolehin, Pun, Y., &amp; Samvelian, L. (2024).\u00a0<em>Navigating the Transition: Impacts, Challenges and Future Prospects of a Cashless \u00a0Society | OxJournal<\/em>. Oxjournal.org. https:\/\/www.oxjournal.org\/navigating-the-transition-to-a-<em>cashless <\/em>-society<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beralihnya kebiasaan menuju sistem cashles atau \u201cCashless \u00a0Society\u201d\u00a0 telah mengubah cara kita dalam melakukan transaksi, Laporan The Time menunjukkan bahwa pembayaran tunai di Inggris menurut daristis dari 51% pada tahun 2013 menjadi 12% pada tahun 2023 (Sharkey, 2024). Pergeseran sistem pambayaran ini menawarkan kemudahan dan efisiensi, namun juga menimbilkan tantangan baru dalam pengelolaan keuangan pribadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-19302","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"featured":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19302","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19302"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19302\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19307,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19302\/revisions\/19307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19302"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19302"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19302"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}