{"id":18552,"date":"2023-12-19T22:44:18","date_gmt":"2023-12-19T15:44:18","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=18552"},"modified":"2023-12-19T22:44:18","modified_gmt":"2023-12-19T15:44:18","slug":"pemahaman-psak-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2023\/12\/19\/pemahaman-psak-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Pemahaman PSAK di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Apa yang dimaksud dengan PSAK?<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PSAK merupakan singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Mengutip dari\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Standar_Akuntansi_Keuangan\">Wikipedia<\/a>, PSAK atau SAK adalah standar praktik akuntansi yang digunakan di Indonesia, yang disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dibentuk oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Standar akuntansi ini mengatur hal-hal tentang pembuatan, penyusunan, hingga proses pencatatan dan penyajikan data-data akuntansi dengan tujuan laporan keuangan menjadi seragam dan mudah dipahami oleh para pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Apa tujuan dibentuknya PSAK?<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dibentuk oleh IAI melalui Dewan Standar Ikatan Akuntansi Indonesia dan Dewan Standar Syariah Ikatan Akuntansi Indonesia, standar praktik keuangan ini bertujuan untuk membuat laporan keuangan yang disampaikan menjadi seragam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun kegunaannya adalah untuk membantu pengguna laporan keuangan tersebut jadi lebih mudah memahaminya. Dengan menggunakan sebuah standar sebagai pedoman, laporan keuangan akan lebih mudah dibandingkan dengan sebelumnya karena standar penulisan dan pencatatannya sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Apa saja jenis-jenis PSAK?<\/b><\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>PSAK-IFRS<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis PSAK ini digunakan untuk menyusun laporak keuangan perusahaan-perusahaan yang tergolong ke dalam perusahaan publik.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"2\">\n<li>SAK-ETAP<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis PSAK ini bertujuan untuk menciptakan fleksibilitas dan memberi kemudahan akses ETAP kepada pendanaan dari perbankan.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"3\">\n<li>PSAK-Syariah<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenis PSAK ini digunakan oleh badan usaha yang memiliki kebijakan syariah dalam kegiatan bisnisnya.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"4\">\n<li>SAK-EMKM<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">jenis standar ini ditujukan untuk digunakan oleh entitas yang tidak atau belum mampu memenuhi persyaratan akuntansi yang diatur adlam SAK-ETAP.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"5\">\n<li>SAP<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">SAP merupakan standar akuntansi Pemerintah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>Daftar Pustaka<\/b><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong>Sasongko, C., Setyaningrum, A., Febriana, A., Hanum, A. N., Pratiwi, A. D., &amp; Zuryati, V. (2016). Akuntansi Suatu Pengantar-Berbasis PSAK.\u00a0<em><i>Jakarta. Salemba Empat<\/i><\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan PSAK? PSAK merupakan singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Mengutip dari\u00a0Wikipedia, PSAK atau SAK adalah standar praktik akuntansi yang digunakan di Indonesia, yang disusun dan diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang dibentuk oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Standar akuntansi ini mengatur hal-hal tentang pembuatan, penyusunan, hingga proses pencatatan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-18552","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"featured":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18552"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18552\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18553,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18552\/revisions\/18553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}