{"id":18356,"date":"2023-11-06T12:08:48","date_gmt":"2023-11-06T05:08:48","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=18356"},"modified":"2023-11-06T12:54:32","modified_gmt":"2023-11-06T05:54:32","slug":"satuan-ukuran-karbon-dioksida-co2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2023\/11\/06\/satuan-ukuran-karbon-dioksida-co2\/","title":{"rendered":"Satuan Ukuran Karbon Dioksida (CO2)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Kita sering mendengar tentang CO<sub>2<\/sub> (<em>carbon dioxide), <\/em>\u00a0namun CO<sub>2<\/sub> bukanlah satu-satunya gas yang menyebabkan pemanasan global (<em>global warming)<\/em>. Itu sebabnya, kita perlu memahami mengenai gas rumah kaca (GRK) atau <em>Green House Gas (GHG) <\/em>lebih mendalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karbon dioksida (CO<sub>2<\/sub>) hanyalah salah satu dari beberapa gas rumah kaca (GRK), seperti metana, dinitrogen oksida, ozon, dan uap air, yang berkontribusi terhadap pemanasan global. Namun mengapa banyak riset dan diskusi mengenai CO<sub>2<\/sub>? Jawabannya, karena CO<sub>2 <\/sub>menjadi kontributor terbesar dari GRK.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-18357 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/Picture7-300x102.png\" alt=\"\" width=\"582\" height=\"198\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/Picture7-300x102.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/Picture7-768x261.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/Picture7-480x163.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/Picture7.png 903w\" sizes=\"auto, (max-width: 582px) 100vw, 582px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">`<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa perbedaan antara CO<sub>2 \u00a0<\/sub>and CO<sub>2<\/sub>e?<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap gas rumah kaca mempunyai potensi pemanasan global yang spesifik, yang diukur berdasarkan dua faktor utama:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Seberapa efektif gas tersebut dalam memerangkap panas saat berada di atmosfer.<\/li>\n<li>Berapa lama gas tersebut bertahan di sana sebelum terurai.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">CO<sub>2<\/sub>e (karbon dioksida ekuivalen) adalah ukuran yang dibuat oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) untuk menyamakan dampak berbagai gas rumah kaca pada pemanasan global. Metrik CO<sub>2<\/sub>e pada dasarnya menggambarkan potensi pemanasan global dari semua gas rumah kaca. Metrik biasanya diukur dalam jutaan metrik ton. Meningkatnya suhu telah berkontribusi terhadap banyak tragedi lingkungan yang berbeda. Saat kita mencoba mengurangi emisi karbon dan beralih dari bahan bakar fosil ke energi bersih dan energi terbarukan, kita memerlukan cara untuk mengukur kemajuan kita. Dengan menggunakan CO2e untuk melacak jumlah gas rumah kaca di atmosfer, kita dapat lebih memahami apakah kita bergerak menuju pengurangan emisi karbon atau terus berkontribusi terhadap<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kata lain, dampak berbagai gas rumah kaca dinyatakan dalam jumlah CO<sub>2<\/sub> akan menghasilkan dan menunjukkan jumlah pemanasan yang sama. Sederhananya, CO<sub>2<\/sub>e mengumpulkan semua gas rumah kaca ke dalam satu tempat pengukuran yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>&#8220;CO<sub>2<\/sub>&#8221; bukanlah representasi akurat dari emisi<\/strong> <strong>entitas<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama beberapa dekade terakhir, CO<sub>2<\/sub> sering digunakan sebagai singkatan untuk menggambarkan semua gas rumah kaca. Hal ini dikarenakan, CO<sub>2<\/sub> menyumbang sebagian besar emisi antropogenik global dan merupakan pendorong utama kenaikan suhu. Namun bukan berarti kita bisa mengabaikan gas-gas lain yang juga memerangkap panas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivitas kita sehari-hari juga berdampak atas pelepasan berbagai jenis gas rumah kaca. Mengemudi mobil yang membakar bahan bakar yang melepaskan karbon dioksida, dan susu yang kita minum berasal dari sapi yang bersendawa metana. Inilah sebabnya mengapa CO<sub>2<\/sub>e adalah metode yang jauh lebih akurat untuk menggambarkan dan mengukur jejak karbon kita. Tapi memang, tidak berarti kita melarang penggunaan CO<sub>2<\/sub> dari kosakata. Kapan pun kita menyebut CO<sub>2<\/sub> sebagai karbon dioksida, Anda masih akan melihatnya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gambar diambil dari:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/www.bing.com\/images\/search?view=detailV2&amp;ccid=e6XTlNoa&amp;id=865BA596056FA0220094AF0DE479E732C568E440&amp;thid=OIP.e6XTlNoaKajAQY6PrHKhqgHaEt&amp;mediaurl=https%3a%2f%2fth.bing.com%2fth%2fid%2fR.7ba5d394da1a29a8c0418e8fac72a1aa%3frik%3dQORoxTLneeQNrw%26riu%3dhttp%253a%252f%252fsource.colostate.edu%252fwp-content%252fuploads%252f2016%252f04%252fcarbon_cycle.jpg%26ehk%3dZt%252fpTvpl%252bXbd6ZRxTIc0wvU2fWDY7UejwHtt1zmMHNk%253d%26risl%3d%26pid%3dImgRaw%26r%3d0&amp;exph=553&amp;expw=870&amp;q=CO2+and+carbon+emissions&amp;simid=608050701209976508&amp;FORM=IRPRST&amp;ck=45AEE72511876D6836F9DF9C1581990D&amp;selectedIndex=88&amp;ajaxhist=0&amp;ajaxserp=0\">CO2 and carbon emissions &#8211; Bing images<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">The CO<sub>2<\/sub>lumnist: What is the \u2018e\u2019 in CO<sub>2<\/sub>e? <a href=\"https:\/\/www.robeco.com\/en-latam\/insights\/2021\/10\/the-columnist-what-is-the-e-in-coe\">The CO\u2082lumnist: What is the \u2018e\u2019 in CO\u2082e? (robeco.com)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita sering mendengar tentang CO2 (carbon dioxide), \u00a0namun CO2 bukanlah satu-satunya gas yang menyebabkan pemanasan global (global warming). Itu sebabnya, kita perlu memahami mengenai gas rumah kaca (GRK) atau Green House Gas (GHG) lebih mendalam. Karbon dioksida (CO2) hanyalah salah satu dari beberapa gas rumah kaca (GRK), seperti metana, dinitrogen oksida, ozon, dan uap air, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18358,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-18356","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"featured":{"small":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/29-480x305.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18356"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18361,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18356\/revisions\/18361"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}