{"id":18343,"date":"2023-11-06T12:00:23","date_gmt":"2023-11-06T05:00:23","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=18343"},"modified":"2023-11-06T12:49:43","modified_gmt":"2023-11-06T05:49:43","slug":"market-based-and-location-based-scope-2-emissions-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2023\/11\/06\/market-based-and-location-based-scope-2-emissions-part-1\/","title":{"rendered":"Market-based and Location-based Scope 2 Emissions (Part 1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Semakin banyak kita mengetahui tentang <em>carbon emissions<\/em> (karbon emisi), semakin besar kemungkina kita bisa membantu memikirkan alternatif solusi untuk mitigasi <em>carbon emissions<\/em>. Dalam artikel ini, saya akan membantu menjelaskan apa itu <em>carbon emissions<\/em> dan kita fokuskan pada pembahasan <em>carbon emissions<\/em> &#8211; scope 2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kategori <em>carbon emissions<\/em><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat melaporkan <em>carbon emissions<\/em>, organisasi biasanya mengelompokkan emisi mereka menggunakan kerangka cakupan (<em>scope)<\/em>:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cakupan (<em>scope) <\/em>1: Emisi langsung (<em>direct emissions), <\/em>kategori ini terkait dengan emisi yang terjadi dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh Perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cakupan (<em>scope) <\/em>2: Emisi tidak langsung (<em>indirect emissions), <\/em>kategori ini terkait dengan emisi yang berkaitan dengan pembelian dan penggunaan energi (listrik, panas, uap dan\/atau pendingin) dari sumber eksternal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cakupan (<em>scope) <\/em>3: Emisi tidak langsung lainnya(<em>other<\/em> <em>indirect emissions), <\/em>kategori ini terkait dengan emisi tidak langsung yang tidak termasuk dalam <em>scope<\/em> 3. Emisi ini berasal dari value chain perusahaan penyusun laporan, termasuk dari kegiatan hulu dan hilir. <em>Scope<\/em> 3 \u00a0biasanya menyumbang lebih dari 70 persen jejak karbon (<em>carbon footprint<\/em>) suatu bisnis, yang mencakup emisi dari hal-hal seperti perjalanan perusahaan, perjalanan karyawan, barang dan jasa yang dibeli, pembuangan limbah, serta transportasi dan distribusi produk-produknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan makin meningkatnya perhatian dunia terhadap <em>climate change<\/em>, ratusan negara yang telah menandatangani <strong>Kyoto Protocol, <\/strong>telah memulai membuat kebijakan dan peraturan untuk mendorong organisasi dan entitas berpartisipasi dalam mitigasi <em>carbon emissions. <\/em>Salah satunya adalah dengan beralih ke penggunaan sumber energi terbarukan (<em>renewable energy). <\/em>Pertanyaannya, bagaimana kita menghitung <em>\u00a0scope 2 carbon emissions<\/em> yang berasal dari <em>renewable energy<\/em>?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Scope 2 carbon emissions: <\/em>pembelian <em>renewable energy<\/em> <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya awali penjelasan saya dengan contoh ya. datacenters.com (<a href=\"https:\/\/www.datacenters.com\/\">https:\/\/www.datacenters.com\/<\/a>) adalah penyedia layanan data yang beroperasi di beberapa pusat data besar (<em>big data center<\/em>) di Inggris. Pusat data ini tentunya mengkonsumsi listrik siang dan malam, sepanjang tahun untuk pendingin ruangan, system keamanan dan sebagainya. Inilah yang kita\u00a0 sebut sebagai bisnis operasi yang berpotensi karbon intensif tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memenuhi kebutuhan energinya, datacenters.com telah membeli 100% kebutuhan energinya dari dua perusahaan energi terbarukan (<em>renewable energy) <\/em>di Inggris, yaitu energi tenaga angin dari Gusty Plc dan energy dari tenaga surya dari Sunny Ltd. Tentunya kita akan bertanya, \u201capa yang terjadi di malam yang tenang? Ketika tidak ada tenaga angin atau surya yang tersedia?\u201d Bukankah datacenters.com masih membutuhkan listrik?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal ini, kebutuhan energi entitas data center ini dapat ditenagai oleh berbagai jenis sumber energi, seperti gas alam, air, nuklir, batu bara, dan lain-lain. Jadi, energi yang dibeli datacenters.com dari Gusty Plc dan Sunny Ltd tersebut, setara dengan total energi yang mereka konsumsi pada tahun tertentu. Di Inggris, pembelian sumber energi terbarukan dikenal dengan <em>Renewables Obligation Certificates (ROCs).<\/em> Di tempat lain dikenal dengan nama lain seperti: Sertifikat Energi Terbarukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghitungan <em>Scope 2 carbon emissions<\/em> ini harus memperhitungkan perbedaan sumber renewable energy dan non-renewable energy. Penghitungannya juga membedakan antara emisi berbasis lokasi (<em>location-based) <\/em>dan berbasis pasar (<em>market-based)<\/em>. Dan organisasi seharusnya mampu\u00a0 mengidentifikasi dan menunjukkan kredensial bisnis ramah lingkungan mereka dengan menghitung kedua jenis emisi tersebut. Saya akan jelaskan perbedaan <em>location-based <\/em>dan <em>market-based scope 2 carbon emissions <\/em>pada <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2023\/11\/06\/market-based-and-location-based-scope-2-emissions-part-2\/\"><strong><u>part 2<\/u><\/strong><\/a> dari tulisan saya ini ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Gambar diambil dari:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/halcolenergy.com.au\/solar-news\/renewable-energy-generates-enough-power-to-run-70-of-australian-homes\/\">Renewable Energy Generates Enough Power for Homes &#8211; Halcol Energy<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Renewables Obligation (RO). <a href=\"https:\/\/www.ofgem.gov.uk\/environmental-and-social-schemes\/renewables-obligation-ro\">Renewables Obligation (RO) | Ofgem<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">World Resources Institute and World Business Council for Sustainable Development. 2004. The Greenhouse Gas Protocol. The USA. <a href=\"https:\/\/ghgprotocol.org\/sites\/default\/files\/standards\/ghg-protocol-revised.pdf\">ghg-protocol-revised.pdf (ghgprotocol.org)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semakin banyak kita mengetahui tentang carbon emissions (karbon emisi), semakin besar kemungkina kita bisa membantu memikirkan alternatif solusi untuk mitigasi carbon emissions. Dalam artikel ini, saya akan membantu menjelaskan apa itu carbon emissions dan kita fokuskan pada pembahasan carbon emissions &#8211; scope 2. Kategori carbon emissions Saat melaporkan carbon emissions, organisasi biasanya mengelompokkan emisi mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":18344,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-18343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"featured":{"small":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2023\/11\/26-480x320.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18343"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18343\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18349,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18343\/revisions\/18349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}