{"id":17696,"date":"2020-12-19T23:10:00","date_gmt":"2020-12-19T16:10:00","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/?p=17696"},"modified":"2020-12-19T23:10:00","modified_gmt":"2020-12-19T16:10:00","slug":"kuasa-wajib-pajak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/2020\/12\/19\/kuasa-wajib-pajak\/","title":{"rendered":"Kuasa Wajib Pajak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Untuk lebih memahami ketentuan umum perpajakan tentang Kuasa Wajib Pajak, silahkan disimak penjelasan seputar Kuasa Wajib Pajak berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wajib Pajak dapat menunjuk seorang kuasa dengan surat kuasa khusus untuk menjalankan hak dan\u00a0memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Seorang kuasa meliputi konsultan pajak dan bukan konsultan\u00a0pajak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang kuasa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>menguasai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan;<\/li>\n<li>memiliki surat kuasa khusus dari Wajib Pajak yang memberi kuasa;<\/li>\n<li>memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;<\/li>\n<li>telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak\u00a0Terakhir; dan<\/li>\n<li>tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Surat kuasa khusus paling sedikit memuat:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>nama, alamat, dan tandatangan di atas meterai serta Nomor Pokok Wajib Pajak dari Wajib Pajak pemberi kuasa;<\/li>\n<li>nama, alamat, dan tandatangan serta Nomor Pokok Wajib Pajak penerima kuasa; dan<\/li>\n<li>hak dan\/atau kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang kuasa tidak dapat melimpahkan kuasa yang diterima\u00a0dari Wajib Pajak kepada orang lain. Dalam melaksanakan hak dan\/atau memenuhi kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan, dengan\u00a0surat penunjukan seorang kuasa hanya dapat meminta orang lain atau karyawannya untuk\u00a0menyampaikan dan\/atau menerima dokumen perpajakan tertentu yang diperlukan kepada dan\/atau\u00a0dari pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Orang lain atau karyawan yang ditunjuk oleh seorang kuasa,\u00a0harus menyerahkan surat penunjukan kepada pegawai Direktorat Jenderal Pajak pada saat\u00a0melaksanakan tugasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang kuasa hanya mempunyai hak dan\/atau kewajiban perpajakan tertentu yang dikuasakan Wajib\u00a0Pajak sesuai dengan surat kuasa khusus. Dalam melaksanakan hak dan\/atau memenuhi kewajiban perpajakan tertentu, seorang kuasa wajib\u00a0mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Seorang kuasa tidak dapat melaksanakan hak dan\/atau kewajiban Wajib Pajak yang dikuasakan\u00a0kepadanya apabila dalam melaksanakan hak dan\/atau memenuhi kewajiban perpajakannya:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan;<\/li>\n<li>menghalang-halangi pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang\u00a0perpajakan; atau<\/li>\n<li>dipidana karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan atau tindak pidana lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MSD<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : pajak.go.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk lebih memahami ketentuan umum perpajakan tentang Kuasa Wajib Pajak, silahkan disimak penjelasan seputar Kuasa Wajib Pajak berikut ini. Wajib Pajak dapat menunjuk seorang kuasa dengan surat kuasa khusus untuk menjalankan hak dan\u00a0memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Seorang kuasa meliputi konsultan pajak dan bukan konsultan\u00a0pajak. Seorang kuasa harus memenuhi persyaratan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-17696","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"featured":false,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17696","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17696"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17697,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17696\/revisions\/17697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/bekasi\/accounting-technology\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}